Memang untuk urusan tidak membunuh nyamuk ini rada-rada sulit ..
harus pandai-pandai membawa diri dalam situasi ini...
 
Kalau bisa, berusahalah untuk tidak terlalu kentara dan tidak terlalu menggembar-gemborkan tidak mau membunuh ini...
Jika orang lain tidak memiliki tekad yang sama dengan kita hendak menjaga sila, sementara kita keliatan 'gembar-gembor' mereka akan merasa risih, tidak senang, bahkan terintimidasi (eg, karena mereka merasa kita punya 'holier than thou' attitude).
 
Misalnya kalau tidak mau membunuh nyamuk, bisa pakai lengan panjang / celana panjang, kaos kaki, makan pare yg pahit atau apalah... pakai kelambu, atau pakai obat anti nyamuk atau sejenisnya...
Nah, waktu orang lain sibuk mau bunuh nyamuk, kita bisa tenang2 saja, 'nggak papa tuh.. aku nggak diganggu kok...'
Jika kita ribut dan complain 'duuh banyak nyamuk ya...' , 'wah gatal nya...'  tetapi kita tidak mau bunuh nyamuk, orang akan kesal sama kita...bahkan kalau kita diam saja walaupun gatal / digigitin nyamuk, tetapi orang lihat tangan dan kaki kita pada bentol2 digigit nyamuk, orang akan ribut juga ...!
Saya biasanya pakai taktik 'nggak suka bau obat nyamuk' untuk menghindari menyemprot kamar...
 
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Sunday, October 08, 2006 12:34 PM
Subject: [Dharmajala] Tikus dan ibu yang malang

Sekuntum teratai untuk anda seorang calon Buddha,
Bro and sis,......
 
Terima kasih atas semua pencerahannya.Terus terang cerita ini sangat mengganggu pikiran saya selama belakangan ini yang sedang mencoba mempeketat dan menjalankan sila,samadhi dan panna dalam kehidupan saya sehari2.cerita ini di bacakan dan diterjemahkan langsung oleh papa saya sendiri dari sebuah koran berbahasa mandarin terbitan mingguan singapura 2001 setelah dia melihat saya yang pulang setelah lima tahun menetap di bandung, saya yang tidak berani memukul seekor nyamuk sekalipun.(padahal saya dulu sering bawa2 senjata tajam kesekolah hehehe Buka aib sendiri malu ah)sayangnya saya yang agak2 ceroboh,artikel itu sempat saya gunting beserta foto2 bayi yang malang itu tapi ketika Bro cao fu rong meragukan itu saya sempat mencarinya kembali untuk diposting disini tapi tidak menemukannya kembali (Sorry Bro Cao) .Terlepas dari semua itu saya merasa sangat terima kasih pada Semuanya(Ko jun kecil yang begitu bijaksana hehehe)yang menyumbangkan pendapat bagi saya.Thank you
 
Semoga anda semua berbahagia
                                                                    
                                                                     Robin Willliam Idris
                                                                      Dokter pelipur hati
 
 
 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke