Wassalam Abu Achmadkur,

Anta rupanya lupa ya. Ana cuma mau ngingetin, Taliban di Afghanistan 
justru kalah setelah berusaha menghancurkan patung Buddha lho. 
Makna apa yang anta dapat tarik dari peristiwa semacam itu? Mengapa 
Tuhan yang katanya hanya meridhoi Islam, tidak dapat melindungi 
jundullah-jundullah-nya dari serangan kaum kafir Amerika yang anta 
benci? Apakah arti bom-bom itu dibandingkan kekuasaan Allah? Allah 
Al Malik Penguasa sekalian alam tentunya sanggup mengalahkan kafir 
Amerika jika Ia berkehendak. Tetapi nyatanya yang menang malah 
Amerika dan lasykar-lasykarNya malah bertumbangan di bumi 
Afghanistan. Berdasarkan kenyataan di atas, wahai Abu, ada beberapa 
hal yang dapat kita simpulkan di sini:

1)Allah sesungguhnya tidak meridhoi kalian. Kalian sendiri yang 
merasa Allah meridhoi kalian padahal sesungguhnya tidak. Bukankah 
dalam Al Qur'anulkarim sendiri disebutkan bahwa Allah membenci 
orang-orang yang melakukan pengrusakan di muka bumi ini? Kelompok 
kalian terkadang bertindak terlalu brutal, sehingga Allah akhirnya 
membenci kalian. Menegakkan aqidah boleh, asal jangan brutal dan 
main paksa. Ingat bahwa dunia ini majemuk. Bukankah Nabi 
Muhammad SAW juga menghormati pluralitas? Karena itu saran ana, 
hiduplah sesuai dengan Al Qur'anulkarim dan ajaran junjungan anta 
Nabi Muhammad SAW dengan benar. Jangan keblinger. Nanti malah 
teler! Ikutilah teladan Gus Dur, KH. Hazim Muzadi, dan Emha Ainun 
Nadjib.

2)Kemungkinan kedua, Allah justru berada di pihak Buddha Gautama. 
Buktinya setelah patung Buddha dihancurkan, Taliban malah giliran 
hancur. Mengapa O Mengapa? Wallahualam bis'sawab!

C'mon Abu Achmad perluaslah wawasan anta, demi menciptakan bumi 
persada yang aman damai dan makmur. Gemar ripah loh jinawi. Kalau 
anta punya pandangan seperti itu terus, kapan negara kita makmur?

Tan


--- In [email protected], "dh4rm4duta" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Namo Buddhaya,
> 
> Wah ternyata di zaman modern ini masih ada orang yang menulis 
> seperti ini ya? Kalau memang bencana di Indonesia untuk 
menghukum 
> orang musyrik, mengapa kok korbannya sebagian besar malah orang 
> Muslim ya? Apakah Tuhannya salah sasaran?
> Justru penyebab melaratnya Indonesia adalah orang-orang seperti ini, 
> yang tidak memiliki wawasan luas. Lagipula segala sesuatu terjadi 
> karena kehendak Allah. Jika demikian penggunaan Candi Mendut 
dan 
> Borobudur sebagai tempat ibadah agama Buddha khan seharusnya 
> juga terjadi atas kehendak Allah. Kalau bukan karena kehendak Allah 
> mana mungkin bisa terjadi? Jika ada sesuatu yang dapat terjadi di 
luar 
> kehendak Allah, maka itu artinya Tuhan tidak maha kuasa. Oleh 
> karena, semua sudah terjadi karena kehendak Allah, mana mungkin 
> pemerintah melarangnya? Berarti pemerintah melawan Allah bukan?
> Bagaimana anta ini, Abu Achmadkur? Logika gitu saja anta tidak 
> mengerti.
> 
> Metta,
> 
> Tan
> 
> 
> --- In [email protected], Zhuge Liang 
> <zhugeliangthesleepingdragon@> wrote:
> >
> > Terlampir adalah email dari seorang Achmad Kurniawan 
> [EMAIL PROTECTED] .
> > Ada komentar, rekans?
> > 
> > ZL
> > 
> > ----- Original Message ----- 
> > From: Achmad Kurniawan [EMAIL PROTECTED]
> > To: ariefatur@ ; meow_id@ ; munawar@ ; Indrasto@ ;
> > dick316@ ; prabu@ ; climpits@ ; adif@ ;
> > jungleman1810@ ; raddy1982@ ; pelangi_biru2001@ ;
> > gita_iyanaya@ ; ass_logistik@ ; yuda@ ; parwoko@
> > ashion.com ; arimauputih@ ; altnive@ ; genkan@ ;
> > dany_sutanto@ ; cipto@ ; ridwan@ ; ibnoe020871@ ;
> > indradrums@ ; luftwaffe1943@ ; widyanto@ ; 
> respati_jakarta@ 
> > Sent: Wednesday, August 02, 2006 1:50 PM
> > Subject: PENYEBAB SESUNGGUHNYA BENCANA DI 
INDONESIA
> > 
> > 
> > Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokhatuh,  
> > 
> > Akhir-akhir ini bencana datang silih berganti di negara kita, tanpa 
kita 
> sadari apa penyebab
> > sebenarnya.
> > 
> > Memang benar para pakar geologi telah meneliti dari segi ilmu 
> pengetahuan. Tetapi kita masyarakat
> > Indonesia masih saja belum menyadari penyebab utamanya, 
> terutama ditinjau dari segi ke-Islaman,
> > atau prinsip2 Islam. 
> > 
> > Penyebab utama dari datangnya bencana2 yang bertubi-tubi ini 
tentu 
> saja karena agama sudah tidak
> > lagi diindahkan di negara ini.
> > 
> > Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhoi Allah SWT terus-
> menerus dizholimi oleh kaum kafir /
> > agama2 kafir di negara ini.
> > 
> > Di daerah2 dan di desa2 terus-menerus dibangun rumah ibadah 
kaum 
> kafir yaitu gereja2. Hal ini
> > bukan saja menambah simbol2 kafir di negara ini tetapi lebih jauh 
> dari itu akan menambah umat
> > Islam yang menjadi murtad dikarenakan meninggalkan Islam. Tentu 
> saja hal ini sangat meresahkan,
> > dan apabila ada teman2 kita atau saudara2 kita yang membentuk 
> kelompok, kemudian bertindak keras
> > dengan menyetop pembagunan gereja, atau jika ada diantaranya 
> yang sedikit emosi sampai merusak,
> > maka mereka langsung di cap anarkis dan teroris. Apakah pantas 
> jika misalnya di suatu desa atau
> > daerah hanya ada 10-20 keluarga kresten, lalu bisa mendirikan 
> gereja??
> > Pendirian gereja2 semacam ini jelas-jelas merupakan tindakan 
yang 
> menzholimi dan menindas Islam!
> > Perlu ditindak tegas!
> > 
> > Candi-candi seperti Borobudur dan Mendut, adalah obyek 
pariwisata 
> Indonesia, tetapi mengapa setiap
> > hari waisak digunakan oleh kaum kafir yg beragama Budha untuk 
> perayaan ibadah?  Apa hubungan
> > antara obyek pariwisata Candi dan agama Budha? Pemerintah 
> seharusnya melarang hal ini, tetapi
> > pemerintah malah membiarkan saja hal ini berlanjut terus menerus, 
> bukankah ini berarti melegalkan
> > dan MENYUBURKAN KEKAFIRAN di bangsa Indonesia yang 
> mayoritas Muslim ini. Kalau ini bukan
> > penzholiman terhadap Islam, lalu apa namanya?  Pemerintah juga 
> membiarkan saja praktik2 ritual
> > kafir keturunan Cina, mulai dari barongsai sampai upacara ritual 
yang 
> besar2an.
> > 
> > Belum lagi ritual2 kafir seperti melarung sesaji ke laut orang2 
Hindu, 
> dengan boneka raksasa
> > setannya (ogoh2), bahkan ada yang kesurupan segala. Pemerintah 
> seharusnya bisa membatasi
> > hal-hal/budaya seperti ini, lebih baik lagi jika bisa dihilangkan, 
bukan 
> malah menyuburkan
> > praktik2 kafir dengan dalih pariwisata. Yang lebih celaka lagi, 
banyak 
> umat Islam yang ikut2an
> > musrik dengan melarung sesaji ke laut, memelihara keris, dll. 
> (misalnya mereka yg mengaku Islam
> > Kejawen). 
> > 
> > Indonesia adalah negara Islam, tetapi pemerintah tampaknya lupa 
> akan hal ini, malah memberi angin
> > untuk menzholimi Islam. Islam adalah satu-satu nya agama yang 
> menyembah Allah SWT, tidak seperti
> > agama kafir lain seperti : Budha dan Hindu yang menyembah dewa 
> dan patung2 berhala, dan juga agama
> > Kresten yang menyembah manusia atau men-Tuhankan manusia. 
> Mereka telah memilih agama atau jalan
> > yang sesat, jangankan dari segi Tuhannya, dari segi kesehariannya 
> pun sudah menunjukan kenajisan,
> > seperti membolehkan memakan babi, yang merupakan barang 
> haram.  Jangan sampai kemurkaan Allah SWT
> > mengenai kita semua. Ingat, kemusrikan adalah dosa yang tidak 
> diampuni Allah SWT!
> > 
> > Belum lagi sikap pemerintah yang lemah dalam menyingkapi 
> perbedaan2 ajaran agama, sebagai contoh
> > dalam RUU yang ramai diributkan ini. 
> > Sekali lagi, 1) Indonesia adalah negara Islam, 2) Mayoritas 
penduduk 
> di negara ini adalah Muslim,
> > 3) Satu-2nya agama kebenaran dan diridhoi Allah adalah Islam.
> > 
> > Jadi kesimpulannya patokan yang diambil jika terdapat perbedaan2 
> tersebut adalah ajaran2 Islam,
> > titik! Bukan kita malah memberi ruang pada ajaran2 agama kafir di 
> negara Islam ini. Mungkin dalam
> > ajaran agama2 kafir berpakaian terbuka tidak menjadi masalah, 
tetapi 
> dalam ajaran Islam itu adalah
> > KEMAKSIATAN! Perempuan harus menutup auratnya (anggota 
> tubuhnya), kecuali wajah dan tangan.
> > Lagi-lagi jika saudara2 kita memperjuangkan dan membela ajaran 
> Islam, lalu kemudian bertindak
> > keras dalam misi Amar Mak'ruf Nahi Mungkar, malah dikatakan 
> sebagai pemaksaan kehendak dan
> > anarkis. Padahal di dalam Islam, bertindak keras diperbolehkan 
> apabila setelah dengan mulut tidak
> > juga diindahkan. Perlu diingat yang anarkis adalah mereka orang-
> orang Non-Muslim / Kafir, termasuk
> > dan terutama Israel dan Amerika.
> > 
> > Masih banyak contoh2 penzholiman terhadap Islam di negeri kita 
> sendiri, lihat saja di sinetron2
> > hidayah (semacamnya), banyak contoh2 disana yang 
> menggambarkan bahwa umat Muslim sering dianiaya
> > dan ditindas baik oleh orang yg mengaku dirinya Islam, maupun 
oleh 
> orang2 non-Muslim alias Kafir.
> > 
> > Untunglah sudah banyak pemimpin2 daerah di negara kita yang 
> sudah menyadari penerapan Islam dalam
> > kehidupan nyata, yaitu dengan menerapkan perda-perda bernuansa 
> syariat Islam. Kita sebagai umat
> > Islam sudah seharusnya mendukung hal ini, bukan malah 
> mempermasalahkannya. Mengacu pada 3 point di
> > atas, sudah sepantasnya (syariat) Islam bisa mengayomi seluruh 
> masyarakat Indonesia. Islam
> > diturunkan ke bumi untuk membawa kebaikan bagi seluruh umat 
> manusia. Tapi terkadang kita tidak
> > habis pikir, mengapa kaum kafir / agama2 kafir di negara Indonesia 
> ini lupa akan kedudukannya yang
> > bukan mayoritas. Bukankah sudah sepantasnya di negara Islam 
ini, 
> jika kaum kafir / agama2 kafir
> > menghormati dan tunduk terhadap aturan agama Islam, bukan saja 
> dikarenakan sebagai agama
> > negara/mayoritas, tetapi juga dikarenakan Islam sebagai satu2nya 
> agama kebenaran yang diturunkan
> > oleh Allah SWT. Mari kita semua umat Muslim dalam wadah 
> solidaritas persaudaraan Ukuwah Islamiyah,
> > berjuang bersama-sama. Allahu'akbar....!!!!!!!!!
> > 
> > Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokhatuh.
> > 
> > 
> > (* Kafir dalam Al-Quran, adalah orang-orang yang tidak mau 
> mengakui dan tidak mau menyembah  Allah
> >  SWT,  dan tidak mau  mengakui Nabi Besar Muhammad SAW, 
> sebagai junjungan umat manusia.
> > 
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> > http://mail.yahoo.com
> >
>








** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke