Namo Buddhaya,

 

Mohon pencerahannya

 

Memang kita belum pernah berkunjung ke Neraka, dan juga kita belum mencapai pencerahan, sehingga  tidak dapat membuktikan alam neraka seperti apa?

Tetapi tentunya kita pernah mendengar maupun membaca kisah neraka baik dari kitab-kitab suci maupun dari kisah perjalanan seseorang [pemuka agama] yang mengambarkan suasana di sana.

 

Mengenai sudut pandang Buddhist, salah satu alam penderitaan adalah  -  Alam Niraya / Neraka.

 

Menurut Sutta, Makhluk alam neraka yang mengalami penderitaan dan siksaan adalah di Jalani dan dilakukan oleh kekuatan hukum karma / bahasa umumnya, siksaan tercipta oleh diri sendiri tanpa melibatkan Hakim yang menjatuhkan berat ringannya hukuman dan para algojo yang menjalankan tugas hukuman.

 

Hal ini mengingat Hukum Karma yang Adil, sekecil apapun perbuatan baik maupun buruk pasti menghasilkan buah / akibatnya.

 

Contoh : ibunda YM. Moggalana Thera yang terlahir di alam neraka sebagai makhluk kelaparan yang tidak dapat menelan makanan. Dan adapula makhluk yg setiap menelan makan bagai menelan bola api, dan lain-lainnya.

 

Pendapat lain :

 

Alam neraka terbentuk karena kondisi karma dari para makhluk yang penuh kebencian dan kemarahan.

Makhluk yg terlahir dialam sana membentuk kelompok-kelompok sendiri sesuai kondisi karma masing-masing.

Sehingga lambat laun terbentuk suatu kerajaan dengan system pemerintahan yang tidak berbeda dengan kehidupan manusia.

Para penguasa dan pejabat tidak terlepas dari hukum karma, namun tidak disebutkan mereka - Hakim yang menjatuhkan hukuman dan algojo pasti menuai karma buruk. Karena mereka menjalankan tugas sesuai hukum alam diibaratkan hakim di dunia ini menjatuhkan hukuman kepada penjahat yg terbukti salah, apakah termasuk karma buruk? Algojo yang mengeksekusi para penjahat karena menjalankan tugas apakah termasuk karma buruk? Kesimpulannya neraka berbetuk kerajaan yang memiliki penguasa yg tidak berbeda dengan system penguasa di dunia maupun di surga.

 

Bagaimana pendapat rekan-rekan disini, mohon tanggapannya.

 

Salam Metta,

Brianz.

 



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke