Bro Ivan yang budiman. Saya mengerti apa yang anda maksudkan. Tetapi saya kira mungkin anda salah menangkap apa yang ingin saya sampaikan. Padahal saya setuju sekali dengan tulisan anda. Yang lupa saya tambahkan adalah bahwa saya mengkategorikan alasan dan tujuan anda membahas topic ini pada kategori point pertama seperti yang saya camkan (ada 3 point, anda coba lihat sekali lagi). Anda mengatakan bahwa ¡§membabarkan apa yang ada dalam Buddhadharma tidaklah sama dengan merendahkan para dewa.¡¨ Tepat seperti itulah maksud saya. Cuma yang ingin saya tekankan adalah agar kita jangan terkontaminasi oleh alasan ke 3 seperti yang saya katakan. Apakah ada umat Buddha yang demikian, saya tidak tahu. Dan tujuan saya adalah untuk mengingatkan kembali saja. Sayang, mungkin cara penyampaian saya yang kurang baik (mohon maklum atas kebodohon saya) hingga membuat anda kira bahwa saya menganggap semua penganut Buddha merendahkan para dewa.(Saya nggak lho). Jadi dari sisi ini, saya setuju dengan tanggapan anda dan tentu saya senang dan kagum sekali melihat anda memiliki pengetahuan dharma yang begitu mendalam.
Mengenai apakah ada umat Buddha yang arogan, mengatakannya tidak ada juga terkesan bahwa umat Buddha itu berarti wah¡Kgimana gitu¡K Sejujurnya ada. Dan tahukah siapa? Maaf jika membuat anda tertawa, yaitu saya sendiri. Jika menyelam ke dalam dasar batin, saya akan menemukan sosok batin saya yang demikian, maka dari itulah atas pengalaman buruk ini, saya ingin mengingatkan kembali umat Buddha. Jadi tentu saya senang sekali mengetahui bahwa anda adalah orang dengan kategori pertama, bukan kategori ke 3. Sekali lagi maaf jika terdapat kesalahan. Amitofo.. > Sdr. Chingik yang budiman, > > Dengan adanya globalisasi maka hubungan antara Barat dan Timur akan > semakin dekat. Begitu pula halnya dengan agama. Oleh karena itu > menurut saya diskusi atau debat agama adalah sesuatu yang wajar. Bila > Anda sepakat bahwa semua adalah bagian dari dharmadatu, maka tentunya > Anda juga bisa menganggap bahwa debat atau diskusi agama adalah > bagian dari dharmadatu juga bukan? > Pada kesempatan kali ini, saya hendak menanggapi mengenai masalah > makhluk adikuasa. Mengatakan bahwa makhluk tersebut tidak adikuasa > tidaklah sama dengan menghina atau tidak menghormati makhluk > tersebut. Sebagai contoh, bayangkan bahwa Anda adalah seorang guru. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Click here to rescue a little child from a life of poverty. http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
