Setahu saya buku yang khusus membahas KTH adalah "100 Tahun Kwee Tek Hoay" yang ditulis oleh Dr. Myra Sidharta, terbitan Pustaka Sinar Harapan tahun 1989.
Krn buku ini sudah lama terbit, saya tidak tahu apakah masih ada toko buku yang menjualnya.
 
Selain itu ada buku tulisan Prof. Leo Suryadinata yang juga membahas KTH, judulnya "Mencari Identitas Nasional", terbitan tahun 1990.
Versi bhs Inggris dari buku ini (Peranakan's Search for National Indentity, Marshall Cavendish Academic, 2004) masih bisa dibeli di Kinokuniya Plaza Senayan Jakarta.
 
Salam,
KH

Vera <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namaste
 
Ada yang bisa membantu???
 
Thanks...
Vera

robin robinson <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: "robin robinson" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tue, 28 Feb 2006 03:40:08 -0500
Subject: Buku Kwee Tek Hoay

Namo Buddhaya,
saya mau tanya dimana kira-kira Sis pernah melihat buku yang menulis tentang Kwee Tek Hoay. masalahnya di kota Medan saat ini buku-buku yang berkaitan dengan sejarah perkembangan agama Buddha sangat kurang sekali sehingga perlu bertukar info dengan teman-teman di daerah lain.
jika ada informasi tentang Kwee Tek Hoay maupun Y.M Bhikkhu Narada tolong diinformasikan ya.
Thx for the info.
 
Salam Metta
R. Viriyaputra

--
___________________________________________________
Play 100s of games for FREE! http://games.mail.com/


Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.

YAHOO! GROUPS LINKS






Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke