51.  Sejarah dari Kadal
         
        Demikian telah saya dengar pada suatu ketika: Buddha
sedang berdiam di Puncak Burung Heriang kota Rajagrha.
Pada saat itu, ada sebuah kolam besar dekat kota di
mana orang-orang membuang sampah. Di kolam itu hidup
seekor kadal besar berkaki empat yang serupa dengan
ular. Kadal itu telah tinggal di kolam itu selama tak
terhitung tahun lamanya dan melalui kesedihan tanpa
akhir. Kadang-kadang dia tinggal di air, kadang-kadang
dia keluar ke tepi. Pada suatu kejadian, Buddha dan
para pengikutnya datang ke kolam itu dan ketika
Bhagava melihat kadal itu, dia bertanya kepada para
bhiksu apakah mereka mengetahui alasan dari apa yang
dilakukan sebelumnya yang menyebabkan kadal itu
disana. Tidak satupun dari mereka mengetahuinya, dan
mereka memohon Buddha untuk menjelaskan itu kepada
mereka.
         Buddha berkata: "Para bhiksu, dengarkan
dengan baik dan simpanlah dalam pikiran kalian. Di
masa lampau, ketika Buddha Vipasyin telah datang ke
dunia untuk menolong makhluk dan telah mencapai
Nirvana akhir, ada 400 bhiksu yang mengikuti ajaran
suci itu. Mereka tinggal di pertapaan di sebelah
sebuah gunung. Dari timur hingga barat pertapaan itu
penuhi pohon buah-buahan dan sayuran secara melimpah,
dan diantara pohon-pohon itu ada sebuah tempat yang
indah dengan mata air yang airnya cermelang. Pada saat
itu, berkat usaha yang keras, semua bhiksu itu
mencapai buah pertama hingga keempat.
         Pada suatu kejadian, 500 saudagar yang pergi
ke laut mencari permata berharga. Mereka kehilangan
jalan dan tiba di gunung di mana para bhiksu itu
tinggal. Melihat usaha keras para bhiksu dalam
belajar, mereka berkeinginan untuk membuat pesembahan
dan berjanji bahwa jika mereka kembali tanpa
kecelakaan dari perjalanan laut, mereka akan memberi
persembahan kepada Sangha. Para bhiksu ini
menyetujuinya dalam keheningan. Para saudagar pergi ke
laut, menemukan banyak harta, dan kembali selamat dan
sehat, mempersembahkan harta yang melimpah kepada para
bhiksu. Sangha Yang Mulia menerimanya dan memberikan
kepada bhiksu penjaga yang mengatur masalah Sangha,
beberapa waktu kemudian, ketika persedian persembahan
hampir habis, mereka berpikir untuk menggunakan harta
itu dan memberitahu bhiksu penjaga: 'Bhiksu, ambilah
harta yang diberikan oleh saudagar dan juallah demi
memperoleh persediaan.' Bhiksu penjaga itu menjawab:
'Harta itu diberikan hanya untukku, bukan untuk
kalian.' Sangha menjawab: 'Harta itu sama sekali tidak
diberikan kepadamu. Itu diberikan ke seluruh kumpulan
dan hanya dipercayakan kepadamu untuk disimpan.
'Bhiksu penjaga itu kemudian menjadi marah dan
berkata: 'Apakah kalian makan hingga kalian muntah?
Dan janganlah mengaku harta ini sebagai milik kalian.
Ini bukan milik kalian semua tetapi harta ini milikku.
'Ketika Sangha melihat bahwa bhiksu penjaga itu
dikuasi oleh pikiran jahat dan menjadi marah, mereka
bubar, masing-masing bhiksu pulang ketempatnya.
         "Karena keinginan jahat dari bhiksu penjaga
itu terhadap Sangha Yang Mulia, ketika dia meninggal
dia jatuh ke dalam neraka dan melalui penderitaan tak
terhingga penuh kotoran yang tak terkatakan selama 91
kalpa. Terbebas dari neraka, dia terlahir kembali di
kolam kotor ini dan menderita selama berkalpa-kalpa.
Buddha Sikhin sebelumnya datang ke kolam ini dengan
para bhiksu, melihat kadal itu, dan menjelaskan
perbuatan sebelumnya, dan juga Buddha Visvabhuj,
Kanakamuni, dan Kasyapa. Dan sekarang saya, Buddha
Sakyamuni, memberitahu kalian sejarah kadal ini dan
1000 Buddha di kalpa yang akan datang akan datang juga
ke tepi kolam ini dan memberitahu sejarah kadal ini."
         Ketika para bhiksu telah mendengar ajaran
Buddha ini, mereka sangat ketakutan hingga rambut
mereka berdiri. Kemudian para bhiksu masing-masing
menjaga sikap, ucapan, dan pikiran masing-masing.
Semuanya percaya dan bersukacita dalam kata-kata
Buddha.

-----------------------------------------------------
Jika Ingin menyebarkan Naskah ini, mohon mencantumkan 
sumber dan pengalih bahasa

Sumber:
Sutra of the Wise and the Foolish [mdo mdzangs blun]
atau
Ocean of Narratives [uliger-un dalai]

penerbit:
Library of Tibetan Works & Archieves

Alih Bahasa Mongolia ke Inggris:
Stanley Frye

Alih Bahasa Inggris ke Indonesia:
Heni [Mhsi Universitas Indonesia]

Editor:
Junaidi
Kadam Choeling Bandung

ps: masih dlm proses edit, maaf jika masih ada
kesalahan
------------------------------------------------------


J u n a i d y  A n w a r
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, & Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia

Phone : +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile: +62 856 219 8835 / +62 22 911 80 855 / +62 22 707 87 555 

----------------------------------------------------------
May I become at all times, both now and forever; a protector for those without 
protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with 
oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those 
in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack 
of shelter; and a servant to all in need---Bodhicharyavatara, Shantideva
----------------------------------------------------------


        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke