Kemarin (18 jun'06), saya, lily, rina, lisa dan Hany menjenguk keadaan
Pak Ong Giok Hin di RS Atmajaya. Kebetulan saya ikut masuk melihat
kondisi Pak Ong. Kondisi masih cukup memprihatinkan (cukup bikin perut
mules.....melihat luka2nya). 
Awal waktu terbakar wajah Pak Ong habis semua, sehingga tidak bisa
melihat dan bibir tidak bisa dibuka, sampai setelah beberpa hari baru
bisa dibuka), jadinya waktu itu makannya lewat Infus, saat ini sudah
bisa makan sedikit-sedikit.. walaupun dengan  bibir Pak Ong yang masih
penuh luka bakar.  Untuk buang air masih menggunakan kateter (krn tidak
bisa bangun). Dengan melihat kondisi itu  Pak ong masih akan lama di
opname di RS. Atmajaya. 

Anak keduanya saat ini baru masuk SD di sekolah Ricchie di daerah kota,
hal tersebut menambah berat beban yang harus ditanggung oleh keluarga
Pak Ong. Anak pertamanya sekolah SMP di daerah TPI-kampung gusti.
 
Pak Ong adalah ayah dan suami yang tanggung jawab, walaupun saat
kejadian badannya sudah penuh dengan api, perih, panas sekujur badan ia
masih bertahan dan sadar, beliau mematikan api yang masih menyala di
rumahnya, karena beliau berniat melindungi anak2 nya yg masih tidur dan
istrinya dikamar sebelah agar tidak ikut terbakar juga.
 
Uluran tangan teman-teman sangat dibutuhkan, besar kecil tidak masalah,
bila dikumpulkan akan menjadi bukit.

 
Salam Metta
Dian.
 
 
 
-----Original Message-----
From: Lily Ongah [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
 
3 minggu lalu terjadi kejadiaan yang menyedihkan menimpa keluarga Ong  di daerah Kapuk.
Pak Ong Giok Hin yang sedang memperbaiki gas dirumah meredak,
yang mengakibatkan kebakaran sebagian rumahnya dan luka bakar parah pada
muka, tangan dan kaki pak Ong Giok Hin.
Saat ini pak Giok Hin masih berobat di RS Atmajaya, memerlukan dana
pengobatan untuk luka bakar yang memerlukan waktu jangka panjang.

Penghasilan pak Giok Hin yang sebelumnya cukup untuk makan sehari hari
sekeluarga dari bengkel kecil yang di kongsi dengan beberapa teman2x.

Adakah diantara teman2 yang terketuk hatinya dan bersedia membantu
meringankan beban yang keluarga pak Giok Hin saat ini
yang masih mempunyai 2 orang anak ( naik kelas ke 2 SMP dan 1 SD ).

Apabila teman2 bersedia membantu, teman2 dapat memberikan dana tersebut
melalui Rek.BCA nomor 0350977091 a/n Dahkia Akiah/Hundarti
untuk informasi / konfirmasi mohon teman2 mengirimkan SMS Nama dan jumlah
yang didanakan ke Lily di HP 021-92659839.

Berapapun jumlah yang teman2 danakan tentu sangat berarti buat pak Ong.

Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia





 
Tujuan utama dibalik misi kemanusiaan bukanlah untuk menolong orang yg tidak mampu.
Orang yg miskin sangat banyak jumlahnya dan tidak akan pernah habis ditolong.
Tujuan adalah "MENSUCIKAN HATI & PIKIRAN" - membangkitkan welas asih para relawan sekaligus rasa bersyukur.
Akan lebih baik kalau orang yg menerima kebaikan itu juga bisa timbul rasa welas asihnya.

Beras di dunia tidak habis dimakan oleh 1 orang,
Urusan di dunia tidak habis diselesaikan oleh 1 orang,
seorang diri juga tidak mampu mencapai semua keberhasilan dunia.

Water needs to run freely in order to be clean,
While air has to be move in order to be fresh,
Similary, as humans we need to be active to stay alive.

Life is fragile.
We do not know what will happen next
therefore, we can only seize the moment.
By attending to our every thought, being grateful and understanding, and forging good relationships with others,
we will be free from envying others' success and slandering their character.

Better do something and wrong,
at least you'll learn something
than do nothing and get nothing



__________ NOD32 1.1361 (20060111) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com
__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Beyond belief Woman and spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke