"Indonesia ini bangsa yang masih muda, kultur dan perekatnya belum begitu kokoh. Bangsa ini masih membutuhkan nation and character building. Kalau tidak dijaga dengan baik, jangan berpikir Indonesia bisa langgeng," ujar Syafii. Menurut Syafii, bangsa Indonesia saat ini baru memuliakan Pancasila sebagai dasar negara dalam kata, tetapi mengkhianatinya dalam perbuatan. Yang lebih memprihatinkan, jumlah orang yang peduli tampaknya tidak banyak. Sebagian besar lagi merasa seakan-akan semuanya normal. Padahal, jumlah pengangguran makin besar, kesejahteraan dan kesehatan rakyat perlu segera dikerjakan," ujarnya.
Syafii menilai, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang berotak besar. Artinya, pemimpin itu mempunyai kecerdasan intelektual dan spiritual. Solusinya, menurut Syafii, tidak ada jalan lain kecuali seluruh anak bangsa mengerjakan apa yang bisa dikerjakan. Pasalnya, berharap pada pemerintah untuk bekerja secara optimal dan merealisasikan janjinya, sepertinya agak susah.
                                                                        Prof. Syafii Maarif dalam peringatan hari lahir Pancasila, sebagai dimuat dalam                                                                                 "Kedaulatan Bangsa Makin Melemah" (Kompas 7 Juni 2006)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke