Nusantara
Jumat, 06 Oktober 2006
Angka Buta Huruf di NTT Masih Tinggi
Kupang, Kompas - Angka buta huruf di Nusa Tenggara Timur sekarang ini masih cukup tinggi. Sampai akhir September 2006 tercatat 370.710 warga yang buta huruf. Dari semua itu, hampir 80 persen berada di desa-desa terpencil dan sulit dijangkau.
Masyarakat sebagian besar berpendapat bahwa pendidikan tidak membawa perubahan hidup karena banyak sarjana dan lulusan sekolah menengah yang masih menganggur di desa-desa.
Kepala Subdinas Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur (NTT) Marthen Dira Tome, Kamis (5/10) di Kupang, mengatakan, 370.710 warga yang buta huruf itu berusia 14 tahun hingga 45 tahun. Apabila ditambah dengan mereka yang sudah berusia di atas 45 tahun, jumlah yang buta huruf bisa mencapai 500.000 orang.
"Mereka yang berusia di bawah 14 tahun masih bisa diatasi, tetapi yang sudah berusia di atas 45 tahun tentu tidak dapat dibantu, kecuali mereka yang ingin belajar membaca dan menulis dari anak- anak mereka sendiri. Namun, rata-rata warga buta huruf itu tidak peduli dengan nasip mereka," kata Tome.
Kemiskinan, kesulitan ekonomi, keterbatasan biaya hidup, dan keterbatasan sarana transportasi yang menjangkau desa-desa terpencil di NTT membuat warga selalu pasrah pada nasib. Mereka tidak peduli pada pendidikan, atau pembangunan secara keseluruhan. Mereka hanya berjuang untuk mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari.
Miskin
Sekitar 3,7 juta dari 4,2 juta penduduk NTT termasuk kategori miskin. Kondisi ini diduga kuat memicu angka buta huruf yang tinggi. Ribuan anak usia sekolah bahkan tidak mendapat pendidikan di tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Angka putus sekolah dasar kelas 0-3 tahun pun mencapai ribuan orang setiap tahun.
Anak-anak tersebut dipaksa bekerja membantu orangtua mereka di kebun, ladang, dan sawah guna menghidupi keluarga. Mereka juga ada yang disuruh menggembala ternak sejak pagi hingga petang hari.
Pendidikan di perguruan tinggi dan sekolah menengah umumnya belum mampu menciptakan lulusan yang kreatif dalam membangun lapangan kerja. Hal ini, kata Time, membuat banyak orangtua makin tidak tertarik pada dunia pendidikan. (KOR)


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





__,_._,___

Kirim email ke