Flyaway with love menulis :

Buddhism yang murni dari kehidupan Siddharta, dari mulut Siddharta....
bla blabla

Sebenarnya yang terakhir itu pun tidak murni karena itu sudah difilter
sama pemahaman pribadi saya.



Rinto Jiang :

Nah, klaim murni ini bukti dari ke-naif-an anda, satu bukti bahwa anda merasa yang anda jadikan pedoman itu adalah yang murni, tapi cuma karena sudah difilter jadi boleh tidak murni, namun sumbernya tetap murni. Ini kan satu bentuk keterikatan, pengkotakan.

Dasar murninya apa? Tripitaka kapan ditulis dalam bentuk literatur? Berapa tahun setelah Sang Buddha mencapai parinibbana? Bayangkan saja, sepuluh tahun saja sebuah peristiwa dapat diturunkan dengan error deviasi yang besar. Ratusan tahun lagi apa itu jadinya?

Bahasa yang digunakan Sang Buddha di zaman itu saja belum ada yang tahu, bahasa Pali juga bukan bahasa di India Utara tempat Sang Buddha menyebarkan ajarannya. Menurut saya pribadi, sebelum berani mengaku sebagai seorang umat Buddhis, pasal pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan keterikatan dan keluar dari kotak sempit murni tidak murni ini. Simply like that.


Rinto Jiang


Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke