|
Terlalu berlebihan bila kita bertanya tentang
sumbangan umat Buddha untuk masyarakat, lingkungan, dan negara. Apalagi kalau
dikaitkan dengan brahma vihara.
Sebagai umat Buddha kita tahu bahwa agama Buddha
mengajarkan tentang Brahma Vihara: Metta, Karuna, Mudita, dan Upekha. Kita
sering berbicara tentang cinta kasih, belas kasihan, simpati, dan keseimbangan
batin. Sekali lagi, kita tahu. Hanya sebatas tahu. Hampir semua umat Buddha
hafal, ingat.
Apakah umat Buddha sudah memiliki Brahma Vihara?
Kalau mau dipersempit, apakah umat Buddha untuk memiliki Cinta Kasih? Kalau mau
dipersempit lagi, apakah diri kita sendiri sudah mempunyai cinta kasih? Saya
yakin, tidak semua umat Buddha telah memiliki cinta kasih. Kita tidak pernah
melatih cinta kasih. Tidak pernah diajarkan. Tidak pernah diberitahu bagaimana
caranya.
Untuk memiliki cinta kasih, seseorang harus memulai
dengan melatih meditasi cinta kasih. Setiap kebaktian, biasanya pemimpin
kebaktian mengucapkan, marilah kita melaksanakan meditasi metta bhavana. Kurang
lebih lima menit kemudian, pemimpin kebaktian mengucapkan "semoga semua makhluk
hidup berbahagia". Sejujurnya, ini sebenarnya tidak cukup untuk melatih meditasi
cinta kasih.
Dengan melatih meditasi cinta kasih, seseorang
melatih diri agar memiliki pikiran cinta kasih. Dengan memiliki pikiran cinta
kasih, akan muncul perbuatan dan ucapkan yang penuh dengan cinta kasih, dan
seterusnya.
Oleh karena itu, marilah kita berlatih cinta kasih.
Duduk bermeditasi untuk melatih pikiran agar lebih tenang, mengembangkan cinta
kasih. Melatih diri agar menjadi lebih baik.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
|
- Re: [Dharmajala] Sumbangan Umat Budha untuk masyarak... Dhana Putra
- [Dharmajala] Re: Sumbangan Umat Budha untuk mas... Steeve Haryanto
- [Dharmajala] Re: Sumbangan Umat Budha untuk... RM Danardono HADINOTO
- Re: [Dharmajala] Sumbangan Umat Budha untuk mas... steeve haryanto
- Re: [Dharmajala] Sumbangan Umat Budha untuk... safira luiz
- Re: [Dharmajala] Sumbangan Umat Budha untuk mas... hanry uttamo
- Re: [Dharmajala] Sumbangan Umat Budha untuk mas... kreshna amurwabumi
