============================================ Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED] ============================================ Gimana ini Mbilung? ======================= --- disetip --- menunjukkan cepatnya "mobilitas vertikal" dari para politisi muda yang disebut di sini. --- disetip -- - Yusril --- disetip --- indikator tentang masih kuatnya budaya korupsi di kalangan pejabat kita. Dalam tempo relatif singkat, Yusril berhasil membukukan asset pribadi yang cukup aduhai, antara lain ia kini memiliki --- disetip --- padahal ia bukan pengusaha, bukan pula dari keluarga kaya. Asal-usul kekayaannya tidak jelas. --- disetip --- Muhaimin Iskandar --- disetip --- Zulvan Lindan --- disetip --- ===mBilung: Wah, kalau soal Yusril Ihza Mahendra dan Muhaimin Iskandar, terus terang saya nggak ngerti babar blas. Tapi kalau soal Zulvan Lindan, saya punya sedikit informasi, begini : Zulvan Lindan sudah kaya sejak sebelum menjadi anggota DPR, bahkan sejak sebelum masuk PDIP (pasca Kongres Bali 1998). Dia adalah orang HMI asal Aceh yang bekerja sebagai pengusaha di berbagai bidang (perdagangan umum, kontraktor, perkebunan). Pada jaman OrBa, dalam bidang usaha-ekonomi, ia memang pernah 'bekerjasama' dengan anaknya Wiyogo (gubernur DKI waktu itu) maupun anaknya mbah Harto. Tetapi 'kerjasama' itu cuma 'kelihatannya', sedangkan yang terjadi sesungguhnya adalah 'diporoti' (simbiose-parasitis, bukan simbiose-mutualis). Oleh birokrasi dan orang-orang OrBa, dia juga sering dijegal-jegal dalam menjalankan usahanya. Sebab, dia adalah orang HMI anti-OrBa, sering berteriak-keras mengkritik OrBa, dan tidak mau mengikuti jejak seniornya (Akbar Tanjung) untuk 'dijinakkan' oleh rejim OrBa. Mengikuti gelombang gerakan reformasi, ia memilih bergabung ke PDIP. Jadi, Zulvan termasuk salah satu dari sangat sedikit orang HMI (orang Aceh pula) yang menganut garis nasionalisme dalam kehidupan berpolitik, berbangsa dan bernegara. Dia pernah ditegur oleh Megawati karena dalam satu bulan berganti mobil-mewah (Jaguar) sampai 4 kali. Padahal, mobil-mobil itu sesungguhnya milik seorang temannya yang pedagang mobil, dan Zulvan cuma dimintai tolong untuk mencoba dan menjualkan :). Setelah diberi penjelasan, Mega tertawa, namun tetap melarang Zulvan untuk 'tampil-terlalu-mewah' seperti itu, khawatir mengundang opini negatif dari publik. Yang jelas, keliru kalau kita menyangka bahwa Zulvan kaya setelah menjadi anggota DPR. Jauh sebelum itu ia sudah kaya. Penjernihan terhadap gosip tentang Zulvan Lindan ini pernah pula ditulis oleh Eros Djarot (tokoh PDIP-Pejuang) di Kompas, sayang sekali saya lupa tanggalnya. Barangkali Mas Awe bisa mencarikan arsipnya ? ---------------------------------------------------- This email was sent using http://webmail.cbn.net.id/
