Syair Untuk Meditasi

 

14. Mendengarkan Bel

 

Dengar, dengarlah,

Suara yang luar biasa ini

Yang membawa saya kembali

Kepada kesejatian diri sendiri

 

            Ketika mendengarkan bel, pikiran kita akan menjadi satu dengan suara yang bervibrasi, mengalun, dan semakin mengecil. Dengan pertolongan bel, pikiran kita akan bersatu dan membawa kembali ke saat ini. Bel untuk kesadaran ini adalah suara Buddha yang memanggil kita kembali. Kita hendaknya menghormati suara tersebut dengan berhenti berpikir dan berbicara, serta berhubungan dengan diri kita sendiri dengan bernafas dan tersenyum. Ini bukanlah Buddha dari luar. Ini adalah Buddha kita sendiri yang memanggil kita kembali.

            Jika kita tidak dapat mendengar suara bel, maka kita tidak dapat mendengar suara lain yang juga berasal dari Buddha seperti tiupan angina, nyanyian burung, tangisan bayi, atau bunyi mesin mobil. Inilah panggilan dari Buddha yang mengingatkan kita untuk kembali kepada “kesejatian” diri kita sendiri.

            Apa itu “kesejatian” diri? Kesejatian diri adalah elemen tanpa diri yang ada dengan sendirinya. Jika kita dapat melihat dengan cara ini, maka kata “sendiri” tidak lagi menjadi sumber kebinggungan. Dengan latihan menggunakan bel menolong kita melatih bernafas dengan kesadaran dan menyadari sifat ketergantungan dari semua yang ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maha Bikhsu Y.A. Thich Nhat Hanh

"Saat ini Saat Terindah"



Ketika Bangun Pagi ini, Saya tersenyum
Dua puluh empat jam baru ada di depanku
Saya berjanji untuk hidup secara penuh perhatian dan berkesadaran pada setiap saatnya
Dan memandang semua makhluk dengan mata welas asih
 
Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha .

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke