| Jumat, 14 Oktober 2005 |
|
Pengemis Kian Banyak dan Padati Perempatan
Jakarta, kompas - Menjelang Lebaran dan pascakenaikan harga bahan bakar minyak, pengemis dan anak-anak jalanan bertambah banyak dan memadati perempatan-perempatan jalan di Ibu Kota. Jumlah mereka diperkirakan meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan sebelum kenaikan harga BBM. Menurut pengamatan dan keterangan warga di beberapa perempatan utama, Kamis (13/10), bertambahnya pengemis itu dipicu beban hidup yang semakin berat pascakenaikan harga BBM. Mohammad (37), pengojek yang sehari-hari mangkal di sekitar Perempatan TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, mengatakan, jumlah pengemis di perempatan itu kini 50-an orang. Sebelumnya jumlah mereka 30-an orang. Para pengemis itu umumnya meminta-minta kepada pengendara mobil atau motor sambil menggendong anaknya. Tidak ketinggalan, anak-anak berusia 6-12 tahun juga dilibatkan dalam aktivitas tersebut. Bahkan, tidak jarang anak-anak itu lebih sering dikerahkan untuk mengemis, sementara ibu mereka beristirahat di tempat teduh. Pemandangan serupa terlihat di Perempatan Coca-Cola, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Bungsu (37), penjual minuman di perempatan itu, menuturkan, para pengemis di tempat tersebut kini meningkat, dari sebelumnya sekitar 100 orang menjadi hampir 200-an orang. Di perempatan ini pengemis meminta-minta uang setelah mengelap mobil dengan bulu ayam. Tini (31), pengemis di Perempatan Coca-Cola, mengaku, setelah kenaikan harga BBM pendapatannya menurun dari Rp 25.000-Rp 30.000 menjadi sekitar Rp 15.000 per hari. (SAM) |
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
