Layak dibaca,Benar atau salah?Kembali pada pendapat
anda masing2 (^_^), terimakasih
 
Posted by: "Sherad Lounge" [EMAIL PROTECTED]  
yeni_137 
Wed Jul 12, 2006 5:13 am (PST) 


Bayangkan diri Anda sedang berada di dalam ruangan
konser. Anda sedang asyik menikmati indahnya alunan
musik ketika tiba-tiba ingat bahwa pintu mobil Anda
belum dikunci. Anda khawatir terjadi sesuatu terhadap
mobil Anda. Celakanya, Anda tak dapat keluar begitu
saja dari ruangan itu. Anda menjadi gelisah dan tak
dapat lagi menikmati musik konser. Anda begitu tak
sabar menunggu konser tersebut berlalu. Coba renungkan
sebentar skenario di atas. Ilustrasi tersebut
menggambarkan definisi baru mengenai kesabaran.
Kesabaran adalah kemampuan menyatukan badan dan
pikiran kita (body and mind) di satu tempat. Nah,
begitu badan dan pikiran Anda berada di lain tempat,
Anda akan sangat gelisah dan kehilangan kesabaran.
Lihatlah contoh di atas. Ketika badan dan pikiran Anda
ada di ruangan konser, Anda begitu menikmati segala
sesuatunya. Tapi begitu Anda sadar bahwa mobil belum
terkunci, seketika itu juga pikiran Anda beralih ke
tempat parkir. Pada saat itu kenikmatan Anda menonton
berubah menjadi penderitaan, ketegangan, dan
kegelisahan. Kalau semula Anda begitu sabar menikmati
indahnya alunan musik detik demi detik, kini kesabaran
itu benar-benar habis. Badan Anda masih di tempat
konser, sementara pikiran ada di tempat lain. Dengan
contoh sederhana ini saya ingin mengajak Anda semua
merevisi total pemahaman kita mengenai kesabaran.
Selama ini, sabar seringkali diartikan dengan bersedia
menderita, bersikap tabah, mengalah, dan seterusnya.
Sabar sering diekspresikan dengan mengurut dada. Anda
mengalami musibah, kemudian orang datang dan
mengatakan,''Bersabarlah menghadapi cobaan ini.'' Anda
diperlakukan sewenang-wenang, kawan-kawan Anda
mengatakan, "Bersabarlah, biar nanti Tuhan yang akan
membalas orang itu". Tak ada yang salah dengan
kata-kata tersebut. Yang salah adalah maknanya.
Seolah-olah bersabar hanyalah dikaitkan dengan
penderitaan hidup. Karena itu ekspresinya adalah
mengurut dada. Ekspresi seperti ini mereduksi begitu
banyak makna
mengenai kesabaran. Padahal kesabaran adalah rahasia
terpenting untuk menikmati hidup. Kalau Anda bersabar
Anda akan benar-benar menikmati saat-saat terindah
dalam hidup Anda. Definisi baru mengenai kesabaran
adalah menyatukan badan dan pikiran di satu tempat.
Apa yang terjadi kalau badan Anda di kantor tapi
pikiran di rumah, atau sebaliknya Anda di rumah tapi
pikiran di kantor? Saya yakin, Anda tak akan menikmati
hidup. Dalam menjalankan pekerjaan, seringkali saya
harus bepergian jauh ke luar kota selama beberapa
hari. Saat itu saya sering merindukan keluarga di
rumah. Dan begitu itu terjadi saya merasa stres dan
kehilangan kesabaran. Saya ingin buru-buru pulang, dan
kenikmatan melakukan pekerjaan pun hilang. Coba amati
apa yang Anda rasakan saat terjebak kemacetan di
jalan. Anda sering menjadi stres. Badan Anda masih di
mobil tapi pikiran sudah di kantor, di tempat klien
atau di rumah. Anda menderita. Sekarang coba lakukan
penyatuan badan dan pikiran Anda kembali.
Kuncinya adalah kesadaran. Sadarilah sepenuhnya apa
yang sedang Anda alami. Rasakan tubuh Anda yang sedang
duduk di mobil, rasakan sentuhan tangan Anda pada
kemudi, dan kaki Anda yang sedang menginjak pedal.
Hidupkan musik kesukaan Anda, dan amatilah
gedung-gedung yang menjulang tinggi. Anda akan
merasakan keajaiban. Perlahan-lahan kesabaran Anda
tumbuh kembali. Bukan itu saja Anda juga akan
merasakan rileks. Jangan salah, untuk relaksasi Anda
tidak membutuhkan waktu dan tempat yang khusus. Yang
Anda perlukan cuma bersabar. Sabar berarti hidup di
masa sekarang dan menikmati keberadaan Anda. Anda
sering tak sabaran kalau menunggu sesuatu? Coba
satukan badan dan pikiran. Anda akan merasakan
bedanya. Dalam suatu perjalanan ke Honolulu, perubahan
jadwal penerbangan menyebabkan saya "terdampar" di
lapangan terbang Osaka selama 12 jam. Awalnya saya
stres memikirkan cara mengisi waktu yang panjang itu.
Tapi begitu ingat rumus ini, kesabaran sayapun tumbuh
kembali, dan saya
begitu menikmati berjalannya waktu. Definisi lain dari
kesabaran adalah kesediaan Anda untuk menjalani
prosesnya satu demi satu. Dunia ini diciptakan
berproses. Kesabaran berarti menikmati proses
tersebut. Anda tak bisa mendadak menjadi kaya, pandai,
dan kompeten. Anda harus mau bersabar menjalani
prosesnya dari ke hari. Dalam hal ini berlaku hukum
pertumbuhan, Anda hanya menuai apa yang Anda tanam.
Tak ada hal yang instant! Kalau Anda melewati
prosesnya karena ingin cepat kaya, atau ingin cepat
terlihat pandai. Anda melawan hukum alam, karena itu
bersiap-siaplah menerima konsekuensinya pada suatu
saat nanti. Jadi, marilah kita bersabar. Dan hidup
akan terasa lebih nikmat. Jangan mengurut dada, karena
kesabaran adalah kenikmatan bukannya penderitaan.
Apapun karir dan profesi Anda, yang menyebabkan Anda
berhasil bukanlah kepandaian tetapi kesabaran Anda.
Inilah rahasianya mengapa agama selalu mengatakan,
"Sesungguhnya Tuhan bersama orang-orang yang sabar!".
//-->


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke