Kalyanamitta yang berbahagia,
 
Pada tanggal 31 Agustus 2006, tepat pada Hari Merdeka Malaysia, dunia telah kehilangan seorang Pahlawan Dhamma terbaiknya. Seorang yang berjasa besar dalam meletakkan pondasi pengetahuan Dhamma, tidak hanya di Malaysia, tetapi juga di Indonesia dan negara-negara lain. Beliau adalah: Bhikkhu Dr. Kirinde Sri Dhammananda Nayaka Mahathera. Berikut adalah sekilas riwayat hidup beliau yang sangat inspiratif.
 
Beliau lahir di Desa Kirinde, di Sri Lanka bagian selatan, pada tanggal 18 Maret 1919. Pada usia 12 tahun, beliau ditahbiskan menjadi samanera. Beliau diberi nama "Dhammananda" yang berarti "berbahagia dalam Dhamma." Pada usia 22 tahun, beliau ditahbiskan sebagai bhikkhu oleh Mahathera Ratanapala, Ketua Wihara Kotawila.
Beliau adalah lulusan diploma Linguistik dan Tipitaka Pali dari Vidyalankara Pirivena yang kemudian melanjutkan ke Benares Hindu University di India di mana beliau mempelajari bahasa Sanskerta, bahasa Hindi, dan filsafat. Beliau lulus dengan gelar M.A. pada tahun 1949.
Pada tahun 1952, beliau terpilih di antara 400 bhikkhu terpelajar lain untuk memulai misinya di Malaya atas undangan Sasana Abhiwurdhi Wardhana Society di Brickfields, Kuala Lumpur, tempat beliau tinggal semenjak itu.
Walaupun ada banyak wihara didirikan di Malaysia pada kemudian hari, wihara-wihara tersebut tidak memenuhi kebutuhan umat berpendidikan modern yang juga ingin mempelajari ajaran Buddha. Bhante Dhammananda memenuhi kebutuhan tersebut. Sejak kedatangannya di Malaysia, beliau memulai suatu misi Duta Dhamma tanpa putus hingga akhir hayatnya. Beliau mendirikan Buddhist Missionary Society Malaysia pada tahun 1961 dan menekuni karier mengajar dan menulis yang mengubah taraf pemahaman ajaran Buddha di Malaysia dan negara-negara tetangganya.
          Sumbangsihnya untuk pengembangan ajaran Buddha di Malaysia tidaklah terkira. Mengutip kata-kata Lim Kooi Fong, pendiri situs Buddhist Channel: "In Malaysia, there is only one icon for Buddhism, and that's the Chief."
Ketua Persamuan Bhikkhu Malaysia dan Singapura yang akrab dipanggil “Chief Reverend” ini telah menulis lebih dari 55 judul buku dan lebih dari 1.000 artikel. Karya tulisnya telah mengilhami umat Buddha maupun umat beragama lain di seluruh dunia. Banyak buku beliau yang telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Karaniya-Ehipassiko, seperti: Tumimbal Lahir, Keyakinan Umat Buddha, Meditasi untuk Siapa Saja, Ajaran Buddha di Mata Cendekiawan, Santapan Batin, Hidup dan Masalahnya, dan Be Happy.
Hampir semua buku tersebut menjadi bestseller dan tidak diragukan lagi telah berkontribusi besar dalam memberikan landasan pengetahuan Dhamma bagi umat Buddha di Indonesia.
Beliau telah menerima begitu banyak penghargaan atas karya pelayanannya, yang terakhir adalah gelar tertinggi Agga Mahapandita dari Pemerintah Myanmar.
Beliau tidak hanya mendukung penyebaran ajaran Theravada, tetapi juga Mahayana dan Vajrayana karena beliau bersikap bahwa semua tradisi ini merupakan bagian dari Ekayana, Satu Jalan.
          Pada penghujung usianya, setelah mengidap berbagai penyakit penuaan, beliau terkena serangan stroke. Setelah lima minggu dirawat di Mount Elizabeth Hospital di Singapura, beliau diterbangkan kembali ke Kuala Lumpur. Namun, beliau mendapat serangan stroke yang kedua, dan akhirnya menutup hayat pada usia 87 tahun 5 bulan 13 hari.
Pada tanggal 31 Agustus 2006, tepat pada Hari Merdeka Malaysia, dunia kehilangan seorang Pahlawan Dhamma terbaiknya.
Terima kasih Bhante. Kami akan teruskan perjuangan Bhante. Selamat jalan Bhante. Semoga kami bisa berbahagia seperti Bhante.
Teriring, sembah hormat dari kami semua, umat Buddha di Indonesia. Sadhu! Sadhu! Sadhu!
 
Sebagai informasi, pada tanggal 2-3 September 2006, di Ekayana Buddhist Centre, telah dilakukan pengumpulan dana untuk mengganti biaya produksi buku-buku karya Almarhum Bhikkhu Dr. K. Sri Dhammananda yang telah diterbitkan oleh Karaniya-Ehipassiko. Buku-buku Dhammadana tersebut akan dibagikan kepada umat Buddha di pedesaan dalam program Buku Dhamma Masuk Desa.


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster.


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke