PELARIAN-DIRI MENGHASILKAN KONFLIK

Mengapa kita berambisi? Mengapa kita ingin sukses, menjadi orang penting? 
Mengapa kita berjuang untuk menjadi hebat? Mengapa kita berupaya seperti ini 
untuk menonjolkan sang ’aku’ ini, entah secara langsung entah melalui sebuah 
ideologi atau negara? 

Bukankah penonjolan diri ini sebab utama dari konflik dan kebingungan kita? 

Tanpa ambisi, apakah kita akan lenyap? Tidak dapatkah kita survive secara fisik 
tanpa berambisi?

Mengapa kita cerdik dan berambisi? Bukankah ambisi itu dorongan untuk 
menghindari apa adanya? Bukankah kecerdikan ini sesungguhnya bodoh, yang adalah 
diri kita? 

Mengapa kita begitu takut akan apa adanya? Apa gunanya melarikan diri kalau apa 
pun diri kita selalu ada di situ? 

Kita mungkin berhasil melarikan diri, tetapi apa adanya diri kita selalu ada di 
situ, membuahkan konflik dan kesengsaraan. 

Mengapa kita begitu takut akan kesepian kita, atau kehampaan kita? 

Setiap kegiatan yang menjauhi apa adanya pasti akan menghasilkan penderitaan 
dan pertentangan. 

Konflik adalah pengingkaran dari apa adanya, atau pelarian dari apa adanya; 
tidak ada konflik selain itu. 

Konflik kita makin lama makin rumit dan tak terpecahkan oleh karena kita tidak 
menghadapi apa adanya. 

Di dalam apa adanya tidak ada kerumitan; itu hanya ada di dalam banyak pelarian 
diri yang kita kejar.
[k] 





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke