Dear all, 

1.Pertanyaan a, saya rasa teman2 lainnya telah menjawab dengan 
benar. 

2. Mengenai pertanyaan b tentang tidak ada niat dari sang Buddha 
membabarkan dharma,  sudahlah kita tidak perlu menerka-nerka 
sebabnya, mari kita baca saja jawaban lansung dari sang Buddha dalam 
kitab Upaya Kausalya Sutra (seperti yang telah dijelaskan oleh bro 
Dharmaduta). Berikut saya akan kutipkan langsung jawaban dari sang 
Buddha kepada bodhisattva Nyanajina dalam Sutra ini:    
¡§Ketika Tathagata masih menapaki jalan Bodhisatva, ia melatih 
perbuatan-perbuatan dan tekad sumpah yang tak terhitung banyaknya 
untuk memberikan kebahagiaan pembebasan kepada semua makhluk hidup, 
namun mengapa ia membabarkan Dharma hanya setelah diminta oleh 
Brahma untuk melakukannya? Putra yang berbudi, Tathagata mengetahui 
bahwa banyak dewa dan manusia berlindung kepada Brahma dan memujanya 
karena mereka berpikir bahwa Brahma telah menciptakan mereka, bahwa 
ia adalah makhluk yang termulia di dunia, dan bahwa selain ia tiada 
lagi yang dapat menciptakan dunia. Putra yang berbudi, pada saat 
itu, mengetahui hal ini, Tathagata berpikir, ¡§Sekarang saya harus 
menunggu Brahma untuk meminta saya membabarkan Dharma. Bila Brahma 
tunduk padaku, maka makhluk-makhluk yang berlindung kepadanya akan 
berlindung kepadaku dan berkata satu sama lain, ¡§Brahma meminta 
Tathagata untuk membabarkan Dharma. Brahma sungguh telah 
melakukannya¡¨. 
¡§Putra yang berbudi, karena Tathagata mempunyai kebajikan agung 
yang luar biasa, Brahma datang kepadanya dan memohon dengan sangat 
untuk membabarkan Dharma dan memutar roda Dharma. Putra yang 
berbudi, jika tidak melalui kekuatan batinku yang menyebabkan Brahma 
datang memohon kepadaku, ia tidak akan datang memohon, karena ia 
tidak mempunyai niat untuk melakukannya. Putra yang berbudi, supaya 
para makhluk hidup yang berlindung kepada Brahma melepaskan diri 
mereka darinya, amatlah penting bagi Buddha untuk menunggu sampai 
Brahma memohon kepadanya; tindakan Brahma membuktikan kehebatan dan 
keunggulan Buddha. Putra yang berbudi, ketika Brahma memohon kepada 
Tathagata untuk memutar roda-Dharma, enam juta delapan ratus ribu 
dewa dari Surga Brahma membangkitkan pikiran anuttara samyaksambodhi 
dan berkata, ¡§Ia benar-benar seorang Buddha. Ia yang termulia, yang 
tertinggi di antara para makhluk hidup¡¨. Mereka membuat tekad sumpah 
yang demikian: ¡§Di salah satu kehidupan mendatang, saya akan 
mencapai kearifan dan kebajikan yang luar biasa sama seperti yagn 
telah dicapai Buddha¡¨. Ini adalah upaya kausalya dari Tathagata.   
I  
        ¡§Putra yang berbudi, saya baru saja membicarakan tentang 
sebab-musabab dan kondisi kondisi dalam memperlihatkan sepuluh 
perbuatan kepada para makhluk hidup. Dalam melakukan sepuluh 
perbuatan ini, Bodhisatva, Tathagata mempertunjukkan upaya kausalya. 
Hanya orang arif yang dapat memahami hal ini. Putra yang berbudi, 
Anda tidak boleh beranggapan bahwa Bodhisatva telah melakukan 
pelanggaran, bahkan yang terkecil sekalipun. Akan tidak mungkin lagi 
Bodhisatva untuk duduk di bodhimanda dan mencapai anuttara 
samyaksambodhi jika ia telah melakukan hal-hal yang tidak baik apa 
pun, bahkan yang terkecil sekalipun. Mengapa? Karena, putra yang 
berbudi, Tathagata telah berhasil dalam segala dharma yang baik dan 
memutuskan segala dharma yang tidak baik. Ia bebas dari Samsara, 
balasan karma, dan kekuatan kebiasaan [yang menumpuk di kehidupan-
kehidupan lampau]; sama sekali tidak mungkin bahwa ia masih ada sisa 
karma yang belum dilenyapkan, apalagi bahwa ia dirintangi oleh 
balasan karma. Putra yang berbudi, demi kepentingan para makhluk 
hidup yang mengatakan bahwa tidak ada balasan karma dan tidak 
percaya adanya balasan karma, maka Tathagata memperlihatkan sebab-
musabab dan kondisi-kondisi yang memunculkan ¡§balasan karma¡¨ pada 
dirinya. Tathagata sebenarnya tidak mempunyai balasan karma, tetapi 
memperlihatkan hal ini kepada para makhluk hidup, supaya mereka 
dapat berpikir, ¡§bahkan ia, Raja Dharma, pun masih menerima balasan 
karma, apalagi para makhluk hidup lainnya¡¨. 
        ¡§Putra yang berbudi, Tathagata tidak mempunyai rintangan-
rintangan karma. Sebagai contoh, misalnya seoerang guru pandai yang 
mengajar anak-anak membacakan untuk mereka beberapa bab dari sebuah 
buku. Ia melakukannya bukan karena ia tidak mengerti isi buku itu, 
tetapi karena ia berpikir bahwa anak anak tersebut akan meniru 
contohnya dan ikut membaca. Dengan cara yang demikian pula , putra 
yang berbudi, Tathagata, yang telah mempelajari semua dharma dengan 
baik, mengatakan kata-kata tertentu dan memperlihatkan peristiwa-
peristiwa tertentu [bukan karena ia masih mempunyai rintangan-
rintangan karma tertentu, tetapi] karena ia ingin para makhluk hidup 
lainnya melakukan perbuatan-perbuatan suci. ¡K¡K.. 

¡K.¡¨putra yang berbudi, sebagai contoh, misalnya ibu susu dari putra 
seorang sesepuh. Demi kepentingan bayi yang dipercayakan 
perawatannya karena cinta orang tua itu terhadap putranya, ia 
meminum obat yang pahit walaupun tidak sakit. Ia meminum obat yang 
pahit itu karena ingin membuat susunya suci. Demikian pula, putra 
yang berbudi, Tathagata, Bari dari Seluruh Dunia, tidak jatuh sakit, 
tetapi tampak seperti sakit dengan tujuan untuk mengajari dan 
mengubah para makhluk hidup yang tidak mengetahui balasan karma; ia 
tampai seperti menerima balasan-balasan tertentu dari karma-karma 
tertentu, agar setelah mendengar hal ini, para makhluk hidup menjadi 
takut dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan jahat lagi. 

Semoga kutipan ini dapat bermanfaat.

Amithofo

Cg ik.



--- In [email protected], "PIJ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> a). Tidak ada donk. kalau ada ngapain Siddharta Gautama susah2 
menjadi sang Buddha? Belajar aja sama sang Buddha saat itu.
> b). Justru karena sdh mencapai pencerahan sempurna maka seoarang 
Buddha tidak memiliki niat atau keinginan pribadi lagi. Sehingga 
para dewa memohon sang Buddha untuk membabarkan Dhamma. Justru aneh 
kalau sang Buddha punya inisiatif sendiri untuk membabarkan Dhamma. 
Untuk kasus bikkhuni, kita cowok aja disuruh meditasi setiap hari 
aja susah, apalagi menjalani kehidupan kebikkhuan buat wanita, jadi 
kalau seseorang tidak punya tekad yang kuat lebih baik jangan coba2. 
Untuk menguatkan tekad itu maka sang Buddha tidak langsung 
mengizinkan.
> Soal Buddha masih mengalami kesakitan dan sebagainya justru hal 
itu semakin membuktikan bahwa sang Buddha benar2 sudah mencapai 
pencerahan sempurna. Karena kalau belum maka tentu dengan 
kekuatannya sang Buddha pasti sudah menyembuhkan diriNya sendiri 
atau malah menghindar karena ndak tahan/takut ama penderitaan. 
Sebaliknya kalau tubuh sang Buddha tidak bisa sakit, tidak bisa 
rusak, maka lebih aneh lagi.... karena sang Buddha sendiri 
mengajarkan bahwa segala sesuatu yang berkondisi pasti berubah. 
Pencapaian kebuddhaan, kesucian tidak berhubungan dengan badan ini 
tapi kondisi mental.
> 
>  






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke