Kamis, 23 Feb 2006,
Biasa Hidup dalam Perbedaan
Di balik sosoknya sebagai seorang penyanyi yang identik dengan keglamoran,
Marcell memendam banyak pertanyaan soal hidup dan kehidupan. Hal inilah yang
mendorongnya untuk mendalami ajaran agama Buddha. Meski menganggapnya sebagai
sesuatu yang paling pribadi, Marcell mau berbagi cerita tentang proses
pencarian itu. Berikut petikan wawancaranya:
Apa benar Marcell pindah agama?
Sebenarnya, itu masalah persepsi. Saya bilang bahwa saya dan Dewi
sedang mendalami agama Buddha secara serius. Mendalami itu sendiri
dalam artian yang luas. Kalau pindah agama, kan dalam konteks,
misalnya menjadi mualaf berarti saya sudah mengucapkan kalimat
syahadat. Kalau di agama Buddha, saya harus melakukan sebuah upacara
yang dinamakan upaseka serta sudah fasih membaca parita. Saya baru
mendalaminya saja.
Sejauh apa pendalaman yang sudah dilakukan?
Saya belajar juga bukan asal. Di Bandung, saya belajar Buddhisme
aliran yang paling tua, yaitu Terawadha. Saya banyak bertanya kepada
yang memang ahli dan tahu benar tentang hal itu, seperti kepada para
bikkhu.
Apa yang mendasari Marcell mendalami ajaran agama Buddha?
Sebenarnya, saya sejak kecil sudah sering memikirkan banyak hal. Termasuk,
pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hidup dan agama. Ketika saya dewasa,
pertanyaan itu semakin mendalam.
Bagaimana dengan keluarga?
Saya adalah Katolik yang taat. Namun, dalam keluarga saya, banyak yang
menjadi mualaf. Ayah saya seorang mualaf. Banyak saudara saya juga
yang beragama lain. Jadi sejak kecil, saya sudah terbiasa
mengapresiasi banyak agama. Dan, itu bukan menjadi masalah, saya bisa
menerima perbedaan-perbedaan tersebut.
Sejauh mana peranan Dewi pada pendalaman agama itu?
Dewi banyak membantu. Kebetulan, dia sudah sering mempertanyakan
banyak hal sama seperti saya. Saya bersyukur dapat bertemu dan menikah
dengan Dewi. Kami bayak melakukan diskusi tentang masalah tersebut.
Sejauh apa manfaat selama Marcell mendalami agama itu?
Saya merasa jauh lebih nyaman dan tenang. Mungkin seperti Anda bilang, saya
sekarang lebih sabar dan welcome, tidak seperti dulu. Itu juga salah satu
pengaruhnya. Saya lebih bisa mengerti orang lain dan lebih sabar. (nik)
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/