Masalah yang sangat pelik dan sangat menakutkan jika kita renungkan
dalam-dalam. Bukan mustahil Indonesia akan semakin terpuruk jika
dibiarkan saja. Sebenarnya kalau kita telaah dengan jujur hukuman
bagi koruptor sangatlah ringan dan tidak membuat pelakunya jera.
Lalu apakah hukuman mati patut dipertimbangkan? Hukuman mati memang
bertentangan dengan Buddhisme. Namun pertanyaannya apakah agama
adalah satu-satunya faktor penentu dalam merumuskan suatu kebijakan?
Fakta membuktikan bahwa krisis di muka bumi ini adalah multidimensi
sehingga diperlukan berbagai sudut pandang yang multidimensi pula.
Saya bukanlah pendukung hukuman mati, tetapi jika ternyata hal itu
diperlukan mengingat sudah parahnya tingkat korupsi, saya juga tidak
dapat berkata tidak lagi terhadap hukuman mati. Kecuali orang yang
sangat menentang hukuman mati dapat memberikan alternatif lain yang
lebih baik.
Saya merupakan orang yang menentang eksekusi Tibo Cs., karena yakin
mereka mereka tak patut menerimanya. Seharusnya seorang koruptor
yang menyengsarakan rakyat banyak yang harus menerimanya (bila
memang negara telah demikian terpuruk). Jika kita hendan menerapkan
hukuman mati terhadap koruptor, ada beberapa hal yang patut
dipertimbangkan di sini:

1.Hukuman mati terhadap koruptor bukan balas dendam dan ajang
pelampiasan kebencian. Hukuman mati sebagai ajang balas dendam
mencerminkan sikap barbar, sehingga landasan yang tepat bukanlah hal
ini. Kita tetap harus memberikan kesempatan bagi para koruptor untuk
menghentikan kesalahannya. Jika mereka bersedia bertobat secara
sukarela, maka mereka akan dibebaskan dari hukuman mati. Namun, jika
mereka tetap melakukan korupsi dan tertangkap basah barulah hukuman
mati ini dapat dijalankan.

2.Tujuan utama hukuman mati hendaknya adalah membuat orang lain jera
dan tidak berani melakukan apa yang yang telah dilakukan terpidana
mati, sehingga hukuman mati harus dapat memberikan efek psikologis
yang kuat. Menurut pendapat saya, entah pendapat ini benar atau
tidak, hukuman mati harus dibuat "semengerikan" mungkin dengan
ditonton oleh banyak orang. Ini adalah efek psikologis untuk membuat
jera.

3.Hukuman mati tidak boleh dilakukan semena-mena dan harus segera
dihapuskan setelah negara tertib. Apabila Indonesia telah seperti
Jerman, tentu hukuman mati harus segera dihapuskan.

4.Alternatif bagi hukuman mati adalah penyitaan serta total aset
kekayaan koruptor dan pemantauan yang ketat terhadap kekayaan
pejabat. Namun apakah ini mungkin?

5.Saya tahu bahwa apa yang ditulis di sini hanya akan menjadi wacana
belaka. Benar sekali apa yang dikatakan kawan saya lima tahun yang
lalu: "Kalau ingin berusaha merubah keadaan masuklah politik. Di
luar itu kita hanya dapat "omong doang."" Akankah rakyat selamanya
harus diam atau hanya bisa "omong doang." Jika demikian, salahkan
saya jika selalu ingin mencari suaka di negara lain?

Semoga dengan demikian Indonesia dapat segera terbebas dari
keterpurukan.

Salam,

Tan


--- In [email protected], Jeritan Bisu <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>  Kompas, Senin, 22 Mei 2006  
>   Apakah Indonesia Akan Seperti Nigeria?
>  
>   Maruli Tobing
>   Eddie Widiono, Direktur Utama PLN, akhirnya mendekam di tahanan
Mabes Polri. Ia diduga terlibat kasus pembelian mesin bekas untuk
pembangkit listrik tenaga uap Borang pada tahun 2004.
>   Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 122 miliar. Pembangkit
listrik Borang merupakan proyek PLN yang menambah pasokan listrik
untuk Sumatera bagian selatan, barat, dan Riau.
>   Peristiwa ini mengingatkan kita pada modus kejahatan yang sama
di Nigeria (Afrika Barat), salah satu negara terkorup di dunia. Di
Nigeria, kejahatan demikian tidak berhenti pada pembelian mesin
saja, tetapi beranak pinak dan menciptakan lapangan korupsi baru.
>   Mesin bekas yang umumnya cepat letih mengakibatkan listrik
sebentar padam-hidup. Ini melahirkan proyek perbaikan dan perawatan
mesin pembangkit tenaga listrik. Dananya menjadi rebutan para
pejabat terkait. Sementara pejabat lebih rendah menjarah BBM dan
suku cadang "mesin baru" tersebut.
>   Akibatnya, hampir di semua kota terjadi giliran pemadaman
listrik selama beberapa jam setiap hari. Perusahaan listrik negara
berdalih konsumsi listrik rakyat meningkat, melampaui kapasitas
pasokan pemerintah. Kerusakan mesin kemudian disebut akibat tekanan
beban yang melampaui kapasitas pembangkit listrik tersebut.
>   Korupsi telah mencabik-cabik Nigeria. Sekitar tahun 1970 Nigeria
mendapat predikat termaju di Afrika dalam sektor pendidikan tinggi,
pertanian, dan ekonomi. Sekarang Nigeria lebih dikenal sebagai
negara miskin di Afrika dan sarang para bajingan. Nigeria yang kini
mengimpor pangan sudah mendekati kategori negara gagal.
>   Beberapa kemiripan
>   Memang, belum bisa dibuktikan apakah giliran pemadaman listrik
di berbagai kota di Indonesia saat ini akibat modus kejahatan yang
sama. Tetapi, seperti halnya di Nigeria, warga kota Medan (Sumut),
misalnya, tak bisa berbuat apa-apa, kecuali menerima kenyataan
giliran pemadaman listrik. Hal yang berlangsung setiap hari selama
empat-lima jam sejak beberapa tahun lalu.
>   Indonesia jelas tidak sama dengan Nigeria. Namun, ada beberapa
kemiripan. Kedua negara sama-sama berpenduduk besar dan multietnik.
Penduduk Indonesia terbesar di Asia tenggara dan terdiri dari 300
lebih kelompok etnik. Sementara Nigeria berpenduduk terbesar di
Afrika (131 juta jiwa) dan 250 kelompok etnik. Menurut hasil survei
Transparency International (TI), lembaga pemantau masalah korupsi,
kedua negara sejak lama menempati urutan 10 besar negara terkorup di
dunia.
>   Indonesia dan Nigeria disebut negara produsen minyak bumi.
Nigeria menempati urutan ketujuh di dunia, dengan produksi 2,3 juta
barrel per hari minyak mentah. Indonesia memproduksi 1,1 juta barrel
per hari.
>   Ironisnya, kedua negara sejak lama mengimpor BBM untuk kebutuhan
dalam negeri. Di Nigeria, terdapat empat kilang minyak pemerintah.
Dua dibiarkan rusak agar impor BBM tetap tinggi. Ini artinya komisi
dan fee untuk pejabat tetap besar dari perusahaan pemasok BBM di
luar negeri.
>   Namun, itu pun belum cukup. Pejabat yang sekongkol dengan
pengusaha masih menyelundupkan BBM subsidi pemerintah ke negara
tetangga. Alhasil, seperti di Indonesia, kelangkaan BBM juga kerap
terjadi. Belum lama, Pemerintah Nigeria menjual 4 kilang tersebut
kepada perusahaan swasta.
>   Survei TI selama beberapa tahun terakhir menunjukkan, posisi
Nigeria belum beranjak dari urutan 2-4, sebagai negara terkorup di
dunia. Peringkat Indonesia memang belum separah itu. Namun, tetap
satu kandang dengan Nigeria dalam 10 besar.
>   Pembangunan barulah sebatas ucapan di Nigeria. Wujudnya nyaris
tidak terlihat meskipun dananya ludes. Sementara upaya menegakkan
supremasi hukum terganjal oleh kepentingan elite politik yang gemar
mengeksploitasi isu perbedaan agama, etnik, maupun daerah.
>   Obasanjo
>   Sejak Nigeria merdeka dari Inggris tahun 1961, negara ini berada
di bawah kekuasaan militer selama hampir 25 tahun. Pemerintahan
demokratis baru terbentuk setahun setelah diktator Jenderal Sani
Abacha tewas akibat serangan jantung (1998). Sementara Indonesia di
bawah kekuasaan militer selama 32 tahun dan demokrasi pulih setelah
Presiden Soeharto lengser (Mei 1998).
>   Dalam Ppemilu 1999 yang dianggap paling demokratis dalam sejarah
Nigeria, Olusegun Obasanjo terpilih sebagai presiden. Rakyat
menyambutnya dengan harapan akan terjadi perubahan besar. Apalagi
mantan Panglima Angkatan Bersenjata ini dikenal jujur.
>   Obasanjo sempat menjadi pejabat presiden ketika Jenderal Murtala
Rahmat Mohammed terbunuh dalam percobaan kudeta yang gagal pada
Februari 1976. Namun, tiga tahun kemudian Obasanjo mundur untuk
membuka jalan bagi terbentuknya pemerintahan sipil.
>   Obasanjo termasuk salah satu pendiri dan anggota dewan penasihat
TI. Ia sempat pula mendekam di penjara setelah mengkritik korupsi
yang melanda kalangan militer. Ia bebas setelah Jenderal Abacha
tewas.
>   Namun, latar belakang Obasanjo yang tanpa cacat korupsi bukan
jaminan akan tercipta pemerintahan yang bersih dan efisien. Seperti
di Indonesia, ia hanya membuat kejutan pada 100 hari
pemerintahannya. Setelah itu secara perlahan semua berjalan seperti
semula, yakni kompromi politik. Maka, ia terpilih kembali dalam
Pemilu 2004.
>   Lantas, lagi-lagi seperti di Indonesia, Nigeria dengan pemimpin
yang bersih tidak mengubah peringkatnya sebagai salah satu negara
terkorup di dunia. Perubahan hanyalah impian. Apalagi Pemerintah
Nigeria sendiri terbelah akibat hubungan yang tidak serasi antara
Presiden Obasanjo dan Wapres Atiku Abubakar. Keduanya membuat
kebijakan sendiri-sendiri.
>   Keadaan di Indonesia mungkin belum separah itu. Namun, dari
tahun ke tahun kedua negara makin terpuruk. Tahun 1980, misalnya,
pendapatan per kapita Nigeria berkisar 1.000 dollar AS. Dua puluh
empat tahun kemudian (menurut majalah The Economist) tinggal 477
dollar AS. Sementara Indonesia berkisar 1.100 dollar AS (1997).
Delapan tahun kemudian melorot menjadi 850 dollar AS.
>   Kecuali kemerosotan, tidak ada kemajuan apa-apa selama periode
yang cukup panjang tersebut. Nigeria malah menjadi salah satu negara
termiskin di dunia. Bukan mustahil Indonesia akan menyusul.
>   Mudah-mudahan tidak demikian.
>
>            
> ---------------------------------
> Blab-away for as little as 1ยข/min. Make  PC-to-Phone Calls using
Yahoo! Messenger with Voice.
>










** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Beyond belief Religion and spirituality Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke