Mengapa yah umat Buddha bantu renovasi mesjid? kalo orang Islam nggak mempersulit kita bangun vihara aja udah syukur...
 
Kalo nggak ngebom aja udah syukur...
 
Rinto Jiang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yayasan Agama Budha Bantu Renovasi Masjid

Sabtu, 24 September 2005 | 02:10 WIB

TEMPO Interaktif,
Depok
:Yayasan Pandita Sabha Budha Dharma Indonesia (BDI) membantu merenovasi sembilan mesjid yang berada di sekitar Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) BDI, Parni Hadi, mengatakan, bantuan ini diberikan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. "Bantuan tersebut untuk memperkuat hubungan silaturahmi yang telah terjalin antara umat Budha dan Islam di Megamendung," kata Parni, Jum’at (23/9).

Dana yang disiapkan sebesar Rp 20 juta untuk membantu menyediakan bahan-bahan bangunan seperti cat, keramik, paralon, kran air, dan lain sebagainya.

Kesembilan mesjid yang akan mendapat bantuan dari BDI, antara lain Mesjid Jami II Mi, Masjid Jami Al Baroekah, Masjid Jami Nurul Hikmah, Masjid Jami Al Fallah, Masjid Nurul Huda, dan tiga musholah.

Setelah program bantuan renovasi masjid ini, Parni menambahkan, Yayasan BDI juga akan mengadakan sunatan massal untuk balita warga di sekitar Megamendung.

Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid Jami Al Baroekah, Dadang, mengatakan bantuan tersebut akan semakin mempererat hubungan antar umat beragama yang selama ini hidup berdampingan rukun dan damai. Bantuan seperti itu, lanjutnya, tidak hanya datang dari umat Budha, tapi juga dari umat Nasrani di sekitar masjidnya. Rini Kustiani


Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke