Bro Brianz yang berbahagia,

Dari cerita AH dan Bro, saya baca bahwa Buddha Ruphang
tersebut dijual di Mall bukan di Vihara.
Jadi cerita tentang diisi dengan sesuatu adalah
salah satu trik "Pedagang" agar jualannya laku.
Bisa jadi semua yang dibualkannya adalah tidak 
benar cuma akal-akalan pedagang.

Saya mengutip tulisan salah satu Bhikkhu yang
menjelaskan kata "isi" adalah tidak tepat.
Yang bisa diisi contohnya ember, diisi air, atau
pasir, tapi Buddharuphang bisa diisi?

Nah, apakah bila sudah diblessing ada certifikatnya?
Kalau ada, kita boleh percaya. Tapi sepengetahuan
saya, certifikat seperti ini gak bakalan dikeluarkan
karena tindakkan blessing ini bukanlah ajaran
Sang Buddha. Mungkin ini adalah salah satu kompliment
agar Umat berbahagia bila diblessing.

Bila kita mengerti Dhamma, maka tidak akan terikat
dengan bentuk dan harga dari Buddharuphang.
Dari apapun bahan Buddharuphang emas, gips, semen,
batu, tetap adalah sebuah patung, tidak lebih.

Makanya yang seharusnya bijaksana adalah umat itu 
sendiri. Tidak perlu beli yang mahal-mahal, beli
yang sederhana dan sisa kelebihan uangnya di dana
kan kepada yang perlu, seperti sekolah.

Jadi tolong jangan dipersalahkan agamanya ya Bro,
tapi pedagangnya alias oknumnya.

Saya sendiri punya Buddharuphang yang sangat
sederhana di rumah saya.
Buddharuphang ini terbuat dari gips berwarna kuning
(bukan emas yang gemerlap) dengan gaya rupphang dari
India. Ruphang ini saya temui di Sarinah Thamrin
dengan tidak sengaja sewaktu jalan-jalan di art galeri
Sarinah (kalau gak salah lt.4). Harganya cukup murah
waktu itu cuma Rp. 25,000 an (tahun 1999 an, tepatnya
lupa). Lalu saya titipkan di Uposatagara VJDJ, dan
ditaruh di belakang (tidak terlihat dari depan),
dengan harapan dapat getaran paritta secara tak
langsung, ha...ha...
Setelah lebih kurang 1 tahun, saya bawa Buddharuphang
itu ke rumah dan mengundang Bhante untuk mengadakan
acara pemberkahan.
Dan saya akui, setiap hari waktu baca paritta,
hanya dengan melihat wajah Buddha saja, hati menjadi
tenang dan bahagia. Mungkin ini manfaat yang langsung
saya rasakan.

Mudah-mudahan tulisan saya ini bermanfaat.

Mettacetena,
STJ


--- brianz liu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> bbrp boelan nyang lalu , gue ketemu temen nyang mo
> beli Buddha Rupang. die cari2 di plasa nyangjualan
> macem2 rupang.
> 
>  
> 
> Temen AH itu gue#8230;,waktu gue lagi jalan2 ke
> plaza MM lihat rupang bagus, berhubung gua ngak
> punyarupang dirumah jadi timbul niat pengen beli..
> nanya punya nanya, konon katanya pararupang ikut
> para bhante bervassa. Mahal karena itung2 nyumbang
> vihara ygpenghuninya para biksu utan.
> Bla..bla..bla#8230;
> 
>  
> 
> Gara2 guedisemprot mbak cikung gue SADAR, setiap
> orang punya benih kebuddhaan, nah kalubenih ini gue
> pupuk dan gue urus dengan baik.. pasti subur dan
> buahnya punbagus..
> 
>  
> 
> Berhubung gue iniawalnya buddhist cung2cep belajar
> ajaran tetangga terus kenal doktrin ajaran
> theravadayg konon anti tahayul, gue kembali ke agama
> buddha#8230; terus ngak lama kembalilagi cung2cep
> gara-gara variasi agama buddha#8230; jadilah gue
> bunglon alias penganutaliran gado-gado. 
> 
>  
> 
> Kalau mau jujur#8230;umat buddha itu 100% penyembah
> berhala.. slogan dan jurus mengelaknya
> adalahmenghormati layaknya menghormati bendera.
> aliran mana saja rupang buddhanya pastidi blessing..
> makanya ngak salah kalo umat lain bilang kita
> penyembah setan.. soalnyayg di blessing atau diisi
> pake dewa, dedemit ato jin kita ngak tau. Terus
> kalokita baca paritta di depan rupang maksudnya apa
> ya?
> 
>  
> 
> Coba kalo renungkan#8230;patung kecil aja harganya
> tiao-tiao an apalagi yang dipajang
> divihara-vihara#8230;mil-mil an kale? Duit segitu
> tentunya sangat berguna untuk didanakan atao
> untukmencerdaskan umat dalam pengetahuan dharma.
> 
>  
> 
> Kalau agamabuddha mau bercermin dan menjalankan
> ajaran buddha, kenapa harus membohongi umat.Jangan
> lagi menciptakan umat cung-cung-cep, jangan lagi
> membuat umat berputar2seperti yang saya alami.. 
> 
>  
> 
> Ehm#8230; kalauurusan debat soal bilang tetangga
> juga menyembah berhala.. udah pasti kite2jagonya,
> tapi itu bukan urusan kite#8230; urusan kita adalah
> gimana caranyakeluar dari masalah ini dan kembali
> lagi ke ajaran buddha [kayanya buddha ngakpernah tuw
> suruh kita nyembah2 dia, trus vihara isipatana juga
> ngak ada patungapapun] 
> 
>  
> 
> That why agama buddhacepat punah abis ngak menarik..
> 
> 
>  
> 
> Semoga viharamasa depan tidak ada lagi rupang segede
> gajah.. yang kadang kadang menciptakanumat cung2cep
> yang selalu menjadi objek penderitaan untuk
> disalahkan.
> 
>  
> 
> Maapkanlah danjangan salahkan aku#8230; tukang
> patung.. amin


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke