|
My own experienced too!!!
Thnk's & Rgrds,
Tristina
MG Sport & Music
Akibat Orangtua Berlidah Tajam dan Kejam ... Kendalikan ucapan Anda, bila tak
ingin anak-anak mengalami luka batin hingga memengaruhi perkembangan
mereka. atletis, wajahnya tampan dengan
rambut hitam lebat. Dengan profesinya sebagai dokter
dan mapan secara ekonomi, sempurnalah pria 46 tahun ini sebagai sosok
idaman. Namun, di balik gambaran ideal
itu, Rudy memiliki kekurangan yang sangat mendengarkan ucapannya. "Saya sangat sensitif terhadap
kata-kata orang lain. Saya selalu saya selalu terbangun, lalu
merenungkan setiap kata yang diucapkan Ketika ditelusuri, di masa
kecilnya ia selalu menjadi bahan ledekan atau Ayah sering menyebut saya 'si
cacing' karena tubuh saya sangat kurus. Dalam hati kecil Rudy sangat
membenci ayahnya, sekaligus membenci tempat sampah adalah dua hal yang
sama-sama menjijikkan," tambah Rudy Kekerasan Verbal Boleh jadi orangtua yang menyebut
anaknya "Si Goblok" atau "Si Biang yang merendahkan itu memberikan
pesan yang luar biasa negatif kepada anak-anak tentang
siapa diri mereka. Banyak anak yang mengalami
kekerasan secara verbal (menggunakan kata-kata) menyangkut penampilan
fisik mereka, kecerdasan, kemampuan, Kekerasan verbal juga bisa
disampaikan secara tidak langsung, tetapi sangat menghina dan melecehkan
mereka. Seringkali orangtua membungkus Dan jika si anak atau anggota
keluarga lain memprotesnya, orangtua akan Maksudnya
Baik?
mencapai tujuan itu tidak
baik. Maksud dan tujuan baik hanya akan
terwujud baik jika dilakukan dengan Pendek kata, anak akan
menampilkan diri sesuai dengan julukan yang Jika orangtua menampilkan diri
sebaliknya, perkembangan anak-anak pun Daftar Ucapan Kejam 1.
Memberikan julukan negatif kepada
anak misalnya Si Dungu, Si Goblok,Si Lelet, Si Biang Kerok, Si Pemalas, Si
Pengacau, Si Penipu dansebagainya 2.
Mengecilkan arti si anak misalnya
orangtua menyebut anak sebagai tak berguna atau percuma
dilahirkan 3.
Memberikan kesan bahwa si anak
tidak diharapkan misalnya dengan menyebutnya sebagai anak pungut atau diambil
dari rumah sakit atau diambil dari tempat sampah atau menyatakan, "Nggak mungkin
anak Papa-Mama," dan sebagainya. 4.
Menganggap anak sebagai sumber
kesialan dengan berkata, "menyesal sudah
melahirkan." 5.
Melecehkan kemampuan anak
seperti, "Ah mana mungkin ia bisa," atau "Sudahlah kamu ngerti apa?" atau "Aku
jamin kamu pasti gagal..." Kadang juga lebih halus, "Pengen deh lihat kamu
berhasil tapi itu mustahil." ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |
