Humaniora
Sabtu, 07 Oktober 2006
Kabut Asap
Kebakaran Hutan Akan Diatasi dengan Bom Air
Jakarta, Kompas - Guna mengatasi pekatnya kabut asap di Kalimantan dan Sumatera akibat kebakaran hutan, pemerintah tengah menjajaki penggunaan bom air. Alternatif ini dipilih karena teknik penyemaian awan untuk mendatangkan hujan buatan saat ini tidak dapat dilakukan lantaran tidak ada suplai uap air di kawasan itu.
"Upaya penyemaian awan yang dilakukan sekarang ini hanya bertujuan untuk menipiskan kabut asap yang ada. Namun, itu pun tidak efektif karena terbatasnya sarana yang ada dan pekatnya kabut asap," kata Asep Karsidi, Kepala Unit Pelaksana Teknik Hujan Buatan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, kepada pers di Jakarta, Kamis (5/10).
Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca ini, ujar Asep, tidak dapat memberikan hasil positif bila tidak ada uap air di atmosfer. Padahal, saat ini cuaca di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan tak berawan sejak beberapa hari lalu. Ini disebabkan terjadinya anomali cuaca yang ditandai oleh munculnya siklon atau badai tropis di sekitar Filipina yang bergerak ke utara menuju Jepang. Siklon ini yang menyebabkan masa udara basah di wilayah Indonesia tersedot ke arahnya.
Karena alternatif itu tidak berfungsi baik, UPT Hujan Buatan BPPT tengah membicarakan alternatif penggunaan bom air menggunakan pesawat terbang berkapasitas besar. Dalam hal ini ada dua jenis pesawat yang dapat digunakan untuk itu, yaitu Beriev Be-200 buatan Rusia yang dapat membawa 40.000 liter air dan Airtractor buatan Kanada yang dapat mengangkut 10.000 liter air sekali angkut.
Pesawat sewaan
Hanya saja, harga pembelian pesawat terbang ini relatif mahal. Oleh karena itu, langkah yang akan ditempuh kemungkinan adalah menyewa pesawat tersebut. Realisasi dan pemanfaatannya diharapkan tahun depan.
Melihat citra satelit cuaca, Asep memperkirakan dalam beberapa hari ke depan siklon akan meluruh dan suhu muka laut di barat Sumatera mulai meningkat. Dalam kondisi ini suplai uap air akan mengarah ke kawasan Sumatera dan Kalimantan sehingga teknik modifikasi cuaca dapat dilaksanakan dengan hasil yang maksimal. (YUN)


Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke