Namo Buddhaya,

Sdr. Chingik yang budiman,

Mohon maaf kalau saya salah menafsirkan posting Anda. Ya memang benar 
bahwa kita tidak sepatutnya bersikap "ugal-ugal"an terhadap dewa-dewa 
agama lain. Sesama manusia saja kita hormati, apalagi dewa-dewa. Toh 
mereka tidak bersalah pada kita, terlepas dari dewa itu benar ada 
atau tidak. Benar sekali bahwa poin 3 itu tidak selaras dengan ajaran 
Buddha karena motivasinya adalah kebencian. Karena itu dalam diskusi 
agama saya selalu mengajak untuk berpikir rasional dan berkepala 
dingin. Hasilnya ada beberapa orang yang mau bersedia menerima 
Buddhisme meskipun mereka tidak menjadi Buddhis.
Bicara masalah dewa-dewa, saya baru saja bertemu dengan seorang 
Katolik pemilik depot langganan saya. Dia mengeluh kalau depotnya 
sepi terus menerus, maka karena dia orang Jawa saya berangkat dari 
ajaran Kejawen (padahal sesungguhnya Buddha, karena banyak ajaran 
Kejawen yang sumbernya dari Hindu-Buddha) saya menganjurkannya agar 
sebelum membuka depot, ia menyisihkan sebagian makanan yang 
dimasaknya kepada makhluk halus tempat itu (istilah Buddhisnya dewa-
dewa surga Catuhmaharajika, yang terbagi menjadi bhumatta, rukkha, 
dan akasatha). Saya menganjurkannya untuk mempersembahkan makanan itu 
dengan tulus. Hasilnya depotnya jadi lumayan rame! Saya tidak tahu 
apakah ini sebagai akibat mendanakan makanan pada makhluk-makhluk 
halus (dewata surga Catuhmaharajika) atau hanya kebetulan saja. 
Mungkin juga dia lebih bersemangat setelah diberi "ilmu" baru.
Namun, saya sudah mencoba untuk menyampaikan banyak hal pada oang 
itu, yakni mengenai manfaat berdana. Bahwa di sekeliling tempat kita 
masih banyak makhluk gaib (selain Tuhan yang diyakininya). Saya 
menjelaskan beberapa prinsip Buddhis tanpa perlu mengaku sebagai 
orang Buddhis. Nampaknya dia sudah bisa menerima beberapa prinsip 
tersebut tanpa menjadi orang Buddhis.
Tetapi, saya mengatakan padanya pula agar jangan minta apa-apa pada 
makhluk gaib, lebih baik percaya diri sendiri, berbuat baik, dan 
meningkatkan kualitas makanan yang ada. Demikianlah sekelumit 
pengalaman saya.
Jadi menurut hemat saya, misionaris Buddhis adalah mengenalkan nilai2 
Buddhis tanpa berusaha memBuddhiskan orang lain, karena tidak ada 
orang yang sanggup memBuddhiskan orang lain, selain orang itu sendiri.
Demikian semoga bermanfaat dan salam Buddhis dari saya.

Metta,

Tan
 


--- In [email protected], "ching ik/ djoni" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Bro Ivan yang budiman.  
> Saya mengerti apa yang anda maksudkan. Tetapi saya kira mungkin 
anda 
> salah menangkap apa yang ingin saya sampaikan. Padahal saya setuju 
> sekali dengan tulisan anda. Yang lupa saya tambahkan adalah bahwa 
> saya mengkategorikan alasan dan tujuan anda membahas topic ini pada 
> kategori point pertama seperti yang saya camkan (ada 3 point, anda 
> coba lihat sekali lagi). Anda mengatakan bahwa ¡§membabarkan apa
> yang ada dalam Buddhadharma tidaklah sama dengan merendahkan para




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke