Namo Buddhaya,

Wah ternyata di zaman modern ini masih ada orang yang menulis 
seperti ini ya? Kalau memang bencana di Indonesia untuk menghukum 
orang musyrik, mengapa kok korbannya sebagian besar malah orang 
Muslim ya? Apakah Tuhannya salah sasaran?
Justru penyebab melaratnya Indonesia adalah orang-orang seperti ini, 
yang tidak memiliki wawasan luas. Lagipula segala sesuatu terjadi 
karena kehendak Allah. Jika demikian penggunaan Candi Mendut dan 
Borobudur sebagai tempat ibadah agama Buddha khan seharusnya 
juga terjadi atas kehendak Allah. Kalau bukan karena kehendak Allah 
mana mungkin bisa terjadi? Jika ada sesuatu yang dapat terjadi di luar 
kehendak Allah, maka itu artinya Tuhan tidak maha kuasa. Oleh 
karena, semua sudah terjadi karena kehendak Allah, mana mungkin 
pemerintah melarangnya? Berarti pemerintah melawan Allah bukan?
Bagaimana anta ini, Abu Achmadkur? Logika gitu saja anta tidak 
mengerti.

Metta,

Tan


--- In [email protected], Zhuge Liang 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Terlampir adalah email dari seorang Achmad Kurniawan 
[EMAIL PROTECTED] .
> Ada komentar, rekans?
> 
> ZL
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: Achmad Kurniawan [EMAIL PROTECTED]
> To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
> PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
> ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
> ashion.com ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
> ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Wednesday, August 02, 2006 1:50 PM
> Subject: PENYEBAB SESUNGGUHNYA BENCANA DI INDONESIA
> 
> 
> Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokhatuh,  
> 
> Akhir-akhir ini bencana datang silih berganti di negara kita, tanpa kita 
sadari apa penyebab
> sebenarnya.
> 
> Memang benar para pakar geologi telah meneliti dari segi ilmu 
pengetahuan. Tetapi kita masyarakat
> Indonesia masih saja belum menyadari penyebab utamanya, 
terutama ditinjau dari segi ke-Islaman,
> atau prinsip2 Islam. 
> 
> Penyebab utama dari datangnya bencana2 yang bertubi-tubi ini tentu 
saja karena agama sudah tidak
> lagi diindahkan di negara ini.
> 
> Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhoi Allah SWT terus-
menerus dizholimi oleh kaum kafir /
> agama2 kafir di negara ini.
> 
> Di daerah2 dan di desa2 terus-menerus dibangun rumah ibadah kaum 
kafir yaitu gereja2. Hal ini
> bukan saja menambah simbol2 kafir di negara ini tetapi lebih jauh 
dari itu akan menambah umat
> Islam yang menjadi murtad dikarenakan meninggalkan Islam. Tentu 
saja hal ini sangat meresahkan,
> dan apabila ada teman2 kita atau saudara2 kita yang membentuk 
kelompok, kemudian bertindak keras
> dengan menyetop pembagunan gereja, atau jika ada diantaranya 
yang sedikit emosi sampai merusak,
> maka mereka langsung di cap anarkis dan teroris. Apakah pantas 
jika misalnya di suatu desa atau
> daerah hanya ada 10-20 keluarga kresten, lalu bisa mendirikan 
gereja??
> Pendirian gereja2 semacam ini jelas-jelas merupakan tindakan yang 
menzholimi dan menindas Islam!
> Perlu ditindak tegas!
> 
> Candi-candi seperti Borobudur dan Mendut, adalah obyek pariwisata 
Indonesia, tetapi mengapa setiap
> hari waisak digunakan oleh kaum kafir yg beragama Budha untuk 
perayaan ibadah?  Apa hubungan
> antara obyek pariwisata Candi dan agama Budha? Pemerintah 
seharusnya melarang hal ini, tetapi
> pemerintah malah membiarkan saja hal ini berlanjut terus menerus, 
bukankah ini berarti melegalkan
> dan MENYUBURKAN KEKAFIRAN di bangsa Indonesia yang 
mayoritas Muslim ini. Kalau ini bukan
> penzholiman terhadap Islam, lalu apa namanya?  Pemerintah juga 
membiarkan saja praktik2 ritual
> kafir keturunan Cina, mulai dari barongsai sampai upacara ritual yang 
besar2an.
> 
> Belum lagi ritual2 kafir seperti melarung sesaji ke laut orang2 Hindu, 
dengan boneka raksasa
> setannya (ogoh2), bahkan ada yang kesurupan segala. Pemerintah 
seharusnya bisa membatasi
> hal-hal/budaya seperti ini, lebih baik lagi jika bisa dihilangkan, bukan 
malah menyuburkan
> praktik2 kafir dengan dalih pariwisata. Yang lebih celaka lagi, banyak 
umat Islam yang ikut2an
> musrik dengan melarung sesaji ke laut, memelihara keris, dll. 
(misalnya mereka yg mengaku Islam
> Kejawen). 
> 
> Indonesia adalah negara Islam, tetapi pemerintah tampaknya lupa 
akan hal ini, malah memberi angin
> untuk menzholimi Islam. Islam adalah satu-satu nya agama yang 
menyembah Allah SWT, tidak seperti
> agama kafir lain seperti : Budha dan Hindu yang menyembah dewa 
dan patung2 berhala, dan juga agama
> Kresten yang menyembah manusia atau men-Tuhankan manusia. 
Mereka telah memilih agama atau jalan
> yang sesat, jangankan dari segi Tuhannya, dari segi kesehariannya 
pun sudah menunjukan kenajisan,
> seperti membolehkan memakan babi, yang merupakan barang 
haram.  Jangan sampai kemurkaan Allah SWT
> mengenai kita semua. Ingat, kemusrikan adalah dosa yang tidak 
diampuni Allah SWT!
> 
> Belum lagi sikap pemerintah yang lemah dalam menyingkapi 
perbedaan2 ajaran agama, sebagai contoh
> dalam RUU yang ramai diributkan ini. 
> Sekali lagi, 1) Indonesia adalah negara Islam, 2) Mayoritas penduduk 
di negara ini adalah Muslim,
> 3) Satu-2nya agama kebenaran dan diridhoi Allah adalah Islam.
> 
> Jadi kesimpulannya patokan yang diambil jika terdapat perbedaan2 
tersebut adalah ajaran2 Islam,
> titik! Bukan kita malah memberi ruang pada ajaran2 agama kafir di 
negara Islam ini. Mungkin dalam
> ajaran agama2 kafir berpakaian terbuka tidak menjadi masalah, tetapi 
dalam ajaran Islam itu adalah
> KEMAKSIATAN! Perempuan harus menutup auratnya (anggota 
tubuhnya), kecuali wajah dan tangan.
> Lagi-lagi jika saudara2 kita memperjuangkan dan membela ajaran 
Islam, lalu kemudian bertindak
> keras dalam misi Amar Mak'ruf Nahi Mungkar, malah dikatakan 
sebagai pemaksaan kehendak dan
> anarkis. Padahal di dalam Islam, bertindak keras diperbolehkan 
apabila setelah dengan mulut tidak
> juga diindahkan. Perlu diingat yang anarkis adalah mereka orang-
orang Non-Muslim / Kafir, termasuk
> dan terutama Israel dan Amerika.
> 
> Masih banyak contoh2 penzholiman terhadap Islam di negeri kita 
sendiri, lihat saja di sinetron2
> hidayah (semacamnya), banyak contoh2 disana yang 
menggambarkan bahwa umat Muslim sering dianiaya
> dan ditindas baik oleh orang yg mengaku dirinya Islam, maupun oleh 
orang2 non-Muslim alias Kafir.
> 
> Untunglah sudah banyak pemimpin2 daerah di negara kita yang 
sudah menyadari penerapan Islam dalam
> kehidupan nyata, yaitu dengan menerapkan perda-perda bernuansa 
syariat Islam. Kita sebagai umat
> Islam sudah seharusnya mendukung hal ini, bukan malah 
mempermasalahkannya. Mengacu pada 3 point di
> atas, sudah sepantasnya (syariat) Islam bisa mengayomi seluruh 
masyarakat Indonesia. Islam
> diturunkan ke bumi untuk membawa kebaikan bagi seluruh umat 
manusia. Tapi terkadang kita tidak
> habis pikir, mengapa kaum kafir / agama2 kafir di negara Indonesia 
ini lupa akan kedudukannya yang
> bukan mayoritas. Bukankah sudah sepantasnya di negara Islam ini, 
jika kaum kafir / agama2 kafir
> menghormati dan tunduk terhadap aturan agama Islam, bukan saja 
dikarenakan sebagai agama
> negara/mayoritas, tetapi juga dikarenakan Islam sebagai satu2nya 
agama kebenaran yang diturunkan
> oleh Allah SWT. Mari kita semua umat Muslim dalam wadah 
solidaritas persaudaraan Ukuwah Islamiyah,
> berjuang bersama-sama. Allahu'akbar....!!!!!!!!!
> 
> Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokhatuh.
> 
> 
> (* Kafir dalam Al-Quran, adalah orang-orang yang tidak mau 
mengakui dan tidak mau menyembah  Allah
>  SWT,  dan tidak mau  mengakui Nabi Besar Muhammad SAW, 
sebagai junjungan umat manusia.
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>









** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke