Pencari dharma sejati bahkan sanggup mengorbankan tubuh dan pikirannya demi
mendapatkan sebait gatha yang dapat memberinya pencerahan. Maka buku dharma yang setinggi apapun harganya, tidak ada masalah bagi seorang pencari sejati untuk mendapatkannya. Tetapi ingat, di sisi lain bagi sang pemberi dharma, jika memberi dengan rasa pamrih, demi hidup, demi uang, maka dia tidak disebut Pemberi dharma sejati. Buddha dan para Bodhisatva memberikan dharma atas dasar maitri karuna, hanya memberi tanpa pernah berpikir menerima. Itu baru disebut pemberi dharma sejati. Pada situasi sekarang, menjalankan dan menyebarkan dharma memang diliputi oleh banyak rintangan. Saya sendiri tidak mengatakan bahwa pemberi dharma yang masih pamrih itu berarti layak dikucilkan atau tidak pantas lagi menjadi seorang pemberi dharma. Dalam salah satu Sutra, sang Buddha mengatakan bahwa seorang bhiksu/ni yang meskipun melanggar Sila, tetapi masih dapat menunjukkan jalan Nirvana kepada orang ( melalui wejangan dharmanya), masih dapat membuat orang memberi hormat pada Triratna, orang tersebut masih melebihi 95 jenis penganut tirtika (ajaran luar) . ..Oleh sebab itu, sang Buddha tidak memperkenankan para raja menghukum bhiksu/ni yang melanggar sila. Bhiksu yang melanggar Sila tetap layak mendapat penghormatan dari seorang perumah tangga. Demikian juga pemberi dharma yang mencari keuntungan pribadi, dia masih layak dihormati, tetapi pada sisi lain orang seperti itu tentu belum layak disebut seorang pemberi dharma sejati. Jika diurutkan, mungkin katakanlah dia masih sebagai seorang pembabar dharma yang berada di ranking yang masih jauh. Jadi maksud tulisan saya adalah untuk memperingatkan kepada orang yang hanya mencari keuntungan pribadi. Kembalikanlah motivasinya pada dharma sejati. Jangan larut dalam memberi dharma demi manfaat orang lain saja, tapi malah menambah keserakahannya sendiri. Sdr.Flyaway mengasumsikan dharma bagaikan buah2an yang dapat dijual. Orang yang mau menjadi pedagang buah atau air aqua, memang tidak salah, tetapi jika menjadi pedagang buah atau aqua, maka dia hanya disebut pedagang saja, bukan dermawan. Demikian juga menjadikan dharma untuk dijual maka dia hanya disebut pedagang dharma saja, bukan pemberi dharma seperti yang dijalankan seorang Bodhisatva. Jadi silahkan saja memilih mau menjadi pedagang atau pemberi dharma. Sdr. Sutar mengatakan jangan melihat dari satu sisi saja memang benar, oleh sebab itu tulisan ini perlu diangkat untuk mengingatkan mereka yang masih terikat pada keuntungan pribadi. Jika motivasi sdr.Sutar tidak suka buku gratisan itu mungkin karena buku itu tampil dalam bentuk yang jelek atau bagaimana? Saya pernah baca tulisan Sangharakshita, beliau menyayangkan orang lebih suka buku yang tampilannya bagus, atau buku seperti karya lobsang rampa, tapi mereka tidak tertarik dengan kitab Sutra yang tampilannya sederhana padahal justru itulah permata sejati. Memang sesungguhnya motivasi dirilah yang utama. Jika sdr. Sutar sangat mengharapkan adanya suatu media Buddhis yang setingkat kelompok Gramedia, maka semoga motivasinya bersifat luhur, bukan tidak luhur. Bagaimanapun, menjadi pedagang dharma menurut saya masih layak diberi hormat juga, karena dia memberi manfaat agar orang lain mendapatkan ajaran dharma. Cuma sayangnya ya dia sendiri kok mau menjadi pedagang dharma yang hanya mendapatkan satu manfaat. Jika dia memberikan dharma secara cuma cuma tanpa pamrih maka manfaatnya jelas tak terbatas. Jika saya dihadapi pada situasi sebagai penulis dharma, saya juga sangat harap dibayar demi kelangsungan hidup saya, tapi saya harus akui bahwa saya belum layak menjadi praktisi sejati karena sikap ini. Praktisi sejati menulis dharma, mau dibayar atau tidak terserah, meskipun mati kelaparan, dia tetap bebas tak terikat. Jadi sesungguhnya saya bukan menyatakan bahwa tidak boleh menjadi penulis yang mengharapkan dapat bayaran, tetapi jika pikiran itu ada di dalam benak kita, harus kita akui secara jujur, kita masih jauh dari sang jalan. Manfaatnya bukan tidak ada, tetapi sudah saya katakan, tidak seideal bagi seorang pemberi sejati. Saya tetap menaruh respek yang tinggi kepada para penerbit seperti Karaniya. Saya sangat terkesan juga dengan kisah pengalaman sdr.Jenty tentang usaha Karaniya yang tidak semata mata mencari keuntungan dan ada yang rela mencetak dan mengedit sendiri buku dharma dan diberikan secara gratis. Jika tidak ada cara lain, ya apa boleh buat, jual tetap jual, tapi semoga jangan ada motif jadi pedagang dharma. Sejujurnya, saya belum tahu solusi apa yang terbaik untuk masalah ini, dan saya akui tulisan saya hanya sebatas wacana. Tetapi semoga tulisan ini dapat memberi inspirasi baru kepada mereka yang bersangkutan. Atau jika tulisan saya terdapat kesalahan, maka saya mohon petunjuknya dan pengharapan saya adalah semoga Buddha dharma dapat berhembus bebas bagaikan udara yang dapat memasuki ke tubuh siapa saja tanpa ada batasan. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
