Berita Utama
Sabtu, 07 Oktober 2006
Diduga Stres, Suwindarto Bunuh Tiga Keluarganya
Surabaya, Kompas - Diduga akibat stres, Suwindarto (35) membunuh ayah, ibu, dan bibinya. Setelah membunuh, ia mencoba bunuh diri dengan menusukkan golok ke perutnya, tetapi ia selamat.
Kamis (5/10) sekitar pukul 22.15, Suwindarto melukai leher ayahnya, Dikun (80), dan ibunya, Sukarmi (70), yang sedang tidur dengan menggunakan golok sepanjang 40 sentimeter. Kemudian dia melukai leher bibinya, Fatimah (65), yang tinggal serumah dengan mereka di Dusun Klangon, Desa Wotsogo, Kecamatan Jatirogo, Tuban, Jawa Timur. Ketiga korban meninggal karena kehabisan darah.
Menurut keterangan Kepala Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Besar Bambang Priyambadha, tetangga mendengar erangan Fatimah sekitar pukul 22.20 dan segera melapor ke Kepolisian Sektor Jatirogo.
Saat polisi tiba, tersangka Suwindarto ditemukan bersimbah darah, sementara tiga korban lainnya sudah meninggal. Tersangka dan ketiga korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Jatirogo. Dari puskesmas, Suwindarto dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Tuban. Setelah divisum di RSUD Tuban, ketiga korban dimakamkan seusai shalat Jumat di Dusun Klangon.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim Komisaris Besar Rudy yang akan menyiapkan psikiater untuk memeriksa kondisi mental tersangka," kata Bambang. Tersangka akan diperiksa kejiwaannya Senin pekan depan.
Kepada penyidik, tersangka mengaku kesal dengan keluarga di rumah karena sering dimarahi. Sampai saat ini, tersangka tidak memiliki pekerjaan.
Beberapa waktu lalu, Suwindarto tinggal di Kecamatan Candi, Sidoarjo, bersama istrinya. Namun, satu setengah tahun lalu istrinya meninggal dan Suwindarto diberhentikan dari pekerjaannya. Sejak saat itu, ia tinggal bersama orangtuanya di Dusun Klangon. (INA)


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke