Setuju, jangan malu ngajak orang Kristen ke vihara!! apalagi ngajak sesama Buddhis!!
ching ik/ djoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ching ik/ djoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebenarnya kita dapat memandang bahwa agama2 lain adalah bagian dari
agama Buddha. Ini berarti tidak ada lagi pemberian jarak bahwa engkau
adalah agama ini dan aku adalah agama Buddha. Ini dapat diterima dalam
konsep Buddhism. Ingat Avatamsaka memiliki konsep satu adalah semua dan
semua adalah satu? :)
Tuhan itu kita boleh mengatakan ada. Mengapa tidak? Ingat dewa surga
Paranimmanarati yang menciptakan istana? itu berarti pencipta bukan?
ingat dewa brahma merasa memiliki hak kuasa terhadap makhluk yang di
bawahnya? Kita tidak perlu selalu berdiri di seberang dengan selalu
mengatakan bahwa buddhism tidak percaya Tuhan. Kita boleh bilang
percaya. Seperti halnya kita percaya bahwa berbuat baik akan terlahir
di surga walaupun itu bukan tujuan tertinggi praktisi Buddha. Tapi ini
adalah bagian dari Buddhism tingkat dasar. Walaupun Tingkat dasar tetap
harus kita jalankan dengan baik juga bukan? Cuma kita harus selalu
ingat bahwa kita juga memiliki tingkatan lanjutan untuk mencapai tujuan
lebih tinggi, yakni mencapai tingkat Buddha.
oh ya ada hal yang menarik dari ceramah bhiksu Chin Kung. Beliau
mengatakan bahwa seharusnya umat Kristen belajar agama Buddha. Itu
tidak akan melanggar ajaran dari Tuhannya. Bahkan Tuhan nya akan lebih
senang. Begini. Kita lihat dulu hubungan umat kristen dengan Tuhan
mereka. Mereka menyebut Tuhan mereka adalah Bapa. Ini pertanda bahwa
hubungan mereka dengan tuhan adalah hubungan antara Bapak dan anak.
Kemudian mari lihat Buddhisme dan para umat Buddha. Kita sering
menyebut Buddha itu sebagai guru. Jadi hubungan agama Buddha dengan
umatnya adalah suatu hubungan antara guru dan murid. Nah, dari kedua
hal ini, anak Tuhan pergi belajar dengan guru Buddha apa nya yang
salah? Itu kan sekolah namanya. Setelah tamat sekolah, dia tetap boleh
pulang ke Bapanya (orang selesai sekolah ya pulang ke rumah Bapaknya).
Itu malah berbakti namanya dalam ajaran Buddha. Buddha mengajarinya
moralitas, mengajarinya bagaimana menjadi seorang yang baik, apakah ada
Tuhan yang tidak senang bila anaknya menjadi baik? Tidak bukan? , dan
setelah berhasil dibawah bimbingan Buddha, dia kan boleh pulang kembali
kepada allah Bapanya. Jadi inilah yang disebut Buddhisme itu tidak
berbenturan dengan agama manapun.
So, katanya umat kristen suka ngajak uamt Buddha ke gereja. Ya kita
juga ajak umat kristen belajar Buddhisme. ya klop deh :)
Bila umat Kristen membangga banggakan ajarannya, itu benar kok. Sama
seperti saat kita Sekolah SMP kita membangga banggakan ajaran SMP yang
kita pelajari. Bila dia mengatakan ajaran Buddha tidak lebih baik , itu
wajar karena ibarat anak SMP belum memahami ajaran Universitas.
Mengenai mana yang lebih unggul, tidak ada kok. Sekolah itu tidak ada
yang lebih unggul, tapi bersifat tahapan. Tidak mungkin kita menjelek
jelek ajaran SD, padahal untuk mencapai Universitas kita tetap harus
melalui tahap SD.
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
