Semalam menjelang renungan, ada acara kembang api.
Hujan gerimis, cuaca Amitayus dingin.
Berdiri di dekat pintu masuk, memandangi punggung teman-teman, melihat
mereka bercanda, bermain kembang api dan tertawa-tawa bersama, gue
katakan pada diri gue saat itu "Gue akan mengenang acara ini".
Dalam pikiran tiba-tiba terlintas "Belum tentu di masa depan gue bisa
mempunyai kesempatan yang sama seperti ini, berkumpul ramai-ramai dalam
suasana persahabatan yang hangat seperti saat ini".
Pagi menjelang siang ini gue terbangun dan ketika memikirkan ulang
kejadian kembang api kemarin, tiba-tiba tersadar "Bukankah memang
setiap kejadian dalam hidup tidak pernah terulang sama persis?"
Same place, same event, teman-teman yang sama, suasana yang sama,
perasaan dan perkembangan batin yang sama.Tidak mungkin akan terulang
persis sama.
Bahkan rutinitas setiap hari pun sesungguhnya tidak pernah sama. Karena
setiap saat sesuatu berubah, terutama mungkin suasana hati, kondisi
orang-orang sekitar dan perkembangan batin kita.
Jika memang demikian, bukankah benar-benar sayang kalau gue tidak
menikmati setiap momen dalam hidup?
Cause it won't happened exactly the same for the second time.
Mengapa pula kadang masih suka kesal dan marah?
Mengapa tidak memilih untuk menjalani hidup dengan hati senang?
Bukankah biasanya gue bisa dengan simply melupakan dan memaafkan
hal-hal yang tidak menyenangkan yang terjadi ketika gue sedang
menikmati sebuah kejadian yang gue tahu tidak mungkin akan
terulang?
Jadi ketika memang sebuah kejadian tidak akan terulang persis sama,
bukankah seharusnya hal-hal yang tidak menyenangkan itu tidak begitu
dipersoalkan?
Betapa menyenangkan jika kesadaran ini bisa gue pertahankan dalam hidup
sehari-hari. Everyday is new,every single thing in life is new. Just
enjoy it with full heart and mind.
Hidup mungkin akan jadi lebih indah, jauh lebih bebas dan bermakna.
Seperti saat melangkah, ketika kita memandangnya hanya sebagai sebuah
langkah yang sama, langkah yang akan kita lakukan ratusan atau bahkan
ribuan kali lagi nantinya, rasanya ia begitu biasa, tidak menarik untuk
diamati sama sekali.
Tetapi ketika kita melihat komponen-komponen kecil di sana, kita akan
tahu bahwa mereka mulai menarik untuk diamati. Begitu sayang setiap
gerakan kecil itu terlewat.
Apalagi jika kita melihat bahwa langkah di tempat yang sama, dengan
suasana hati dan perkembangan batin yang sama tidak bisa terulang
persis sama, mereka semakin berharga untuk dinikmati sepenuh hati.
Hanya saja, persoalannya sekarang, bagaimana bisa berpikir seindah ini
ketika suasana hati sedang buruk, sedang sedih?
Kesedihan itu begitu gue takuti, benda yang rasanya harus gue
singkirkan jauh-jauh. Bagaimana caranya berkata pada diri sendiri
Hey, suasana sedih exactly seperti ini ga bakal berulang untuk kedua
kali, so nikmati aza?
Apakah mungkin?
Menikmati kesedihan?
Ide yang terasa seperti gila.
How come?
Perasaan menolak kesedihan begitu besar. Bagaimana mungkin punya hati
yang luas untuk menikmatinya?
Gue belum tau jawabnya.
Mungkin seperti yang tertulis di buku-buku, ketika ketakutan akan
kesedihan, penolakan akan penderitaan telah teratasi, gue baru akan
benar-benar bisa enjoy setiap detik dari perjalanan
Hanya saja sekarang gue masih belum paham.
Kuharap dapat kutemukan.
Dalam setiap perjalanan hidup yang kulakukan.
* Mindfulness Living is an ART *
regards,
Sumy
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
