Namo Buddhaya,
Menurut saya, Harun Yahya itu kan bukan seorang Buddhis, yang pastinya sangat sangat belum mengerti apa itu Buddhisme, yah jadi wajar2 saja kalo menganggap seperti demikian. Andaikan ia punya kebijaksanaan lebih untuk membuka pikirannya dan mempelajari Buddhisme lebih seksama, maka kata2 itu tidak akan terlontar dalam bukunya.
Pengertian 'Berhala' itu memang paling gampang diucapkan dan divoniskan thd sesuatu yang kita tidak suka berhubungan dengan kerohanian. Sebenarnnya bila diteliti lebih dalam, yang dimaksud berhala itu adalah "MEMUJA sesuatu baik yang berwujud atau tidak berwujud, UNTUK mendapatkan sesuatu, tanpa mao berpikir apakah benar atau tidak."
Wujud dari berhala, mungkin kita biasa memvonis pada Penyembah Batu / Patung yang mengharapkan sesuatu (spt pada manusia zaman batu yang masih primitif, dan berpikir bahwa batu bisa mengabulkan pinta mereka). Pengembangan dari
Batu / Patung ini bisa berkembang menjadi bentuk2 PEMUJAAN lainnya, seperti memuja secara buta thd suatu kitab (yang katanya intisari dunia dan akherat) untuk mengharapkan sesuatu.
Ada lagi yang menganggap suatu arah mata angin sangat sakral, sangat keramat hanya untuk sesuatu kegiatan suci saja bila menghadap ke arah tsb, yang katanya di arah sanalah tuhan berada (sangat bertentangan pada saat mereka katakan kalao tuhannya ada dimana mana).
Berhala pun mungkin saja terjadi pada suatu tempat, yang katanya kalau seseorang ke tempat tersebut, dan melakukan ritual tertentu, maka ia akan menjadi suci (padahal katanya kesucian ada dalam hati, dimana pun kita berada, dan tuhan ada dimana mana, kenapa musti ada tempat maha sakral ?)
Para penganut Buddhis, menggunakan patung / rupang Buddha dan Bodhisatva hanya untuk perlambang, alat untuk membantu konsentrasi, agar kita ingat seperti apa Buddha itu secara fisik dan sifat2 luhurnya, juga ciri dari
tempat ibadah Buddhis. Seperti pada gereja, selalu ada salib, entah besar atau kecil ukurannya, dan mesjid yang bentuk standardnya pasti memiliki kubah (yang mirip dengan kubah gereja2 ortodoks).
Pernahkan kenyataan2 diatas mereka sadari ??
Kalao Harun Yahya mengatakan agama Buddha itu agama evolusi, mungkin ada benar dan salahnya. Agama Buddha mengajarkan jalan untuk menuju hilangnya penderitaan dan mencapai kebahagiaan dengan cara2 yang benar dan baik, dan inti sarinya TIDAK pernah berubah seiring dengan perubahan zaman. Namun dalam penerapannya Buddhisme selalu bisa menyesuaikan dengan tempat perkembangannya, tanpa ada pertentangan dengan adat setempat, seperti Buddhisme di Thailand, India, China, Tibet, Jepang, dan banyak lagi. Tapi walaupun berbeda, inti sarinya tetap sama dan tidak berubah. Mungkin kemampuan untuk beradaptasi ini lah yang dimaksud Harun sbg 'Evolusi'.
Seperti yang kita ketahui, pada agama2
wahyu, mereka cenderung kaku, tidak bisa / susah untuk beradaptasi, dan rapuh dalam menghadapi perubahan zaman. Pada zaman renaisance di eropa, muncul banyak ilmuwan. Namun kerajaan2 dengan dewan2 gerejanya, menentang abis2an teori ilmuwan2 tsb. Karena ajaran2 agama mereka tidak bisa menerima dan tidak cocok dengan teori ilmuwan tsb. Pada zaman sekarang, perkembangan teknologi biologi, juga sedikit 'melunturkan' teori2 keagamaan mereka, sehingga banyak pemuka agama yang menentang perkembangan teknologi biologi, seperti kloning, dan rekayasa genetika lainnya. Ada lagi, beberapa dari penganut agama wahyu, sedikit berkreasi dalam beradaptasi dengan lingkungan. Mereka mengubah doa dalam bahasa setempat, dengan tujuan agar lebih memahami artinya. Namun belum apa2 mereka sudah di-cap sebagai sesat oleh sebagian besar penganut lainnya, karena bertentangan dengan 'standard' ritual mereka, dan tidak tercantum dalam kitab maha sucinya, maka tidak bisa diterima dan harus segera
dimusnahkan.
Ini lah Ketidakmampuan dalam berevolusi dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.
Sedangkan, Buddhisme tidak terkalahkan oleh perkembangan zaman, karena ajarannya tidak pernah bertentangan dengan kebenaran2 yang makin lama makin banyak dikuak oleh ilmuwan2.
Seperti yang Albert Einstein katakan, "Apabila ada agama di dunia ini yang dapat menerima perkembangan zaman dan tidak bertentangan, agama itu adalah agama Buddha".
semoga bermanfaat, semoga semua mahluk berbahagia.
Swathi Hotu,
CFR.
steeve haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,
menurut pendapatku sih...
Buddhistm sudah lama berada di dunia ini, 2500 tahun
lebih melebihi agama nya harun yahya.sebenarnya juga
kalau mau dia jujur pasti didalam perilaku
kesehari2annya juga sudah terinfluence oleh sikap yang
diajarkan buddhistm.
Menurutku adalah wajar saja kalau ada orang seperti
dia yang sangat menentang ajaran buddhism kog,
banget.soalnya hanya orang2 yang bijaksana saja yang
bisa mengenal buddhistm.Agama dia saja, bukan maksud
untuk menyerang balik, tetapi kalau dilihat dibelahan
dunia mana sih yang tidak perang karna agama wahyu
terutama kristen dan islam, katanya mereka adalah
agama yang diajarkan langsung dari Tuhan yang selama
ini di ignore oleh buddhistm.
Biarkan saja seperti itu adanya.Bukan hanya sekali ini
kita di'serang' oleh agama terbesar umatnya di
dunia.Balaslah dengan senyum, mereka menganggap bahwa
disaat mereka telah menemukan ajaran benar berarti
mereka telah menjadi orang benar.
Ya itulah dunia kawan ... banyak orang merasa mendapat
pencerahan tetapi sebenarnya mereka hanya berjalan
ditempat.
Demikian,
Steeve
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Yahoo! Asia presents Meetic - where millions of singles gather
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
