Original Sender : "Y. Ignatius Erik Arya" <[EMAIL PROTECTED]>
---------------------------------


> >Ada pertanyaan iseng dikit nih :-)
> >Seandainya ada proc merk X 500Mhz, nah utk L2
> >cachenya mana yg lebih baik?
> >
> >- 128Kb @ proc speed
> >- 512Kb @ 1/2 proc speed
> >- 512Kb @ proc speed
> >- 1Meg @ FSB
> >- 2Megs @ FSB

Untuk L2 tentu saja lebih baik kalau lebih banyak dan
KALAU BISA bekerja pada clock yang sama yang
dengan clock CPU. Tapi kalau ini terjadi maka bukan
disebut sebagai L2 cache lagi tapi L1 cache.   :-)

Melihat contoh clock CPU-nya 500 MHz, menurut
saya cukup sulit mendapatkan L1 cache lebih besar
dari 128 KB. Memang menurut AMD, K7 mereka
bakal memiliki L1 cache sebesar 128 KB. Itu pun
kita belum melihat keping silikonnya (kecuali mungkin
sebagian kecil vendor).

L2 cache yang tercepat yang saya tahu ada di mesin
SGI CRAY-T3D dengan memory cycle 2 ns. Itu pun
mereka menggunakan IC Bipolar ECL dengan pendingin
Freon di setiap modulnya. Apa ada SRAM di Mother-
board pasaran dengan L2 cache lebih cepat dari ini
terus terang saya tidak tahu.

FSB ini maksudnya Front Side Bus? Kalau benar maka
FSB Intel saat ini max 100 MHz pada chip Pentium II.
Jadi memory L2 cache yang dipakai cukup untuk yang
100 MHz. Hanya AMD dengan K7-nya yang berencana
menggunakan FSB 200 MHz. Mohon koreksi jika salah.


> 1. main memory cacheable range.. yaitu banyaknya main memory
> yang bisa di 'cover' oleh L2.. kalo punya main memory 512MB
> dengan L2 cachenya 2MB, tapi cacheable rangenya cuman 64MB,
> ya sisanya yang over 64MB mubazir, alias tetep aja luambat..
> apalagi kalo make multitasking di windows.. hueh.. jangan
> deh.. huehehe..
>
> fyi. Cacheable range ini ditentukan sepenuhnya oleh type
> chipset dan besarnya 'tag ram' (tag cache)

Setuju. Hanya saya lebih melihat pertanyaan L2 cache ini sebagai
perbandingan transfer antara CPU dengan L2 tanpa melihat
kemampuan chipset dari motherboard yang digunakan.

Tag Ram adalah memory yang berisi blok address Main Memory mana
yang sudah di-cache datanya oleh L1/L2 cache. Kalau address yang ingin
diambil datanya oleh MMU (Memory Management Unit) sudah ada di dalam jangkah
(range) blok address di Tag Ram maka data akan diambil dari
memory L1/L2 tersebut. Kalau tidak maka MMU akan mengambil data langsung
dari Main Memory ke L2/L1 dan meng-update isi Tag Ram
tersebut.

> 2. L2 hit ratio.. yaitu banyaknya request data dari
> processor yang bisa dipenuhi oleh L2 cache, istilahnya
> 'cache hit'.. jadi kalo L1 cache 'miss'.. processor otomatis
> search ke L2.. kalo di L2 'miss' juga.. terpaksa
> processornya nunggu lama buat download portion data dari
> main memory yang lambat..
>
> jadi kalo L2-nya 2MB pun, kalo hit rationya cuman 10%,
> percuma aja.. nggak jauh bedanya dengan punya L2 cache 512kB
> tapi hit rationya 40%.. mekanisme / algoritma cache ini
> ditentukan sepenuhnya oleh jenis chipset yang dipakai di
> mainboard dan banyaknya / speed dari tag cache..

CPU pada saat di disain mengambil angka cache hit ratio diatas
90%. Menurut majalah BYTE edisi lama, CPU dengan cache
hit ratio ratio dibawah 95% dapat dikatakan buruk karena
menurut mereka cache hit ratio (terutama untuk L1 cache) harus
min. 97%. (Pada saat itu Cyrix M1 meng-claim cache hit ratio
mereka 92% untuk L1 cache-nya).

> 3. cache speed.. yaitu kecepatan cache keseluruhan.. ini
> harus diperjelas, bahwa kecepatan cache itu sebagian besar
> dipengaruhi oleh 'tag'-nya.. tag ini fungsinya seperti
> daftar alamat.. makin cepat si daftar alamat berarti makin
> efisien cachenya bekerja..

Kalau kita melihat disain CPU dengan L2 cache:

TAG RAM   -----> SRAM      SRAM
                               SRAM      SRAM
TAG RAM  ------> SRAM     SRAM
                                SRAM     SRAM, dst...

Jadi Tag Ram mewakili sebagian blok memory cache
Adalah sangat baik jika TAG RAM dibuat sebanyak
jumlah main memory. Namun dengan pertimbangan
ekonomis maka disain TAG RAM biasanya hanya
mewakili sebagian dari memory cache tersebut.

TAG RAM memang bekerja secepat memory cachenya.
Karena berdasarkan isi TAG RAM itu MMU akan
melakukan pengaturan pembacaan data.

> khusus untuk kasus PII vs Celeron.. cache ini letaknya
> secara arsitektur berbeda.. dalam PII, L2 cachenya paralel
> terhadap L1.. kalau Celeron, L2-nya bisa dibilang external
> terhadap L1.. padahal hit terbesar letaknya di L1.. ini

PII menempatkan L2 cache pada FSB-nya. Jadi pada Frek
100 MHz. sedang L1-nya berada di di keping (die) silikon
tersebut dan bekerja secepat Frek CPU (ini berlaku untuk
L1 cache Celeron). Satu-satunya CPU Intel dengan L2 cache
dengan "full speed" clock adalah Pentium Pro (walau L2 tsb
terletak pada keping silikon yang berbeda pada IC tsb). Itu
pun pada Pentium Pro dengan clock 200 MHz. Untuk yang
diatas frek tsb, saya tidak tahu.

Mohon maaf jika e-mailnya jadi panjang begini. Dan tolong
dikoreksi/ditambahkan jika ada yang salah.

Salam,

Erik Arya


----------------------------------------------------------------
Compu-Mania MailingList is provided by PT Centrin Utama
Maintained by   : [EMAIL PROTECTED]
To Post a msg   : Send mail to [EMAIL PROTECTED]
To Unsubscribe  : Mail to [EMAIL PROTECTED]
BODY : unsubscribe Compu-Mania
For more information, send mail to [EMAIL PROTECTED]
with "HELP" in the BODY of your mail (without quote).
----------------------------------------------------------------

Kirim email ke