Namo Buddhaya,
Rekan milis semua, Sekuntum teratai buat Anda semua, para calon Buddha. Bicara Hukum sebab akibat. Perang antar Umat. Respon saya di bawah. ----- Original Message ----- From: "Huangdi_98" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, April 07, 2005 3:10 PM Subject: [Dharmajala] Fwd: Re: hukum sebab akibat --- In [EMAIL PROTECTED], "mei_cien2003" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wah, ini sih terlalu mengagungkan ajaran sendiri. Baca komentar saya di bawah. --- In [EMAIL PROTECTED], Abin Nagasena <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kenapa dunia makin rusak? > Karena semakin sedikit orang yang mengerti ajaran Buddha (karena > kelakuan evangelist salah satunya), sehingga mereka yang tidak mengenal > Buddhisme melakukan hal hal yang tidak baik, lalu ketika terlahir > kembali juga tidak mendapatkan hasil yang lebih baik. > Jadi kalau dunia ini makin rusak salah satu sebabnya ya karena kecilnya > jumlah mereka yang telah mengenal ajaran Buddha, Dunia makin rusak karena kecilnya yang mengenal ajaran buddha? Apa anda menutup mata dengan apa yang terjadi di thailand yang notabene adalah daerah pelacuran terbesar di dunia? Tempat dimana anak2 kecil juga sudah dijadikan pelacur oleh orang tuanya? Memangnya apa mayoritas agama atau ajaran yg dianut rakyat thailand? Memangnya ajaran apa yang diyakini oleh pelacur2 atau orang2 yang menjadikan anaknya sebagai pelacur itu? > dan banyaknya mereka yang mengenal ajaran yang tidak mengutamakan perbuatan baik tetapi lebih > mengutamakan iman seperti kristen. > Karenanya jangan heran yach kalau dunia makin rusak. Wah, bombastis bener ya? Apa anda mengenal siapa itu Mother Teresa? Dia disebut malaikat diantara orang miskin di india. Jutaan orang miskin ditolong tanpa melihat suku atau agama. Dia menolong orang-orang terbuang, yang katanya terhukum karena karmanya. Anda tau apa kitab suci-nya? Kitab suci-nya ada lah kitab suci yang anda sebut2 penuh dengan kebohongan. 2500 tahun yang lalu, seorang pangeran di india, puluhan tahun dia menghabiskan waktu-nya untuk mencari imaginasinya yang kemudian dia sebut dengan penerangan sempurna. Dan setelah dia dapatkan itu, apa yang dia lakukan dengan orang- orang miskin yang ada di sekitarnya? NOTHING!! Dia bicara tentang berbuat kebajikan, asal usul duka, karma, kelahiran kembali dan segala macam yang menyebabkan orang menderita, tapi apa yang dia lakukan dengan orang-orang yang menderita itu? memberi kuliah bahwa itu adalah hasil dari perbuatan mereka sendiri? Bahwa mereka harus bergantung pada diri sendiri supaya mendapat karma yang baik? Speaking is easy, but doing is much more difficult!! Like father like sun, apa yang dilakukan juga oleh pengikut2-nya? Membuktikan bahwa ajaran maha gurunya paling masuk akal dan membuktikan banyak kesalahan pada kitab suci lain? Tapi adakah 1 orang aja pengikutnya yang melakukan apa yang diperbuat oleh Mother Teresa? Jangankan pengikutnya, orang-orang miskin di india dan milyaran manusia lain di seluruh dunia juga mengakui kalau Mother Teresa (yang beriman secara buta, yang kitab sucinya nggak logis) melakukan jauh lebih banyak daripada pangeran india itu. --- End forwarded message --- ============================================= ----- Original Message ----- From: "Huangdi_98" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, April 07, 2005 5:22 PM Subject: [Dharmajala] Fwd: Re: hukum sebab akibat ini gamparan nyang paling bagus buat kite2. boekan jadi onta atawa kuya wae. soooooooooooooooo makanye ngapain pusink2 soal kasih berkasih. dah kebuktian die org ada kontribusi gede sekarang ini buat dunia. Lha kite ? masak coema bawa2 ZHENG YEN doang ? CETAK ZHENGYEN2 nyang baru itu baru bener. Soalnye master ZHENG YEN pasti mampus. Kalu gak cetak ZHENG YEN2 laennye buat ape itu dhamma ? Pajangan doang atawa coema sekedar stiker SABBHA SATTA BHAVANTU SUKHITATTA doang ? ini gamparan nyang paling bagus buat kite2. boekan jadi onta atawa kuya wae. soooooooooooooooo makanye ngapain pusink2 soal kasih berkasih. dah kebuktian die org ada kontribusi gede sekarang ini buat dunia. Lha kite ? masak coema bawa2 ZHENG YEN doang ? CETAK ZHENGYEN2 nyang baru itu baru bener. Jgn ampe master Zheng Yen mati trus gak ada Zheng Yen2 laennye. Kalu dha getu dhamma buat ape ? pajangan stiker doang nyang isinye coema "SEMOGA SEMUA MAHLUK BERBAHAGIA" ? =============================================== Wijaya: Sebagai Buddhis, tentu saya berpikir: Dengan Asoka menjadi Buddhist, berapa ribu jiwa terselamatkan? Berapa ribu jiwa dibunuh dalam perang atas nama agama? Berapa yg dibunuh karena dianggap menyeleweng dari kekristenan? Sikon Sang Buddha berbeda dengan sikon Bunda Theresa, pun dengan sikon Yesus. Seorang Saul yang mengejar-ngejar pengikut Yesus, bisa dipromosikan menjadi nabi, Paulus. Itu hak penuh Tuhan yg tak boleh dipertanyakan. Mungkin OBL juga punya kesempatan yang sama? Sebagian Kristenpun punya tangkisan yg dianggap jitu untuk pertanyaan di atas. Permainan "ping-pong" yang mengasyikkan pun bisa terus berlanjut. Bicara Hukum sebab akibat. Saling serang kata-kata antar agama dan antar sekte di Buddhisme. Coba iseng-iseng kita renungkan. (hadiahnya, tak ternilai, lho!) Sadari..... Ada kebencian, ketidaksukaan--dengan kadar beraneka ragam--pada sekte lain, agama lain pada bathin kita. Masalahnya, (pernah tercetus, nggak?) Apa yang menjadi penyebab munculnya kebencian pada agama lain, sekte lain itu? Sebagai Buddhis, wajarkah kebencian, ketidaksukaan itu? Menurut Buddhisme, kebencian itu --dan juga kebencian pada apapun, siapapun--perlu dipupukkah atau justru perlu kita kikis? Mulai merasakan 'Threre is something right or wrong'? ^_^ Atau......, kita sudah merasa cukup NYAMAN, TERBIASA, TERLANJUR SAYANG dengan kebencian, ketidaksukaan itu sehingga tak ingin diusik, apalagi diminta mencari penyebabnya? Sekedar berbagi.... dengan metta, wijaya NB. Guru kimia saya waktu SMA, seorang yg hebat cara ngajarnya--apa yang diajarkan menjadi mudah ditangkap--, ramah. Tapi kalau marah seperti singa, galaknya bukan main. Berkata sambil ter-senyum2,"Saya tak akan bosan-bosan memarahi murid yang salah, malas belajar. Kenapa? Karena saya digaji untuk itu." Kalau cuman karena digaji beliau bersedia 'TIDAK BOSAN' meluruskan yang bengkok, lalu bagaimana sikap kita pada teman baik kita sendiri? Pada rekan sedhamma kita sendiri? Mestinya usaha kita dalam 'saling mengingatkan' lebih daripada sekedar digaji, kan? ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
