Phra Khru Supajarawat:
Menemukan Jalan Tengah antara yang Modern dan yang Tradisional
Sherry Yano
Diterjemahkan oleh Jimmy Lominto
(Bag 4)
Perubahan-perubahan
Bercocok tanam
Kehidupan agraris bukan saja menempa hubungan yang kuat antarwarga, tapi juga menumbuhkan keterkaitan yang mendalam antara warga dengan lingkungan mereka. Kehidupan di Ban Tha Laad masih bergerak dalam ritme musim dan hujan, dan warga sering berbicara dengan rasa empati terhadap sekeliling mereka.
Penduduk desa mengasosiasikan bercocok tanam dengan kebebasan pribadi�mereka bekerja kepada diri sendiri, kata mereka, bukan pada bos luar manapun.
Secara tradisional, keluarga-keluarga menghasilkan hampir segala yang mereka butuhkan�makanan, kapas, sutera, herba berkhasiat obat, dan material rumah tangga lainnya.
Beberapa orang sepuh desa itu menjelaskan pengalaman-pengalaman yang dialami komunitas mereka belum lama ini. Begitu jalan selesai dibangun, para pejabat dari Kementerian Pertanian sudah dapat mengunjungi desa mereka untuk merekomendasikan berbagai varietas benih hibrida baru dan pupuk kimia. Input-input baru ini mahal harganya, tapi pinjaman disediakan melalui Bank Pertanian dan Koperasi Pertanian.
Kendati para petani mengatakan bahwa penggunaan pupuk kimia dan benih hibrida memberikan keluarga mereka hasil panen tertinggi (dan penghasilan tertinggi), tapi beberapa petani juga mengatakan bahwa cara itu tidak berkelanjutan. Banyak petani melaporkan bahwa penggunaan pupuk kimia selama tahunan membuat tanah menjadi keras dan mematikan kehidupan yang ada di dalam tanah. Kesuburan alami lenyap, sehingga sulit untuk bercocok tanam tanpa menggunakan bahan kimia. Begitu juga dengan sumber makanan tradisional seperti ketam, ular, ikan, dan kodok yang dulu berlimpah
di pesawahan, sekarang menyusut drastis karena penggunaan bahan kimia pertanian. Phra Khru Supajarawat mencermati,
�Sulit untuk menghentikan serangga melahap sayur-sayuran. Dulu, penduduk desa menanam banyak jenis sayuran (tanpa menggunakan kimia) dan serangga tidak melahap sayur-sayuran itu, mungkin karena ekosistem waktu itu lebih seimbang�Dulu, segala sesuatu lebih seimbang dan serangga-serangga saling memangsa. Berbagai bahan kimia dan varietas penghasil tinggi telah menyebabkan ketidakseimbangan dalam alam.�
Semua petani melaporkan menurunnya kualitas tanah dalam dua dekade terakhir. Apakah ini disebabkan oleh diadopsinya pupuk kimia atau meningkatnya intensitas pertanian untuk pasar, tidak begitu jelas. Beberapa petani menunjukkan terjadinya pergeseran fokus yang signikan pada banyak keluarga. Dulu, warga masih peduli dengan regenerasi tanah dan pemeliharaan keseimbangan alam. Tapi sekarang, para sepuh melaporkan bahwa banyak warga yang lebih peduli memaksimalkan
penghasilan
mereka ketimbang merawat kualitas tanah.
Sehubungan dengan memburuknya tanah dan tekanan untuk menghasilkan untuk pasar guna membayar hutang yang terus meningkat, tidak mengherankan jika banyak petani yang mengatakan bahwa mereka benar-benar tidak bisa memikirkan pertanian non-kimiawi untuk seluruh produksi mereka. Mereka sama sekali tidak sanggup menghadapi serangkaian panen yang gagal. Meski banyak keluarga
menggunakan jumlah pupuk kimia yang sama untuk lahan mereka setiap tahunnya, tapi tidak kalah jumlah keluarga yang melaporkan bahwa mereka harus menggunakan semakin banyak pupuk untuk mempertahankan hasil panen yang sama. Ketika warga mulai mengalami masalah kesehatan, barulah mereka mulai bereksperimen dengan alternatif-alternatif lainnya.
Hampir semua petani menyatakan keprihatinan terhadap dampak kesehatan dari bahan-bahan kimiawi tersebut. Dua petani (dalam percakapan yang berbeda) merenungkan matinya ketam dan
katak di pesawahan. Mereka melihat hal ini sebagai peringatan bagi manusia agar berjaga-jaga. Beberapa petani melaporkan kasus ruam, kaki gatal, terkelupasnya kulit, dan kesulitan bernafas. Sewaktu mereka mengurangi kontak dengan bahan kimia, kesehatan mereka membaik. Seorang wanita tua khawatir bahan-bahan kimia itu bukan saja telah merembes masuk ke dalam tanah dan hasil bumi, tapi juga ke dalam sumber persediaan air.
Perubahan utama lainnya yang terjadi selama dua dekade ini adalah meningkatnya mekanisasi pertanian. Secara tradisional, kerbau digunakan untuk membajak sawah. Para petani merawat dan menghormati kerbau karena hasil kerjanya memungkinkan keluarga mereka untuk menghasilkan makanan mereka. Tapi sekarang warga melaporkan bahwa mereka menggunakan traktor dan mesin untuk membajak sawah mereka. Peralatan modern ini menghemat waktu dan tenaga sekaligus memungkinkan digarapnya lebih banyak lahan dalam satu musim. Tapi beberapa orang sepuh mengkhawatirkan tentang biayanya yang lebih tinggi dan berkurangnya jumlah kotoran hewan yang dihasilkan (yang secara tradisional untuk pupuk).
Selain itu, warga mengatakan bahwa mereka tidak bisa membiarkan tanah mereka kosong tidak digarap selama satu atau dua musim seperti yang dilakukan orang tua mereka. Beberapa mengatakan ini dikarenakan oleh semakin meningkatnya jumlah populasi di desa sedangkan jumlah tanah yang dimiliki setiap keluarga telah dibagi menjadi lahan-lahan yang lebih kecil. Tapi survei rumah tangga menunjukkan bahwa kepemilikan lahan di Ban Tha Laad cukup besar, sedangkan para sepuh berargumen bahwa
keluarga-keluarga sekarang menggunakan lebih banyak porsi tanah mereka untuk produksi, sama sekali bukan karena mereka kekurangan tanah, melainkan karena mereka ingin memaksimalkan produksi hasil bumi untuk meningkatkan penghasilan dan membayar hutang mereka. Jadi, tampaknya diperkenalkannya ekonomi berorientasi pasar berdampak jauh lebih negatif bagi lingkungan dibandingkan dengan dampak dari pertumbuhan penduduk. Menarik juga untuk dicatat bahwa secara tradisional pertumbuhan penduduk tidaklah diinginkan. Phra Khru Supajarawat menjelaskan,
�Persoalan lainnya adalah populasi tumbuh terlalu cepat�tiga puluh tahun lalu�pemerintah kampanye agar setiap keluarga beranak lebih banyak guna meningkatkan ukuran pul tenaga kerja. Waktu itu, pertumbuhan penduduk stagnan.�
Kebanyakan petani merasa bahwa, untuk lebih baik ataupun lebih buruk, komunitas mereka tanpa bisa ditarik mundur lagi telah memasuki era pasar modern.
Tidak
dimungkinkan maupun diinginkan untuk kembali lagi ke perekonomian yang secara tradisional tertutup. Dengan demikian, tanpa dapat diputar balik lagi pertanian telah berubah. Produksi untuk pasar kemungkinan besar akan tetap menjadi tujuan utama pertanian. Seorang sepuh dengan mata menatap ke bawah dengan sedih berkata, �Dulu kami menghormati Ibunda Padi dan sangat bersyukur atas keberlimpahannya. Sekarang, kami hanya menjualnya.�
Tetapi, bagaimana hasil bumi komunitas dihasilkan tetap terletak di tangan penduduk desa dan seperti yang akan dilihat nanti, banyak yang sedang mencoba mengambil dari teknik-teknik tradisional maupun yang baru untuk bergerak menuju produksi yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Penggundulan Hutan
Intensifikasi pertanian (baik dalam arti menggunakan lebih banyak lahan untuk produksi dan memakai lahan tersebut secara lebih intens) sudah dipastikan menyumbang pada penggundulan hutan.
Mayoritas daratan yang satu generasi lalu adalah hutan sudah bersih dibabat. Penggundulan hutan, kata warga, menyebabkan perubahan iklim setempat. Pola curah hujan dewasa ini jauh lebih tidak menentu dibanding dulu dan kekeringan yang berkepanjangan lebih sering terjadi. Ini membuat pertanian menjadi jauh lebih sulit dan secara ekonomi kurang menggairahkan. Telaga desa menyusut, daya retensi kelembaban tanah menurun, dan banyak sungai kecil musiman menyusut ataupun lenyap. Penduduk desa cemas akan masa depan. Para sepuh dan biku menyatakan kesedihan mereka atas pembangunan modern yang telah menyebabkan terguncangnya keseimbangan alam.
Perusahaan-perusahaan penebangan kayu memperoleh akses ke daerah ini pada tahun 1950an dengan bantuan para pejabat departemen kehutanan. Jalan-jalan distrik diperbaiki dan pada tahun 1963, sebuah kilang penggergajian dibangun untuk memfasilitasi ekstraksi kayu daerah ini. Waktu itu, para petani belum punya hak milik resmi atas tanah mereka dan perusahaan-perusahaan maupun para pejabat pemerintah mengambil keuntungan akan hal ini dengan langsung menebang pohon begitu saja atau membayar penduduk desa uang ganti rugi yang sangat
kecil jumlahnya. Para sepuh melaporkan bahwa aktivitas itu secara ilegal terus berlanjut bahkan setelah pemerintah melarang penebangan kayu pada tahun 1977. Akhirnya, lenyap sudah persedian kayu, kilang penggergajian ditutup dan perusahaan-perusahaan penebangan kayu pun pindah.
Penggundulan hutan lebih lanjut terjadi setelah para pejabat Kementerian Pertanian merekomendasikan petani setempat menanam rami sebagai cash crop pada awal 1980an. Para pembeli berdatangan membeli rami untuk pabrik di daerah-daerah lain. Tetapi pada tahun-tahun selanjutnya setelah produksi dimulai, harga rami turun drastis dan petani setempat tidak lagi menanamnya. Akhirnya, kata penduduk desa, kebanyakan pohon yang tersisa ditebang selama satu dekade lalu untuk bangun rumah dan perluasan lahan pertanian. (Bersambung)
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.
Open multiple messages at once with the all new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Beyond belief | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
