----- Original Message -----
From: plukitto
Sent: Sunday, July 30, 2006 10:09 PM
Subject: Boro-boro ngerti tidak ada aku/buat apa berbuat baik

Namo Buddhaya,
                          Terhadap sdr. Sindu itu kita  harus bersikap bijaksana. Bukan menilai pribadinya begini  begitu. Dia mempunyai pertanyaan yang ia tidak bisa jawab dan pertanyaan ini juga ada pada umat Buddha lainnya. Jadi sebaiknya permasalahannya yang dibahas bukan menilai kepribadiannya, inilah suatu kesalahan yang sering terjadi dalam suatu diskusi ( tukar fikiran, bukan debat), sehingga terjadilah serang menyerang pribadi.
                           Menurut saya sebaiknya kita coba membawa sdr. Sindu itu ke jalan yang benar , tunjukkan jalan Buddha, jangan di"musuhi" atau dicela. dan bila kita tidak bisa menerangkan, sehingga orang awam itu bisa mengarti, terus terang saja, saya tidak bisa menerangkannya, mungkin ada orang lain yang bisa menerangkannya.
                          Satu lagi komentar saya,  jangan mengatakan agama Buddha itu sulit,  nanti umat yang baru mau meyakini agama Buddha lari ke agama lain yang lebih mudah dimengarti. Kita, yang mengaku Pandita atau orang yang tahu agama Buddha sebaiknya mencoba menerangkan agama Buddha yang "sulit" itu  dengan kata2 yang sederhana, sehingga bisa dicerna oleh umat awam .
                         Sekian, saya tidak mau  membuka polemik, tapi sebagai orang yang sudah berumur ingin menasihati para teman2 yang banyak pengetahuannya tentang agama Buddha, agar pengetahuan itu dipergunakan untuk membantu umat awam.
                         Terima kasih atas perhatiannya dan maaf bila ada yang tersinggung.  Pisi Lukitto.
__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke