Tgl 19 Mei 2006
KIta mengawali hari ini dengan membedah dokumenter berjudul: "Ancient Future" and "Doll and Dust"
Dokumenter ini menyajikan berbagai informasi tentang kehidupan di Ladakh (salah satu propinsi di India).
Dan kebetulan ada 2 orang yang datang dari Ladakh,jadi mereka bisa membantu menjelaskan lebih rinci mengenai segala sesuatu di film ini. Film ini berusaha memaparkan kepada dunia tentang terancamnya kebudayaan tradisional masyarakat setempat dan gaya hidup mereka. Dulu mereka hidup sangat bersahabat dengan alam, dan hubungan yang terjalin diantara mereka sangatlah erat. Mereka hidup dengan filosofi: ONE BIG FAMILY. Semuanya saling membantu, mereka juga mengerti tentang inter-dependence antara semua makhluk.
Tapi 2 dekade terakhir ini telah terjadi modernisasi di Ladakh. Sekarang untuk keperluan air saja, mereka harus bergantung pada pemerintah. Keluarga juga sudah mulai terbagi menjadi Nuclear family. Selain itu disekolah anak-anak tidak lagi diajari tentang kebudayaan mereka sendiri, tapi mereka dipaksa untuk mempelajari budaya asing dan juga bahasa asing. Sebagai akibatnya anak-anak kehilangan rasa percaya diri mereka, tidak lagi menghargai budaya mereka, menganggap budaya barat sebagai suatu yang keren dan modern. Begitu banyak pengangguran, budaya konsumerism sudah mulai mengakar.
Sungguh menyedihkan, sekitar 95 % pelajar dinyatakan tidak lulus ujian dan menjadi pengangguran. Mereka ini tidak bisa kembali ke gaya hidup tradisional mereka lagi, karena sudah terperangkap begitu dalam dalam dunia modernisasi. Mereka tidak tahu bagaimana caranya bertani.
Sekarang ini pertama-tama yang mereka perlukan adalah menjalin kembali komunikasi yang terputus, mengeratkan kembali tali persaudaraan yang renggang. Membangun kembali hubungan yang harmonis.
Mungkin kita bisa mengatakan bahwa ada segi positif dari globalisasi ini, menjadi pintar!
Pintar adalah kita bisa membuat / menciptakan sesuatu dari tangan kita, dengan kepala kita.
Tapi yang lebih utama adalah kebijaksaaan. Kebijaksanaan berarti kita tahu mana yang berguna dan mana yang bisa membahayakan generasi selanjutnya.
Pada sesi siang hari, kami belajar tentang "Poverty in Asia" by Chalida Bamford beserta sistem ekonomi dan bagaimana sistem ini mulai menguasai masyarakat dan bahkan negara. Dan bagaimana sistem ini mencengkram hidup masyarakat sipil.
Dan dari presenter sendiri: beliau berkata sebenarnya hubungan yang terjalin antara masyarakat dan perusahaan adalah sebagai berikut:
dari rumah / penduduk --> support perusahaan (sebagai pekerja) -->perusahaan bayar gaji ke pekerja & memberikan pelayanan ke rakyat --> perusahaan melakukan ekspor & impor --> mendapat laba-->perusahaan bayar pajak ke pemerintah --> pemerintah menyediakan fasilitas pelayanan umum untuk masyarakat --> rakyat bayar pajak ke pemerintah --> pemerintah juga membangun infrastruktur dan menyediakan subsidi untuk perusahaan --> rakyat menabung ke bank --> dan hal ini mengundang investor asing untuk datang berinvestasi ke perusahaan --> selanjutnya terjadi masalah yang menyebabkan colapse-nya perekonomian.
Sebenarnya dari sistem ini bisa kita lihat dengan jelas bahwa kekuatan dari perusahaan terletak pada pekerja. Jadi rakyat sebenarnya memegang peranan kunci dalam sistem perekonomian negara.
Mereka sebagai sumber tenaga / penggerak yang memungkinkan suatu perusahaan untuk terus survive. Sebenarnya jika semua pekerja menyadari hal ini, pemerkosaan & korupsi hak-hak pekerja tidak perlu terjadi.
=============================================================
Tgl 20 Mei 2006
Di sesi pagi ini kami disajikan 2 dokementer dan tentu kami harus menganalisanya dan menghubungkan dengan kondisi nyata di negri sendiri.
1. Dokumenter pertama : "Impact of Globalization on Environment" by Christ.
Memaparkan fenomena di Laos,yang saat ini kebanyakan pemuda/i Laos mencari pekerjaan di luar negeri, seperti Thailand. Tapi apa yang terjadi ketika mereka sudah berada di luar negeri?
Beberapa diantara mereka memang bekerja, tapi sebagian besar malah terjerumus ke penghancuran hidup mereka sendiri, seperti prostitusi (baik berprofesi sebagai, atau sebagai konsumen), minum, dll. Atau mereka harus bekerja keras dengan sistem lembur jika mereka bekerja di industri-industri. Yang menyedihkan adalah anak-anak di bawah umur juga ikutan bekerja. Hal ini paling banyak terjadi di negara Asia (sekitar 60%). Napa yah.....?
*Pendapat pribadi: Sepertinya pemandangan seperti ini akrab yah....:)
2. Dokumenter kedua : "Pressure of Modernization on Women" by Lucia V. Jayaseelan.
Tentang wanita dan tekanan yang mereka hadapi. Pada pemutaran kedua ini cukup singkat, hanya sekitar 10 menit.
Hal utama yang mau disampaikan adalah keadaan wanita karir saat ini, dan berbagai kesulitan yang harus mereka hadapi, Fenomena ini terjadi di seluruh bagian dunia ini. Tidak terkecuali Indonesia. Dalam dokumenter ini juga ditayangkan beberapa aksi unjuk rasa antara lain di Jepang, Korea, Thailand, Laos, Indonesia. Mereka menuntut adanya jaminan keamanan disaat mereka bekerja.
Mengenai lama jam kerja, upah, kesehatan, tunjangan, pergiliran jam kerja, kerja yang monoton, tidak ada keuntungan yg bisa mereka peroleh, tidak ada perlindungan untuk wanita hamil yang bekerja, tidak ada aksi peduli terhadap anak.
Telah begitu banyak hak pekerja yang dikorupsi oleh pihak perusahaan.
Kebanyakan dari wanita pekerja ini adalah tidak berpendidikan / tidak punya ketrampilan, yang memaksa mereka akhirnya hanya bisa bekerja di industri atau sebagai tenaga buruh. Dengan upah yang begitu rendah, dan kontrak kerja yang tidak imbang.
*Narasumber berpendapat bahwa wanita sesungguhnya adalah natural worker. Sudah sifat alami mereka untuk menjaga, merawat, peduli. Jadi tanpa perlu bekerja, sebenarnya mereka sudah menjadi wanita karir dengan sendirinya. Mulai dari menjaga rumah, merawat anak / suami/ orang tua, dsb. Itulah karir alami mereka. Dan mengapa wanita selalu dibayar lebih rendah daripada laki-laki...(terutama sekali pada para pekerja pabrik). Harusnya wanita menyadari bahwa karir alami mereka adalah carer (pemerhati).
Tapi karena paham globalisasi yang sudah menerjang hampir semua aspek kehidupan; membuat wanita berpandangan bahwa mereka butuh kerja. Bekerja di perusahaan. Bahwa mereka butuh uang tambahan. Bahwa jika wanita tidak bekerja akan dipandang rendah oleh yang lain.
*pendapat pribadi: dari negara-negara ini sebagian besar adalah negara yang bisa kita kategorikan sebagai negara maju. Ternyata yang namanya negara maju itu jangan-jangan cuma negaranya aja yang maju yah? Buktinya masih banyak tuh penduduknya yang pantatnya gosong.......
Diakhir presentasi ini kami kembali diajak untuk melukiskan (bukan menulis) kondisi seperti apa yang kami hadapi di negara kami masing-masing, dan kondisi ideal apa yg kami harapkan, serta ide apa yang kami punya untuk mewujudkannya. Tentu saja kami tetap bekerja dalam HOME GROUP kami.
3. Dan sesi sorenya masih ada satu presentasi lagi, yaitu tentang ECOLOGICAL FOOTPRINT
Jadi kita diajak menghitung ada berapa banyak area yang kita pakai. Dimulai dari menghitung jumlah kaos kaki, tus seberapa gede kantong sampah yang biasa kita pake, tus saat sikat gigi:air dibiarin nyala atau tidak, dll. dan ternyata mengejutkan sekali hasil yang kami dapatkan adalah sekurang-kurangnya area yang kami butuhkan adalah seluas 1.25 m. Bisa dibayangkan jika untuk diri pribadi saja membutuhkan area begini, nah...bisa kita bayangkan kalau ditambah dengan teman yang lain? Wah...wah...wah....terus berapa banyak BUMI yang kita butuhkan untuk hidup???
Emmm....Dibagian ini ada yang lucu deh.. Ada satu orang yang areanya paling luas yaitu 1.9m2..Wowww.....!!! Lebih mengejutkan lagi setelah kami tahu orangnya, ternyata dia adalah....seorang bhikshu!! Hahaa.....Kami jadi tertawa deh....Selain itu kami juga membahas tentang penghematan listrik, pemakaian tenaga surya untuk alat-alat elektronik (bisa juga dipakai untuk mesin pompa air).
Presenter juga ada memberikan website jika ada yang tertarik:
www.palangthai.org atau [EMAIL PROTECTED]
Yah..inilah sharing di hari kedua dan ketiga Training INEB (Training for Young Bodhisattva) di Thailand.
Masih banyak yang antri untuk disharing..Hehee...
metta,
Julie
=====================================================================================
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Beyond belief | Woman and spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
