PERHATIAN-PENUH Apa yang kita maksudkan dengan perhatian? Apakah ada perhatian bila saya memaksakan diri memperhatikan? Ketika saya berkata kepada diri sendiri, "Saya harus memperhatikan, saya harus mengendalikan batin saya dan mengesampingkan semua pikiran lain," apakah itu Anda namakan perhatian? Jelas itu bukan perhatian. Apa yang terjadi bila batin memaksakan diri untuk memperhatikan? Ia menciptakan perlawanan untuk menghalangi pikiran-pikiran lain menyelinap masuk; ia sibuk dengan perlawanan, dengan mendorong pergi; oleh karena itu ia tidak mampu memperhatikan. Itu benar, bukan?
Untuk memahami sesuatu secara total, Anda harus menaruh perhatian penuh kepadanya. Tetapi Anda akan segera mendapati betapa luar biasa sulitnya itu, oleh karena batin Anda terbiasa menyeleweng; lalu Anda berkata, "Ya Tuhan, memang memperhatikan itu baik, tetapi bagaimana saya harus melakukannya?" Jadi, Anda kembali lagi dengan keinginan untuk memperoleh sesuatu, dan Anda tidak pernah dapat memperhatikan secara penuh. ... Bila Anda melihat sebatang pohon atau seekor burung, misalnya, memperhatikan secara penuh bukanlah berkata, "Itu pohon jati," atau, "Itu seekor kakatua," lalu pergi. Dengan memberinya nama Anda sudah berhenti memperhatikan. ... Sedangkan, jika Anda sadar sepenuhnya, memperhatikan sepenuhnya, ketika Anda memandang sesuatu, maka Anda akan mendapati suatu transformasi menyeluruh berlangsung, dan perhatian total itu adalah yang baik. Tidak ada lagi yang lain, dan Anda tidak bisa memperoleh perhatian total dengan latihan. Dengan latihan Anda memperoleh konsentrasi, artinya Anda membangun dinding perlawanan, dan di dalam dinding perlawanan itu berada orang yang berkonsentrasi, tetapi itu bukan perhatian, itu mengeluarkan. [jk] =========================================== HUDOYO: Dalam perhatian-penuh tidak ada pikiran (thought) dan tidak ada aku. Bila dalam latihan meditasi saya dengan SENGAJA memperhatikan sesuatu, itu bukan perhatian-penuh, itu gerak aktif dari aku. Di sini sulitnya: membedakan antara 'sengaja memperhatikan (aktif)' dan 'sekadar memperhatikan (pasif).' Perbedaan itu tidak mungkin dipahami sepenuhnya hanya dengan dipikir secara intelektual, melainkan dialami sendiri di dalam keheningan meditasi. Memperhatikan dengan memberi label (nama) pada apa yang diperhatikan, sebenarnya sudah bukan perhatian-penuh lagi. Pemberian label (penamaan) adalah gerak aktif dari pikiran lagi, yang dengan sangat cepat mengikuti munculnya persepsi-murni tanpa-nama. Jadi perhatian-penuh atau persepsi-murni hanya berlangsung sepersekian detik, lalu diikuti oleh gerak aktif pikiran yang memberi label; itu adalah gerak si aku lagi. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Everything you need is one click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
