Maaf, mungkin bahasa Indonesia saya kurang fasih. Yang saya tahu, ketika ada 
pertanyaan Apakah Buddha mencapai Penerangan Sempurna dengan "usaha" sendiri ?  
Menurutku jelas Iya betul. Kenapa? karena memang Samana Gotama tidak dibantu 
orang lain dalam mendapat pengetahuannya merealisasikan Nibbana. Dalam 
pengertianku, jika memang ada bantuan berupa "usaha" dari orang lain, itu baru 
dapat disebut dengan bantuan berupa usaha dari orang lain. Lah kenyataannya kan 
tidak. Saya jadi bingung nih, arti usaha itu apa ya. Kalau kontribusi kan 
berarti ikut peran serta. ikut peran serta dan usaha bagiku adalah 2 hal yang 
berbeda loh.  
   
  Sepertinya saya tidak pernah mendengar bahwa ada umat yang menyangkal bahwa 
ada Guru yang mengajar Samana Gotama ttg meditasi, tumimbal lahir, dan karma 
bukan? dan itu pun sangat dihargai oleh Buddha. Buktinya setelah mendapat 
pengetahuan sempurna, Buddha justru mencari Gurunya. Luar biasa. Beliau mencari 
Gurunya untuk diajarkan ttg bagaimana cara merealisasikan nibbana. Jelas dari 
sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Alara Kalarama dan Uddaka Ramaputta 
tidak mengerti cara merealisasi Nibbana itu sendiri. Bagaimana orang yang belum 
mengerti bisa dikatakan memberikan kontribusi ya?
   
  Satu hal yang harus diketahui adalah tumimbal lahir menurut para Brahmana 
adalah Reinkarnasi loh. Apakah karma menurut brahmana sama persis dengan karma 
dari ajaran para Buddha? Apakah Guru guru tersebut mengajarkan Samana Gotama 
meditasi yang dapat membuatnya mencapai pencerahan sempurna? Coba direnungkan.
   
  Menurutku loh, dapat dikatakan kontribusi bila saya sudah tahu jalannya dan 
saya ajarkan jalannya dan anda dapat merealisasikan nibbana, baru itu dapat 
dikatakan sebagai Kontribusi. Saat ini saya adalah orang awam biasa yg sedang 
belajar, berlatih ajaran Buddha yakni Dhamma, suatu saat nanti saya dapat 
mencapai tingkat sotapanna atau menjadi Boddhisatva maka dapat dikatakan bahwa 
itulah kontribusi dari para Buddha tapi tetap kan usaha dari saya.
   
  bagaimana menurut anda?
   
  Semoga bermanfaat
   
   
  

Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Dearest Bros & Sis,
   
  Suatu Alur Yang Logis Adalah Sebagai Berikut,: TK, SD, SMP, SMA, Universitas, 
Dst.
   
  Apakah Dapat Dikatakan Bahwa "Ilmu Di Tingkat SD Tidak Memiliki Sedikitpun 
Saat Di TK"???
   
  Apakah Juga Demikian Untuk Tingkat Selanjutnya???
   
  Jadi, Apakah Dapat Dikatakan Bahwa "Kemampuan Samatha Bhavana & Berbagai 
Pengetahuan Yang Berhasil Beliau Lampaui Dgn Predikat Cum Laude Via Para Guru 
SpiritualNya" Tidak Sama Sekali Memberikan Kontribusi Positif Kepada Pencapaian 
Penerangan SempurnaNya???
   
  Apakah Dgn Menerima Bahwa Sang Buddha Meraih Penerangan SempurnaNya Dgn Tidak 
Dgn Kekuatan UsahaNya Sendiri Akan "Menghancurkan"Segala Sesuatu Ttg Beliau 
Maupun AjaranNya???
   
  Apakah Label Seperti Itu Masih Demikian Dominan Melekat Dalam Pola 
Pikir/Batin Para Kaum Buddhis???
   
  Apa Untungnya Bagi Kaum Buddhis Sendiri Dgn Memegang Teguh Pola Pikir/Batin 
Seperti Itu??? Apakah Dgn Demikian Akan Secara Tiba2 Membuat Segala Sesuatunya 
Menjadi Berubah Lebih Baik???
   
   
  with metta, ika.  

safira luiz <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Nimbrung ya.
   
  Setelah membaca riwayat hidup Buddha Gotama, saya mengambil kesimpulan bahwa 
Buddha mencapai Penerangan Sempurna (merealisasikan Nibbana/ Nirwana) dengan 
usahanya sendiri adalah benar.
   
  Buddha tidak pernah melupakan jasa orang lain, sama Pohon Bodhi saja Buddha 
juga menyatakan terima kasih loh apalagi terhadap seorang manusia. Buddha 
adalah orang yang sangat sopan, ramah tamah dan rendah hati.
   
  Kenapa dikatakan Buddha mencapai Penerangan Sempurna dengan usahanya sendiri? 
   
  Ketika masih kecil, Guru Buddha adalah Visvamita, beliau mengajarkan ilmu 
pengetahuan umum. Ketika masa pelepasan agung tiba, Samana Gotama mempunyai 2 
guru yakni : 
  - Alara Kalama yang mengajarkan Kamma, Tumimbal Lahir dan cara cara meditasi 
  - Uddaka Ramaputta mengajarkan Arupa Jhana, meditasi yang mencapai tahap 
pencerapan pun bukan pencerapan.
   
  Setelah selesai pelajaran ini didapat Samana Gotama, Guru guru tersebut 
meminta beliau untuk tetap disana dan mendidik siswa lainnya tapi Samana Gotama 
dengan santun menolak halus permintaan gurunya tersebut.
   
  Pertanyaannya Kenapa? 
   
  Untuk itu, kita harus tahu dulu, tujuan Samana Gotama jadi pertapa itu untuk 
apa bukan? Samana Gotama menjadi pertapa karena ingin tahu kenapa ada 
kelahiran, sakit, tua, mati. Beliau ingin mencari tahu gimana yah supaya orang 
itu tidak mati, kenapa harus ada kelahiran  dan kematian ???
   
  Setelah Samana Gotama berhasil menguasai pelajaran dan meditasi dari 
bimbingan Guru tersebut, Samana Gotama berpikir, lah kok pengetahuan yang telah 
kucapai ini tidak membuatnya melihat bagaimana proses hidup dan mati terjadi. 
Berarti, aku harus belajar lagi. Tapi siapa yang dapat mengajarkan hal tersebut 
karena 2 Guru tersebut adalah yang lumayan hebat. 
   
  Akhirnya dengan usaha yang tekun, tekad yang kuat untuk menolong semua 
mahluk, beliau mendapatkan pengetahuan tertinggi (Vipassana) dan beliau melihat 
kelahirannya dimasa lampau ( tdk hanya 1 kelahiran tapi begitu byk kelahiran ), 
lalu beliau juga melihat bagaimana proses terjadinya kelahiran dan kematian 
terjadi, setelah itu beliau mengetahui adanya kekotoran batin dan jalan 
mengatasinya sehingga terbebaslah beliau dari kehidupan yang berkondisi dan 
merealisasikan Nibbana.
   
  Kesimpulannya :
  Ketika ada pertanyaan apakah Buddha mencapai Penerangan Agung dengan usahanya 
sendiri? Jawabannya jelas YA.
  Ketika ditanya apakah Samana Gotama berguru? Jawabannya YA, tapi pelajaran ke 
dua guru hanya mengarahkannya pada pencapaian Samantha Bhavana dan bukan 
Vipassana Bhavana. Sedangkan yang membawa Samana Gotama mencapai tingkat 
Pencerahan Sempurna adalah Vipassana.
   
  Semoga bermanfaat,
   
   
   
   
   
  

Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Dearest Bros & Sis,
   
  Di Sepanjang "Pengumpulan Data" Yang Saya Lakukan Kepada Begitu Banyak Warga 
"Buddhis", Salah Satu "Kekuatan/Kebanggaan" Yang Mereka Sering Angkat 
Kepermukaan Pembicaraan Maupun Alasan Sbg Orang Buddhis Adalah "Sang Buddha 
Meraih Penerangan SempurnaNya Dengan Kekuatan UsahaNya Sendiri"!!!
   
  Kekuatan UsahaNya Sendiri??? Apakah Itu Mungkin??? Apakah Beliau Telah 
Melupakan Begitu Banyak Jasa Orang Lain Di Dalam Pencapaian Penerangan 
SempurnaNya??? Apakah Benar Demikian???
   
   
  Kalau Jawabannya Adalah Tidak, Pasti Kata "Usahanya Sendiri" Mempunyai Arti 
"Khusus" Yang Mungkin Para Awam Buddhis Layak Mengetahuinya!!!
   
   
  with metta, ika. 
    
---------------------------------
  Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.   




    
---------------------------------
  Sponsored Link

Mortgage rates near historic lows - Refi $200k loan for only $660/ month - 
Click now for info   




    
---------------------------------
  Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.  

         

 
---------------------------------
Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. $420,000 Mortgage for $1,399/mo - Calculate new 
house payment

Kirim email ke