[Berikut tanggapan Rekan B dalam thread ini./hudoyo]
Terima Kasih Romo atas kenang-kenangannya.
Saya juga lupa memberitahu kalau sebelumnya saya sudah sering mengikuti posting
dari romo. Tidak semuanya saya mengerti dengan jelas, terutama postingan
tentang JK. Tetapi setelah mendengar penjelasan tentang bagaimana kontak
terjadi pada landasan indria dan kemudian ada atta yang bercampur tangan untuk
seterusnya, berikut juga dengan penjelasan Bahiya Sutta yang tak terlupakan,
semua hal yang membingungkan sebelumnya seperti film yang diputar secara cepat
hanya saja sekarang menjadi sangat jelas, seperti menemukan sebuah potongan
puzzle yang telah lama hilang dicari-cari.
Setelah sesi itu saya langsung membeli buku [*] yang dititipkan ke panitia dan
langsung membacanya dikamar. Semua tulisan dari JK tersebut menjadi sangat
jelas sekali.
[...]
Terima kasih,
Metta,
B.
[*] Buku "Duduk Diam dengan Batin yang Hening" oleh J.Krishnamurti,
dikumpulkan, diterjemahkan & disunting oleh Hudoyo Hupudio.
=================================
HUDOYO:
Rekan B. yg baik,
Sekali lagi, pencerahan Anda telah membuka mata Anda tentang hakekat ajaran
Sang Buddha dan ajaran Krishnamurti sekaligus.
Anda telah melihat sendiri, bahwa Kebenaran yang ditemukan oleh S. Buddha 2500
tahun lalu (setelah dibersihkan dari segala embel-embel yang menutupinya dengan
berjalannya waktu selama dua setengah abad lamanya) ternyata sama dengan yang
ditemukan oleh Krishnamurti secara murni pada abad ke-20. Sekalipun kata-kata &
ungkapan penyampaiannya berbeda, Kebenaran itu pada intinya sama, yakni
Tanpa-Aku (anatta), suatu ajaran yang unik dari Sang Buddha dan tidak terdapat
secara eksplisit dalam agama-agama lain.
Dan Kebenaran itu tidak bisa dipahami sepenuhnya dengan intelek semata-mata,
melainkan harus dicapai melalui pencerahan yang mengatasi intelek, yang bisa
dicapai antara lain melalui meditasi vipassana. Meditasi itu pun sama-sama
diajarkan oleh Sang Buddha dan Krishnamurti.
Pencerahan itu Anda capai dalam sesi teori & praktek meditasi vipassana dalam
kursus Dhammaduta kemarin. Sekalipun saya menyampaikannya secara
intelektual-rasional kepada forum, namun ada sesuatu dalam batin Anda yang
tersentuh dan terbuka; sesuatu itu bukan intelek Anda.
Sesuatu itu adalah 'pannya' (kearifan, wisdom); 'pannya' tidak datang dari
intelek! 'Pannya' justru muncul ketika gerak-gerik intelek (pikiran) disadari,
sehingga bisa dilampaui (ditransendensikan) biarpun hanya sesaat. Tetapi sesaat
terlampauinya intelek itu cukup untuk membuka mata Anda dan memberikan 'pannya'
kepada Anda.
Coba bayangkan: bersama Anda ada 40+ pendengar. Saya rasa, mereka adalah umat
Buddha yang tidak kurang intelektualnya dengan Anda. Tetapi berapa orangkah di
antara mereka yang mengalami apa yang Anda alami? Oleh karena itu,
berbahagialah Anda, Rekan B.
Salam,
Hudoyo
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/