Apakah Indonesia Akan Seperti Nigeria?
Maruli Tobing
Eddie Widiono, Direktur Utama PLN, akhirnya mendekam di tahanan Mabes Polri. Ia diduga terlibat kasus pembelian mesin bekas untuk pembangkit listrik tenaga uap Borang pada tahun 2004.
Kerugian negara
diperkirakan mencapai Rp 122 miliar. Pembangkit listrik Borang merupakan proyek PLN yang menambah pasokan listrik untuk Sumatera bagian selatan, barat, dan Riau.
Peristiwa ini mengingatkan kita pada modus kejahatan yang sama di Nigeria (Afrika Barat), salah satu negara terkorup di dunia. Di Nigeria, kejahatan demikian tidak berhenti pada pembelian mesin saja, tetapi beranak pinak dan menciptakan lapangan korupsi baru.
Mesin bekas yang umumnya cepat letih mengakibatkan listrik sebentar padam-hidup. Ini melahirkan proyek perbaikan dan perawatan mesin pembangkit tenaga listrik. Dananya menjadi rebutan para pejabat terkait. Sementara pejabat lebih rendah menjarah BBM dan suku cadang "mesin baru" tersebut.
Akibatnya, hampir di semua kota terjadi giliran pemadaman listrik
selama beberapa jam setiap hari. Perusahaan listrik negara berdalih konsumsi listrik rakyat meningkat, melampaui kapasitas pasokan pemerintah. Kerusakan mesin kemudian disebut akibat tekanan beban yang melampaui kapasitas pembangkit listrik tersebut.
Korupsi telah mencabik-cabik Nigeria. Sekitar tahun 1970 Nigeria mendapat predikat termaju di Afrika dalam sektor pendidikan tinggi, pertanian, dan ekonomi. Sekarang Nigeria lebih dikenal sebagai negara miskin di Afrika dan sarang para bajingan. Nigeria yang kini mengimpor pangan sudah mendekati kategori negara gagal.
Beberapa kemiripan
Memang, belum bisa dibuktikan apakah giliran pemadaman listrik di berbagai kota di Indonesia saat ini akibat modus kejahatan yang sama. Tetapi, seperti halnya di Nigeria,
warga kota Medan (Sumut), misalnya, tak bisa berbuat apa-apa, kecuali menerima kenyataan giliran pemadaman listrik. Hal yang berlangsung setiap hari selama empat-lima jam sejak beberapa tahun lalu.
Indonesia jelas tidak sama dengan Nigeria. Namun, ada beberapa kemiripan. Kedua negara sama-sama berpenduduk besar dan multietnik. Penduduk Indonesia terbesar di Asia tenggara dan terdiri dari 300 lebih kelompok etnik. Sementara Nigeria berpenduduk terbesar di Afrika (131 juta jiwa) dan 250 kelompok etnik. Menurut hasil survei Transparency International (TI), lembaga pemantau masalah korupsi, kedua negara sejak lama menempati urutan 10 besar negara terkorup di dunia.
Indonesia dan Nigeria disebut negara produsen minyak bumi. Nigeria menempati urutan ketujuh di dunia, dengan produksi 2,3 juta barrel per hari minyak mentah. Indonesia memproduksi
1,1 juta barrel per hari.
Ironisnya, kedua negara sejak lama mengimpor BBM untuk kebutuhan dalam negeri. Di Nigeria, terdapat empat kilang minyak pemerintah. Dua dibiarkan rusak agar impor BBM tetap tinggi. Ini artinya komisi dan fee untuk pejabat tetap besar dari perusahaan pemasok BBM di luar negeri.
Namun, itu pun belum cukup. Pejabat yang sekongkol dengan pengusaha masih menyelundupkan BBM subsidi pemerintah ke negara tetangga. Alhasil, seperti di Indonesia, kelangkaan BBM juga kerap terjadi. Belum lama, Pemerintah Nigeria menjual 4 kilang tersebut kepada perusahaan swasta.
Survei TI selama beberapa tahun terakhir menunjukkan, posisi Nigeria belum beranjak dari urutan 2-4, sebagai negara terkorup di dunia. Peringkat Indonesia memang belum separah itu. Namun, tetap
satu kandang dengan Nigeria dalam 10 besar.
Pembangunan barulah sebatas ucapan di Nigeria. Wujudnya nyaris tidak terlihat meskipun dananya ludes. Sementara upaya menegakkan supremasi hukum terganjal oleh kepentingan elite politik yang gemar mengeksploitasi isu perbedaan agama, etnik, maupun daerah.
Obasanjo
Sejak Nigeria merdeka dari Inggris tahun 1961, negara ini berada di bawah kekuasaan militer selama hampir 25 tahun. Pemerintahan demokratis baru terbentuk setahun setelah diktator Jenderal Sani Abacha tewas akibat serangan jantung (1998). Sementara Indonesia di bawah kekuasaan militer selama 32 tahun dan demokrasi pulih setelah Presiden Soeharto lengser (Mei 1998).
Dalam Ppemilu
1999 yang dianggap paling demokratis dalam sejarah Nigeria, Olusegun Obasanjo terpilih sebagai presiden. Rakyat menyambutnya dengan harapan akan terjadi perubahan besar. Apalagi mantan Panglima Angkatan Bersenjata ini dikenal jujur.
Obasanjo sempat menjadi pejabat presiden ketika Jenderal Murtala Rahmat Mohammed terbunuh dalam percobaan kudeta yang gagal pada Februari 1976. Namun, tiga tahun kemudian Obasanjo mundur untuk membuka jalan bagi terbentuknya pemerintahan sipil.
Obasanjo termasuk salah satu pendiri dan anggota dewan penasihat TI. Ia sempat pula mendekam di penjara setelah mengkritik korupsi yang melanda kalangan militer. Ia bebas setelah Jenderal Abacha tewas.
Namun, latar belakang Obasanjo yang tanpa cacat korupsi bukan jaminan akan tercipta pemerintahan
yang bersih dan efisien. Seperti di Indonesia, ia hanya membuat kejutan pada 100 hari pemerintahannya. Setelah itu secara perlahan semua berjalan seperti semula, yakni kompromi politik. Maka, ia terpilih kembali dalam Pemilu 2004.
Lantas, lagi-lagi seperti di Indonesia, Nigeria dengan pemimpin yang bersih tidak mengubah peringkatnya sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Perubahan hanyalah impian. Apalagi Pemerintah Nigeria sendiri terbelah akibat hubungan yang tidak serasi antara Presiden Obasanjo dan Wapres Atiku Abubakar. Keduanya membuat kebijakan sendiri-sendiri.
Keadaan di Indonesia mungkin belum separah itu. Namun, dari tahun ke tahun kedua negara makin terpuruk. Tahun 1980, misalnya, pendapatan per kapita Nigeria berkisar 1.000 dollar AS. Dua puluh empat tahun kemudian (menurut majalah The Economist) tinggal 477 dollar AS.
Sementara Indonesia berkisar 1.100 dollar AS (1997). Delapan tahun kemudian melorot menjadi 850 dollar AS.
Kecuali kemerosotan, tidak ada kemajuan apa-apa selama periode yang cukup panjang tersebut. Nigeria malah menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Bukan mustahil Indonesia akan menyusul.
Mudah-mudahan tidak demikian.
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Seb | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
