Kompas, Senin, 03 Juli 2006
WTO Sudah Kehabisan Waktu
Semua Anggota Bertahan
Geneva, Minggu - Waktu hampir habis bagi para negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO untuk memutuskan terciptanya sistem perdagangan internasional yang baru. Sistem yang berlaku sekarang berakhir Desember 2006. Namun, sistem baru belum tercapai karena perbedaan sikap para anggota.
Sekitar 149 negara anggota WTO sekarang memasuki pembicaraan yang dinamakan Putaran Agenda Pembangunan Doha, yang dicanangkan pada 2001. Putaran kali ini bertujuan membantu perekonomian di negara berkembang lewat pemberian akses pasar kepada produk-produk pertanian negara berkembang di negara maju.
Sudah berlangsung beberapa pertemuan, namun hasilnya masih tetap sama, perbedaan prinsip antara negara maju dan negara berkembang. Juga ada perbedaan mendasar di antara negara maju sendiri, khususnya antara Eropa dan Amerika Serikat.
Intinya adalah, negara maju diminta membuka pasar mereka. Untuk itu dimintakan penghapusan subsidi pertanian di negara maju, yang menjadi faktor penghambat utama masuknya produk pertanian negara berkembang.
Di sisi lain, negara maju meminta imbalan kepada negara berkembang untuk membuka sektor industri dan jasa, untuk bisa digeluti negara maju juga. Hal itu dinilai tidak fair oleh negara berkembang dengan alasan pasti kalah bersaing dengan negara maju yang sudah lebih kuat.
Sementara itu, negara maju masih tetap enggan membuka pasarnya terhadap produk pertanian. Selain itu, antara Eropa dan AS tetap terjadi perbedaan definisi dan sikap soal penghapusan subsidi untuk sektor pertanian.
Topik pertemuan masih di seputar itu, mulai dari pertemuan di Cancun, Meksiko, pada 2003, yang juga gagal total. Kegagalan juga berulang pada pertemuan mereka di Hongkong pada Desember 2005.
Masih dalam rangka menyatukan perbedaan prinsip, dalam tiga hari terakhir para anggota berkumpul secara maraton di Geneva, Swiss, markas WTO. Hasil masih tetap sama, yang ada adalah kebuntuan pada pertemuan sejak Kamis hingga Sabtu pekan lalu.
Tak beranjak
Sekjen WTO Pascal Lamy telah mencoba menekan pemerintahan untuk bersepakat, atau dunia tidak memiliki aturan baru soal perdagangan internasional. Hal itu dikhawatirkan akan melahirkan sistem perdagangan bilateral, bukan multilateral. Konsekuensinya adalah munculnya sistem perdagangan dunia yang tak beraturan dan menghambat kemajuan perekonomian global.
Pemain utama pada perundingan itu adalah India, AS, Eropa, dan Brasil. Karena tetap bersikukuh dengan argumentasi masing-masing, maka sirnalah kesempatan untuk mencapai kesepakatan pada pertemuan tiga hari itu.
"Kita harus menghadapi kenyataan bahwa kita berada di dalam krisis. Meskipun demikian, sebaiknya jangan panik," kata Lamy.
Kekhawatiran Lamy masuk akal. Sejarah pernah menunjukkan bahwa dunia ini mengalami perang dagang di era merkantilisme, yang kemudian berujung dengan resesi ekonomi dunia.
Menteri Perdagangan India Kamal Nath mengatakan, "Kita menilai bahwa yang terjadi sekarang tampaknya sudah tidak ada ruang untuk berunding karena muncul perbedaan persepsi yang berbeda jauh."
Ia mengatakan, sikap negara maju memperlihatkan moral yang buruk. (AFP/MON)


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke