Hakikat Diri
Y.A. Maha Biksu Thich Nhat Hanh
Diterjemahkan oleh Jimmy Lominto

"...Anda kunyah dan anda sadar apa yang sedang anda kunyah. Anda sadar makanan yang ada dalam mulut anda. Anda kunyah dan anda sentuh sifat dasar makanan yang ada dalam mulut anda. Makan secara berkesadaran adalah menjadi sadar akan apa yang sedang anda makan. Jika anda berkesadaran, anda akan mampu menemukan sifat dasar sejati makan itu, yang juga berhakikat interbeing.  
Kemarin saya bicara tentang susu yang kita minum setiap pagi. Minum susu, anda tahu rasanya bukan cuma manis, tapi juga agak pahit, itu terjadi karena cara kita menernak sapi, cara kita memperlakukan anak-anak sapi, dan lain sebagainya. Kita bisa menyadari saat kita mengunyah makanan atau saat kita melihat makanan secara mendalam: kita bisa melihat bahan baku makanan itu, berbagai elemen yang berkumpul untuk menghasilkan makanan tersebut. Sebatang wortel, sepotong buncis, sepotong tahu, sebutir nasi, semua makanan ini mengandung seluruh alam semesta, dan jika anda lihat secara mendalam, anda akan melihat kehidupan makhluk-makhluk hidup lain di dalamnya. Anda bisa melihat kompos, anda bahkan bisa melihat tulang belulang makhluk-makhluk lain yang sudah kering di dalam sepotong tahu yang menyegarkan. Sepotong tahu tidak sepenuhnya vegetarian. Tulang belulang kering makhluk-makhluk kecil sudah jadi kompos dan butiran nasi, potongan tahu, potongan buncis, mengandung semua hal ini: sinar matahari, angin, awan. Vegetarian dan non-vegetarian, terkandung di dalam setiap potong makanan. Jadi, jika anda tahu hal ini, anda akan tahu bagaimana makan untuk menjaga kasih sayang anda tetap hidup.
Jika kita tahu bagaimana memproduksi makanan kita dalam cara yang sedemikian rupa sehingga kita dapat mengurangi kekerasan dan perusakan, dan mengurangi derita makhluk-makhluk hidup, kita sedang menjaga kasih sayang tetap hidup dalam diri kita. Yang menanam makanan dan yang memakan makanan, keduanya dapat membantu mempertahankan kasih sayang dalam hati kita.       Kita sangat tahu bahwa tanpa elemen kasih sayang dalam diri kita, kita tidak bisa menjadi manusia yang bahagia. Tanpa kasih sayang kita tidak bisa menghubungkan diri dengan makhluk hidup manapun, termasuk dengan sesama manusia. Makan, berjalan, melakukan berbagai aktivitas keseharian anda—kita perlu belajar bagaimana melakukan hal-hal ini secara berkesadaran, dalam cara yang dapat membantu kasih sayang tetap hidup dalam diri kita. Ini sangat penting, itulah latihan kita, karena makan adalah untuk melestarikan kasih sayang kita juga, sebab anda tidak ingin melahap daging putra anda sendiri.
Kemarin Sister Annabel memberikan ceramah yang indah tentang Empat Nutrimen dalam bahasa Inggris dan anda sekalian yang ada di Lower Hamlet mungkin ingin mendengarnya. Sister Chan Duc mengelaborasi ajaran tentang Empat Nutrimen yang saya berikan sehari sebelumnya. Saya hanya bicara tentang dua nutrimen pertama dan dia melanjutkan nutrimen ketiga dan keempat. Beberapa hari lalu saya ada bicara tentang terapis sebagai orang yang dapat masak untuk kita, mempersembahkan kita jenis makanan yang dapat menjaga tubuh dan batin kita untuk tetap waras dan sehat. Terapis seharusnya menjadi seorang arstitek juga, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang kita rasa aman, di mana kita dapat menjalani hidup kita dengan kebebasan, dengan stabilitas, di mana kita dapat dilindungi, di mana kita tidak akan dihancurkan oleh penyakit, depresi, dan lain sebagainya. Terapis perlu praktik seperti seorang arsitek, seperti seorang juru masak, seperti seorang guru, seperti seorang biksu, seperti Buddha, menciptakan ruang di mana anda merasa aman, di mana yang anda peroleh hanyalah makanan yang waras, yang tidak akan menghancurkan tubuh ataupun kesadaran anda. Kita mengonsumsi begitu banyak racun dalam keseharian hidup kita, kita mengonsumsi begitu banyak kekerasan dan nafsu rendah serta kecurigaan dan keputusasaan, dan kita hancurkan diri sendiri. Jadi, seorang terapis, seperti halnya Buddha, seharusnya mampu menciptakan Tanah Suci, sehingga orang-orang bisa datang, dilindungi dan disembuhkan, menjadi berubah. Terapis sebaiknya pada saat yang sama menjadi pembangun Sangha, penyelenggara Sangha, seorang pemanggil yang mengumpulkan para praktisi, sehingga di antara kita ada orang-orang yang latihannya solid dan dipenuhi suka cita yang mendukung kita, mengingatkan kita, dan mengajarkan kita bagaimana menghidupi setiap momen keseharian hidup kita secara mendalam, bernafas, berjalan, mendengarkan lonceng, menikmati makan siang kita bersama. Oleh karena itu, para terapis seperti halnya para dokter, perlu berkumpul untuk beroperasi sebagai Sangha, karena sendirian mereka tidak bisa memenuhi tugas mereka untuk menjadi arsitek, juru masak, pembangun Sangha, yang berada di Tanah Suci. Maka dari itu, kita semua perlu mengikuti prinsip yang sama dalam menciptakan Tanah Suci dan membangun Sangha.
Makan dalam dimensi ultimat, aku mengunyah sambil bernafas dalam irama. Mungkin anda akan gunakan gatha ini, puisi ini untuk mengunyah makanan anda dan menjaga agar kesadaran anda tetap hidup, dan menyentuh dimensi ultimat saat menyantap makan siang anda.
Sadar akan penderitaan, kita saling menunjang. Yang utama adalah mempertahankan kasih sayang agar tetap hidup dan membantu makhluk-makhluk pergi ke pantai seberang.
Saat kita makan, kita juga harus menyadari penderitaan. Ini tidak mengartikan kita harus menderita, karena makan bisa menjadi sangat dipenuhi suka cita, tapi latar belakang derita harus selalu ada di sana. Mendapatkan kesempatan untuk duduk hening seperti itu, punya cukup waktu bersama dengan Sangha, dan makan bareng sejumlah makanan ini dalam atmosfir yang aman, dipenuhi persahabatan, dan keadaan sadar, merupakan sesuatu yang tidak bisa didapatkan banyak orang. Ini dapat memunculkan banyak kebahagiaan, tapi anda tahu kebahagiaan selalu dilihat dengan latar belakang penderitaan, agar kebahagiaan dapat terus berlanjut. Di saat ketika anda mengasingkan penderitaan, kebahagiaan bukan lagi kebahagiaan. Seperti halnya dengan hitam dan putih: putih akan tampak jelas sekali dengan latar belakang gelap. Demikian pula dengan kebahagiaan. Jadi, kita sedang bersama Sangha, menikmati makan dalam perhatian murni, menikmati suka cita bersama Sangha, menikmati suka cita merasa dilindungi dan didukung oleh energi kolektif Sangha; tapi kita tahu penderitaan ada dalam kehidupan, dalam setiap butir nasi, dalam setiap potong tahu, dalam setiap sendok susu. Itulah sebabnya mengapa kita mengambil sumpah bahwa walaupun kita harus menderita manakala kita saling memberi makan, kita terima hal itu agar ada kesempatan bagi setiap makhluk untuk pergi ke pantai seberang, pantai pencerahan, pantai keamanan.
Makhluk-makhluk saling memangsa, itu adalah fakta. Harimau memangsa rusa, ikan besar makan ikan kecil, dan kita juga menyantap makhluk-makhluk hidup lainnya. Meskipun kita adalah vegetarian, kita hanya bisa mengurangi makan makhluk-makhluk hidup lain hingga kadar tertentu. Itulah sebabnya ada kalimat ‘Sadar akan penderitaan’ di dalam, karena ada sedikit rasa penderitaan dalam rasa kebahagiaan itu, cukup untuk menjaga agar keadaan sadar kita tetap hidup. Meskipun saya harus menjadi makanan anda, saya akan berlatih untuk tidak membiarkan kebencian menjadi sifat dasar saya. Saya persembahkan diri saya untuk anda agar anda dapat bertahan hidup. Itulah realitas dunia: makhluk-makhluk hidup saling memangsa. Sebagai praktisi, kita tidak bisa sepenuhnya lolos dari situasi ini, namun latihan kita adalah menjaga agar kasih sayang tetap hidup dan meringankan sebanyak mungkin derita yang kita mampu melalui cara hidup kita sehari-hari.
Sadar akan penderitaan kami berusaha saling memberi makan, bahkan dengan diri kami sendiri. Yang utama adalah menjaga agar kasih sayang tetap hidup dan membantu makhluk-makhluk ke pantai seberang, pantai keamanan, stabilitas, dan kebebasan.
Saya pikir manusia dapat dikatakan punya hidup yang lebih aman daripada makhluk hidup lainnya. Walaupun kita tidak berhak saling memburu atau membunuh—hukum melarang hal ini—jika kita terus menciptakan perang, saling mengeksploitasi, memanfaatkan orang lain untuk memperkaya diri, mengonsumsi lebih banyak, dan kita terus lakukan hal-hal ini di atas penderitaan makhluk lain, ini bagaikan kita sedang melahap daging ayah atau ibu kita, kakak atau adik kita. Sebenarnya kita manunggal dengan makhluk-makhluk itu, baik yang tinggal di negara maju ataupun di negara yang belum maju. Kita tahu jika kita belajar bagaimana menahan diri dari menciptakan perang, dari menciptakan lebih banyak ketidakadilan sosial dan penindasan, kita dapat membawakan lebih banyak keamanan kepada umat manusia dan pada saat yang sama kita bisa melindungi kehidupan makhluk-makhluk hidup lain secara lebih baik. Sekarang, perang, alkohol, narkoba, konsumsi, dan kekerasan membuat hidup kita sebagai manusia sangat tidak aman. Padahal manusia dapat menempatkan diri mereka ke situasi yang lebih aman daripada makhluk hidup lain, namun karena nafsu rendah dan diskriminasi kita, kita buat situasi kita menjadi jauh lebih tidak aman daripada semestinya. Itulah sebabnya mengapa latihan kita adalah menjadi sadar, menjadi berkesadaran, menghidupi setiap momen kehidupan kita secara dalam, sehingga kita bisa jaga kasih sayang tetap hidup dalam hati kita, sehingga hidup kita dan hidup mereka yang ada di sekeliling kita menjadi lebih aman. Ketika kita menikmati lebih banyak keamanan, kita akan mampu menyediakan lebih banyak keamanan bagi makhluk hidup lain. Kita bisa melindungi lingkungan, melindungi ekosistem, sehingga makhluk-makhluk lain juga dapat menikmati keamanan.
Dengan kesadaran akan penderitaan dalam hatiku, kita saling menunjang. Kita tahu yang utama adalah menjaga kasih sayang tetap hidup dan membantu makhluk-makhluk hidup menyeberang ke pantai seberang, pantai yang lebih aman, pantai yang lebih bebas.” Begitu mudah mempraktikkannya dalam bahasa Vietnam karena puisi ini adalah jenis puisi yang hanya mempunyai lima huruf dalam setiap bait.
Saya gunakan puisi ini untuk mempertahankan kesadaran saya akan kehidupan. Anda mungkin mau menggunakan puisi ini dalam bahasa Inggris atau Jerman. Anda bisa tulis ulang sehingga cocok dengan irama latihan anda..."


Ring'em or ping'em. Make PC-to-phone calls as low as 1¢/min with Yahoo! Messenger with Voice.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Beyond belief Religion and spirituality Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke