============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================

Poro kadang kinasih, ini ada kabar tentang pak Thomas yang pernah
menggemparkan jagad "penampakan Maria" beberapa tahun lalu.

Tokoh "Penampakan Maria" Ditangkap
Bernas, Sabtu 18 Agustus 2001.

* Gelapkan Uang Umat Rp 800 Juta

Yogya, Bernas
Seorang lelaki berinisial TAS alias Thom (48) yang pernah menggemparkan umat
Kristiani melalui kabar penampakan Bunda Maria sekitar tahun 1998 lalu, kini
diringkus polisi. Thom sudah ditahan di sel tahanan Mapoltabes Yogyakarta
sejak Jumat (10/8) lalu.

Tapi, sejak Minggu (12/8) Thom terkena serangan jantung dan dirawat inap di
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Yogya. Hingga Jumat (17/8) Thom, yang
ditangkap karena diduga menipu ratusan umat dengan jumlah kerugian sekitar
Rp 800 juta itu, masih terbaring di RS PKU Muhammadiyah.

Beberapa sumber yang ditemui Bernas, Jumat (17/8) di Mapoltabes mengatakan,
Thom diduga tidak hanya menipu di Yogyakarta. Dia juga beraksi menipu
ratusan anggota kelompok umat di berbagai kota, antara lain Surabaya,
Kediri, Pekalongan, Bandung, Bogor dan Jakarta. Dari kantong para uamt yang
ditipu, Thom mengeruk keuntungan mencapai sekitar Rp 800,5 juta.

Kasat Korps Reserse Poltabes Yogyakarta Komisaris Polisi Drs Suroto MSi yang
dihubungi Bernas melalui ponselnya mengatakan, pihaknya memang menerima
pengaduan dari seorang korban Thom. Karenanya, pihaknya hanya menangani
kasus yang terjadi di Yogya. Kini, kasus tersebut masih dalam penyidikan.
Selanjutnya, Thom tetap diproses secara hukum setelah dinyatakan sembuh.

"Memang sedang sakit dia. Tapi, proses pemeriksaan jalan terus. Yang kita
tangani hanya yang terjadi di Yogya. Untuk sementara, korban yang melapor
baru seorang. Untuk korban yang dari Surabaya biar polisi sana (wilayah
Surabaya-red) yang menangani," kata dia.

Menurut korban bernama Ees (56), bersama tujuh orang rekannya, kedatangan
mereka dari Surabaya ke Mapoltabes Yogya untuk mengklarifikasi apakah Thom
yang telah menipu mereka serta ratusan umat Kristiani lainnya, benar-benar
sudah ditangkap polisi. Karena, Thom yang mengaku kepada umat bahwa
bersamaan kedatangannya akan terjadi penampakan Bunda Maria, terbukti hanya
tipuan.

Diperoleh keterangan, hubungan mereka --Ees dan kawan-kawan dari Surabaya
itu-- dengan Thom diawali dengan kabar peristiwa penampakan Bunda Maria
menangis darah di Surabaya pada 1998 lalu.
Thom selanjutnya menyatakan akan membimbing mereka berziarah rohani ke luar
negeri. Rombongan tersebut akan dipimpin oleh Rama Dewa Negara, seorang anak
berusia setahun yang disebut-sebut oleh Thom ciri-cirinya bermata biru dan
berambut pirang. Anak itu tinggal di sebuah gereja di Kejajar, Wonosobo,
Jawaa Tengah. Tapi anehnya, Thom bilang, gereja tersebut tidak bisa dilihat
oleh mata.

Kemudian umat Kristiani diminta mengumpulkan dana untuk biaya ziarah ke 17
kota di benua Eropa, pembangunan gereja di Wonosobo dan biaya ujian iman.
Tapi, dana tersebut masih kurang. Thom akhirnya berusaha mencari dana
bantuan dari luar negeri.

Thom memulai ujian iman pada 1 Oktober 1998 di Surabaya. Saat itu semua uang
dipegang Thom. Bendahara Thom, berinisial El tidak memegang uang serupiah
pun. Dia hanya diberi tugas mengirimkan tanda terima uang kepada semua
peserta yang memberikan sumbangan.

"Tapi anehnya, pada 5 Oktober 1998 kami mendapat telepon dari orang yang
mengaku bernama Rama Dewa Negara. Dari suaranya, itu jelas Thom. Dia
menyatakan, El gugur atau tak lulus ujian. Karenanya, rencana ziarah gagal.
Rencana peresmian gereja di Wonosobo juga gagal," katanya.

Dikatakan pula, Thom juga pernah menyatakan mati suri. Selanjutnya, Thom
memasuki dunia roh. Selain itu, Thom menyatakan terhitung 1 Oktober 1998 dia
memasuki dunia setan. Karena, dengan cara begitu dia dapat mengalahkan
setan.

Seorang korban dari Yogya yang keberatan disebut identitasnya mengatakan, di
Yogya Thom telah menipu ratusan orang. Uang umat yang ditilap Thom mencapai
ratusan juta rupiah.
"Jumlah uang kita nggak sama tiap-tiap orang. Tapi, berkisar ratusan ribu
sampai jutaan rupiah. Maka, kita menuntut Thom diproses hukum," kata korban
yang ditemui kemarin itu.

Para korban yang merasa ditipu mentah-mentah oleh Thom tampak sangat
jengkel. Mereka berombongan diantar dua orang anggota penyidik Poltabes
menjenguk Thom di RS PKU Muhammadiyah. Di sana mereka benar-benar bertemu
dengan orang yang selama hampir empat tahun terakhir ini dicari ke mana-
mana.
"Mana buktinya semua yang kamu bicarakan selama ini? Kamu itu penipu ulung,"
kata salah seorang korban kepada Thom.

Sebaliknya, Thom yang dihujat para korbannya itu hanya plirak-plirik sambil
pura-pura membaca majalah. Lelaki yang berbaring tidak berdaya di ranjang
itu tidak mengeluarkan kata sepatah pun.


Perhatian pastor


Mencuatnya kasus dugaan penipuan yang dilakukan Thom menjadi perhatian para
pastor di Yogya sebagai gembala umat. Mereka telah melakukan langkah-langkah
yang dianggap perlu.
Namun, kabar tentang ditangkapnya Thom oleh polisi, ternyata juga mendapat
reaksi beberapa orang dekat Thom. "Minggu lalu saya sempat diprotes oleh
orang yang masih bersimpati kepada Thom. Ternyata mereka tetap memonitor
terus," ujar Romo Martoyo Pr, pastor di Paroki Jetis, Yogya kepada Bernas
Jumat (17/8) siang.

Dikisahkan oleh Romo Martoyo, Minggu (12/8) sore lalu ia sempat memberi
informasi kepada umat setempat tentang Thom. Akan tetapi, tiba-tiba ia
"diinterupsi" oleh seseorang agar hal tersebut tidak dilanjutkan lebih
lanjut. Menyusul kejadian itu, orang yang tidak disebut identitasnya itu
diamankan oleh petugas gereja.
"Saya kasih informasi itu, saya diprotes. 'Stop Romo! Jangan dilanjutkan'.
Ya setelah itu dia malah langsung diamankan oleh keamanan gereja," tutur
Martoyo Pr.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa setelah kasus Thom ini mengemuka banyak tokoh
maupun gembala umat mengambil sikap. Dia mencontohkan, beberapa hari lalu
Pastor Joko dari Paroki Pugeran telah menghadap ke Keuskupan Agung Semarang
untuk mengambil dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Thom. Keberadaan
Thom --khususnya berkaitan dengan kabar penampakan Bunda Maria-- telah
mendapat berbagai tanggapan umat sejak beberapa tahun lalu.

Sumber Bernas, juga seorang pastor, tapi tak bersedia ditulis identitasnya
yang dihubungi kemarin siang mengatakan, langkah yang diambil para gembala
umat adalah sebagai upaya memenuhi kebutuhan umat yang merasa resah. Menurut
dia, keyakinan soal "penampakan Thom" yang selama ini ditanggapi secara
pribadi, perlu diluruskan kembali.
Dituturkan, ulah Thom sebenarnya sudah mendapat tanggapan beraneka ragam
dari umat. Semua surat yang ditujukan kepada Uskup Keuskupan Agung Semarang
(KAS) sejak beberapa tahun lalu juga telah dijawab. "Umat membutuhkan
pendirian. Dan, surat-surat yang masuk ke KAS semuanya sudah dijawab. Nah
jawaban Uskup itu yang akan kita sampaikan kepada umat," kata sumber itu.
(pwk/rts)




Pernah Merekayasa Pembunuhan


SIAPA Thom sebenarnya? Awalnya lelaki berusia 48 tahun itu dikenal sebagai
tokoh kerohanian yang populer dengan pernyataannya tentang penampakan Bunda
Maria saat menangis dan meneteskan darah. Dari klaim tersebut dia kemudian
berhasil menangguk uang milik umat Kristiani hingga mencapai Rp 800,5 juta.
Belakangan, Thom ketahuan belangnya. Dia ternyata tidak lebih seorang tokoh
kerohanian gadungan. Lelaki ini kemudian diketahui sebenarnya adalah
pengangguran.

Salah seorang korban, Ees (56) warga Surabaya, Jumat (17/8) di Mapoltabes
Yogya mengilustrasikan upaya Thom menggelapkan uang umat sebanyak Rp 800,5
juta itu. Dana sebesar itu secara administratif dikelola bendahara,
berinisial El. Tapi, El sebenarnya juga tidak memegang uang tunai. Sebab,
semua uang dibawa Thom.

Untuk menggelapkan uang umat itu, Thom merekayasa seolah-olah pelakunya
adalah El. Karena El tidak berani mempertanggungjawabkan perbuatannya, Thom
bikin rekayasa El bunuh diri di sebuah hotel. Aksi bunuh diri, menurut Thom,
dilakukan El di sebuah hotel di Surabaya pada 10 November 1998 pukul 14.00.
El ditemukan karyawan hotel dalam keadaan tidak sadar. Di tangannya terdapat
luka bekas suntikan obat bius serta sisa cairan obat pembasmi serangga.

"Waktu itu El dikira sudah mati. Pegawai hotel membawanya ke rumah sakit.
Dari paramedis mengatakan sudah tak ada harapan untuk hidup lagi. Tapi,
setelah dirawat 11 hari, El akhirnya sembuh," kata Ees.

Setelah sadar, lanjut Ees, El menceritakan peristiwa yang sebenarnya
terjadi. Dari cerita El itu tersingkaplah sebuah rencana keji Thom yang
sebenarnya berniat membunuh El. Karena sekitar tiga hari sebelum El
ditemukan sekarat di kamar hotel itu, dia bertemu dengan Thom. Saat itu dia
disuruh oleh Thom agar menulis catatan di buku harian.
Isinya menyebutkan, El menyangkal Ketuhanan Yesus Kristus dan berselingkuh
dengan seseorang dari Jepang. Orang Jepang itulah yang membawa kabur semua
uang umat sebesar Rp 800,5 juta. Karena El harus mempertanggungjawabkan uang
itu, El seakan-akan putus asa dan memilih mengakhiri hidupnya.

Akibat upaya Thom itu, El sempat diperiksa polisi. Bahkan, dia sempat
ditahan di Polsek Wonokromo, Surabaya. Tapi, polisi akhirnya membebaskan El
lantaran kurang bukti.
"Dia --Thom-- itu hanya pengangguran. Dia memanfaatkan kepercayaan orang
banyak. Makanya, kita menunggu biar dia diproses dulu di Yogya. Kelak kita
juga menuntut dia diproses di Surabaya," kata Ees. (rts)
-

Kirim email ke