Dulu waktu saya masih SMA, ada pelajaran Biologi yang mengajarkan teori Darwin dan teori Lammarck. Teori Darwin itu, bisa dicontohkan sbb: Dulu hidup 2 tipe ekor jerapah. Jerapah yang satu lagi berleher pendek dan yang lainnya yang seperti kita ketahui sekarang, berleher panjang. Terus, karena yang pendek gak bisa makan ranting pohon(karena lehernya pendek), akhirnya dia gak bisa menyesuaikan diri dengan makan rumput dan punah. Buktinya banyak yang menentang, karena gak pernah ditemukan fosil jerapah berleher pendek.
Teori Lammarck, dulu jerapah itu berleher pendek, dan karena makannya daun ranting pohon, dia menyesuaikan diri dan menjadi berleher panjang. Seolah-olah mempunyai kemampuan merubah diri. Namun begitulah teori Lammarck. Buktinya banyak sih, terutama kedekatan kerabat antara ikan paus dan gajah layaknya anjing dan serigala. Hal ini bisa dibuktikan dengan tes DNA. Saya sendiri masih skeptis tentang teori ini, soalnya ceritanya bermula dari migrasi mahkluk laut ke daratan. Jadi manusia ini dulunya mahkluk laut, benarkah? Bagaimana evolusi terjadi? Prosesnya seperti apa dan faktor2 apa saja yang mempengaruhinya?
Waktu itu guru Biologi saya mengikuti seminar pelajaran Biologi bagi guru-guru SMA. Guru Biologi saya kira isinya apaan, malah menghujat-hujat teori Darwin. Ternyata tokoh yang dominan itu fundamentalis agama, pembawa acaranyapun juga gak netral sama sekali malah ramai-ramai mengajak semuanya untuk mengajarkan bab tersebut dengan memojokan teori tersebut. Mereka gak bisa nerima kalo manusia berasal dari kera, mereka lebih bisa nerima kalo manusia langsung diciptakan begitu saja oleh Tuhan seperti di kitab sucinya... Darwin itu utusan setan, teori sesat... Darwinisme, darwinisme, dst tapi, ini sekali lagi salah kritik dan absurd. Yang bikin teori manusia dari kera itu kan Lammarck, bukan Darwin. Lah, ini orang mau sok tahu tapi akhirnya salah kritik. Lucu kan? Kalo Darwin bilang, gak bisa menyesuaikan diri lalu punah, sementara Lammarck bilang, gak bisa menyesuaikan diri lalu berubah. Sesederhana ini mereka masih gak bisa paham dan jadi guru SMA, lalu mengkritik hal yang salah pula... ini bisa ditertawakan dan jadi alasan memblenya pendidikan Indonesia. Itu di Jakarta lho, entah di daerah lain seperti apa. Saya sih pesimis.
Sejak dulu, agama udah gak bisa dicampur sains. Agama Katolik Roma learn that the hard way. Dulu untuk mengeluarkan teori baru mesti berhati-hati dengan gereja, karena salah-salah bisa merongrong wibawa gereja. Siapa yang sekarang gak percaya Heliosentris? (Matahari di tengah), siapa yang gak percaya kalo siang malam itu karena bumi berotasi? Copernicus dan Galileo dihukum karena itu. Akhirnya, gereja mengalah dan memperbaharui diri. Marthin Luther meneriakkan: "Ecclessia semper reformada" atau gereja yang selalu diperbaharui! Di pelajaran agama gw waktu SMA guru agamanya aja bilang, sains dan agama gak bisa dicampur... nah sudah jelas batasnya mereka, sementara yang sekarang ini... maunya apa nih?
Dulu kalo di mailist mana gitu, pernah bilang... bukannya semuanya menyembah patung? Itu bisa diceritakan nanti. Soal Tuhan, kalo manusia mau mendeskripsikannya, hasilnya gak akan bagus, mau dibilang Maha segalanya, bisa jadi maha jahat, maha pencuri, maha pembenci, maha pemarah, maha jelek, dst... tapi selama ini kita gak bilang begitu karena sifat2 seperti itu jelek dimata manusia biasa, namun pikiran manusia biasa yang cuma memakai 20% dari kapasitas otaknya itu bisa apa? Apa itu benar2 jelek? Bahasa manusia sederhana saja, gak akan cukup menjelaskan sifat 'Yang tak terkatakan itu'. Selama ini dikatakannya selalu yang baik-baik, kalo dapat musibah, dikatakannya selalu dibilang ujian/cobaan instead of hukuman. Entah kapan refleksinya, selalu mengatakan kalo semua manusia berdosa, tapi merasa gak mau dihukum, jadinya malah bilang sedang diuji/dicoba.
dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Teori Lammarck, dulu jerapah itu berleher pendek, dan karena makannya daun ranting pohon, dia menyesuaikan diri dan menjadi berleher panjang. Seolah-olah mempunyai kemampuan merubah diri. Namun begitulah teori Lammarck. Buktinya banyak sih, terutama kedekatan kerabat antara ikan paus dan gajah layaknya anjing dan serigala. Hal ini bisa dibuktikan dengan tes DNA. Saya sendiri masih skeptis tentang teori ini, soalnya ceritanya bermula dari migrasi mahkluk laut ke daratan. Jadi manusia ini dulunya mahkluk laut, benarkah? Bagaimana evolusi terjadi? Prosesnya seperti apa dan faktor2 apa saja yang mempengaruhinya?
Waktu itu guru Biologi saya mengikuti seminar pelajaran Biologi bagi guru-guru SMA. Guru Biologi saya kira isinya apaan, malah menghujat-hujat teori Darwin. Ternyata tokoh yang dominan itu fundamentalis agama, pembawa acaranyapun juga gak netral sama sekali malah ramai-ramai mengajak semuanya untuk mengajarkan bab tersebut dengan memojokan teori tersebut. Mereka gak bisa nerima kalo manusia berasal dari kera, mereka lebih bisa nerima kalo manusia langsung diciptakan begitu saja oleh Tuhan seperti di kitab sucinya... Darwin itu utusan setan, teori sesat... Darwinisme, darwinisme, dst tapi, ini sekali lagi salah kritik dan absurd. Yang bikin teori manusia dari kera itu kan Lammarck, bukan Darwin. Lah, ini orang mau sok tahu tapi akhirnya salah kritik. Lucu kan? Kalo Darwin bilang, gak bisa menyesuaikan diri lalu punah, sementara Lammarck bilang, gak bisa menyesuaikan diri lalu berubah. Sesederhana ini mereka masih gak bisa paham dan jadi guru SMA, lalu mengkritik hal yang salah pula... ini bisa ditertawakan dan jadi alasan memblenya pendidikan Indonesia. Itu di Jakarta lho, entah di daerah lain seperti apa. Saya sih pesimis.
Sejak dulu, agama udah gak bisa dicampur sains. Agama Katolik Roma learn that the hard way. Dulu untuk mengeluarkan teori baru mesti berhati-hati dengan gereja, karena salah-salah bisa merongrong wibawa gereja. Siapa yang sekarang gak percaya Heliosentris? (Matahari di tengah), siapa yang gak percaya kalo siang malam itu karena bumi berotasi? Copernicus dan Galileo dihukum karena itu. Akhirnya, gereja mengalah dan memperbaharui diri. Marthin Luther meneriakkan: "Ecclessia semper reformada" atau gereja yang selalu diperbaharui! Di pelajaran agama gw waktu SMA guru agamanya aja bilang, sains dan agama gak bisa dicampur... nah sudah jelas batasnya mereka, sementara yang sekarang ini... maunya apa nih?
Dulu kalo di mailist mana gitu, pernah bilang... bukannya semuanya menyembah patung? Itu bisa diceritakan nanti. Soal Tuhan, kalo manusia mau mendeskripsikannya, hasilnya gak akan bagus, mau dibilang Maha segalanya, bisa jadi maha jahat, maha pencuri, maha pembenci, maha pemarah, maha jelek, dst... tapi selama ini kita gak bilang begitu karena sifat2 seperti itu jelek dimata manusia biasa, namun pikiran manusia biasa yang cuma memakai 20% dari kapasitas otaknya itu bisa apa? Apa itu benar2 jelek? Bahasa manusia sederhana saja, gak akan cukup menjelaskan sifat 'Yang tak terkatakan itu'. Selama ini dikatakannya selalu yang baik-baik, kalo dapat musibah, dikatakannya selalu dibilang ujian/cobaan instead of hukuman. Entah kapan refleksinya, selalu mengatakan kalo semua manusia berdosa, tapi merasa gak mau dihukum, jadinya malah bilang sedang diuji/dicoba.
dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Buddhaya,
Sekedar info, dalam buku karya Harun Yahya yang berjudul Agama
Darwinisme halaman 29 terdapat gambar Buddha dengan
keterangan: "Penganut ajaran Buddha nyembah patung Buddha yang buat
sendiri dengan tangan sendiri karena menganggap bahwa patung tersebut
dapat melihat dan mendengar." Halaman 28: "Seperti semua agama berhala
lainnya, ajaran Buddha menolak tentang adanya Tuhan Sang Pencipta.
Agama dengan sikap mental evolusionis antara lain Konghucu, Tao, dan
Buddha."
Nah, bagaimana pendapat rekan-rekan sekalian?
Metta,
Tan
Yahoo! Photos Showcase holiday pictures in hardcover
Photo Books. You design it and well bind it!
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
