From: Dedhi <[EMAIL PROTECTED]>

At 07:03 PM 10/8/01, H@R wrote:

>nah berarti penggunaan pc sesuai kebutuhan dong ? spt email sebelumnya, jadi
>kalo pc cuma buat ngetik gak usah beli p4 gituu.. bener gak ? cukup celeron
>ato duron..

nah kalo gitu ada processor atau barang baru tidak perlu upgrade toh ?


> > Hardware size always follow software and load, not the other way around.
>
>gak juga tuh, buktinya Pentium 4 menerapkan instruksi2 baru SSE2 yang konon
>gak ada satupun software sampe saat ini make instruksi tsb. nah si intel nih
>gencar tuh promosiin SSE2-nya.. jadi untuk kasus ini sih software must
>follow hardware !! CMIIW, sama spt kejadian P3 yang pake SSE, dan pentium 1
>MMX... setelah hardwarenya ada, softwarenya baru bermunculan yg support
>fasilitas tsb..

boleh juga analisa anda :)
Bukan maksud saya mematahkan semangat diskusi anda yah, cuman saya mau 
sharing info biar sama sama nambah ilmu.
Di dunia microprocessor, sebuah atau beberapa instruksi yang diembedd ke 
microcode suatu microprocessor itu tidak muncul begitu saja, kemudian 
software mengikuti hardware, seperti yang anda analisa di atas.
Pihak desainer processor akan menganalisa, dari statistik dan trend yang 
ada di software development yang sedang ada di pasar, instruksi apa yang 
sedang banyak digunakan, dari situ dia akan optimize desainnya agar 
mempunyai nilai lebih dari pesaingnya.

Sebagai contoh adalah MMX. Jaman sebelum ada MMX, apakah tidak ada 
Multimedia ? Jawabnya ada.
Hanya saja waktu itu fungsi fungsi multimedia dilaksanakan melalui 
komputasi dengan instruksi yang lebih sederhana, katakanlah suatu job 
dilakukan dalam 100 CPU cycle. Karena Intel melihat bahwa fungsi ini banyak 
digunakan, dia merasa bahwa akan sangat berguna untuk memasang fungsi ini 
sebagai instruksi embedded dalam processor. Oleh karena itu Intel 
mengembangkan set instruksi baru, yaitu MMX, yang menyebabkan fungsi fungsi 
yang tadinya dilakukan melalui instruksi yang lebih primitif dengan 100 
cycle, cukup dilakukan menggunakan instruksi MMX dengan 5 cycle saja. Baru 
kemudian para pembuat software yang jalan di Intel mulai menggunakan 
instruksi MMX itu.

See the point here ? Itulah yang terjadi dalam dunia desain processor CISC, 
yang berlainan dengan processor RISC.
Hardware follow the software or the load.

>maksudku kalo aku sekarang aku make p3 933 mhz khan tanggung kalo mau
>upgrade ke p3 1ghz,

wah dari 933MHz ke 1GHz atau 1.2 GHz itu tidak banyak bener lho resultnya

>  mending langsung ke tulalit 1,2 ghz.. tapi gak bisa,
>harus ganti mobo juga.. hiks...

Kalo saya, mending tunggu sampai ada yang 1.5 GHz, dan baru saat itu upgrade.
Saya type pembeli one mobo - one proc. Jarang cuman upgrade proc doang :)


>gagal dalam arti performancenya butut, terjungkal abis dibandingin dengan
>p3/amd tb mhz yang sama.

I see......... mungkin karena saya sudah lama kagak pakai PC, ketika pakai 
P4 ya baik baik aja.....hehehe maklum udah rada udik di dunia komputer PC

> > Ini juga baru tahu, apa kagak bisa pakai standar ATX ?
>
>yup, beda, tapi ada mobo (asus) bisa pake ATX biasa, colokan khususnya
>diganti pake colokan spt colokan power ke hd, tapi kalo mau bener2 oke harus
>pake ATX khusus p4

wah ini malah baru tahu, Spyder atau Gawaine mungkin bisa concur ? Soalnya 
jalan jalan di SIm Lim dan beliin temen P4 kok gak ada info apa apa ya soal PS.

--
Compu-Mania MailingList, provided by PT Centrin Online Tbk
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED], body: unsubscribe Compu-Mania
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Info: [EMAIL PROTECTED], body: help

Kirim email ke