Sis Ika,
Untuk pertanyaan2 tsb, sebaiknya kita berpulang kepada keyakinan kita
sebagai Buddhis (Anda sudah Buddhis atau belum?). Apakah merasa bahwa
ajaranNya memang sesuai untuk kita, bertentangan dengan hati nurani atau
tidak. 
 
Banyak sekali bukti Terima kasih dari Buddha terhadap para Supporter-nya
yang Anda sebutkan, misalnya: Buddha sampai pergi ke tempat Maha Maya
Dewi untuk memberikan bimbingan Dhamma,  Buddha memberikan
Dhammacakkapavattana Sutta kepada 5 pertapa, dsb.
Cinta kasih Buddha bersifat universal. Buddha tidak pernah membedakan
siapa murid2nya, apakah mereka yang membenci atau menghormatiNya.
Jangankan yg sudah berjasa, yang sudah membenci atau menyalahkan Beliau
pun tetap ditunjukkan Dhamma oleh Buddha. (contohnya waktu Siddharta
sudah hampir mati kelaparan karena mengikuti pola hidup menyiksa diri,
saat itu dia mendengar Rombongan penyanyi yg lewat sambil bernyanyi ttg
memetik gitar, jangan terlalu keras dan jangan terlalu kendur, dan saat
itu pula Beliau diberikan makanan oleh Nanda >>namanya salah ngga ya
saya? sorry kalo salah<<, setelah itu Siddharta melakukan metode jalan
tengah dan melakukan meditasi pandangan terang, saat itu Beliau menerima
cemoohan dan kata2 kebencian dari 5 pertapa bahwa Beliau sudah
mengingkari jalan kesucian >>menurut mereka yg terbaik adalah menyiksa
diri<<).
 
Sekali lagi, apakah ada nara sumber/bukti tertulis yg menyatakan bahwa
Buddha tidak berterima kasih kepada semua makhluk yang sudah turut
mendukung? Mohon dicek sekali lagi sebelum membuat asumsi.
 
Saya pribadi meyakini Buddha sebagai Guru yang memberikan Jalan
Kebenaran yang tertinggi di antara guru2 lainNya. Dan hal ini merupakan
salah satu faktor penting yg harus kita miliki sebagai Buddhis.
Bila selalu ada curiga ataupun prasangka terhadap Buddha, saya sih tidak
bisa berkomentar apa2. Semua ini merupakan pilihan masing2 individu.
Daripada memperdebatkan asumsi pribadi, apakah tidak lebih baik
mempraktekkan AjaranNya? Mulai dari hal yg terkecil saja.
 
Thanks,
Susy

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Ika Polim
Sent: Wednesday, November 15, 2006 10:56 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [Dharmajala] Sang Buddha, Usaha Sendiri???


Dearest Bros & Sis,
 
Saya Sudah Mengira Bahwa Jawaban Yang Akan Diberikan Adalah Yang
Standar2 Saja & Formal.
 
Kita Semua Tahu Dgn Pasti Bahwa "Sesuatu" Itu "Ada" Disebabkan karena
Banyak Faktor Pendukung.
 
Dalam Hal Ini, Kata "Usahanya Sendiri" Tentunya Tidak Punya Maksud Untuk
Mengingkari Salah Satu Hukum Dasar Buddhisme Tsb, Yang Berarti Juga
Bahwa Beliau Tentunya Sudah Ada Didalam HukumNya Tsb, : Bahwa
"Penerangan SempurnaNya" Adalah Disebabkan Oleh Begitu Banyak Faktor
Pendukung Lainnya Sebelumnya, Mulai Dari Cara Pandang AyahandaNya,
KeprihatinanNya Sendiri, Kuda & Pembantu SetiaNya, Ibu Yang
MelahirkanNya, Para Guru SpiritualNya, Bahkan Sampai Kepada Para Petapa
Yang Telah Lebih Dulu Ada Disana DLL Yang Mungkin Tidak Lagi Sempat
Terekam Oleh Kisah Itu.
 
Masih Pantaskah Kisah Itu Mengatakan Bahwa Penerangan SempurnaNya Diraih
Oleh "Kekuatan UsahaNya Sendiri"???
 
Apakah Itu Akan Berarti "Meniadakan" Yang Lain & Melanggar Hukum Dasar
BuddhaDharma Sendiri???
 
 
Diharapkan Jawaban Yang Lugas To The Point Tanpa Rasa Sungkan Akan
"Sesuatu" Yang Tidak Perlu.
 
 
with metta, ika.  

"Muliawati, Susy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        Sis Ika,
        Menurut konsep Theravada, ada 3 jenis Buddha:
        1. Samma Sambuddha yaitu seorang yang berhasil mencapai
penerangan sempurna atas usahanya sendiri, dan dapat membimbing orang
lain untuk mencapai Nibbana juga. -> Buddha Gautama adalah Samma
Sambuddha
         
        2. Berbeda dengan Pacekkha Buddha, yaitu orang yang berhasil
mencapai mencapai penerangan sempurna, tetapi tidak bisa membimbing
orang lain untuk mencapai Nibbana.
         
        3. Savaka Buddha adalah orang yang mencapai penerangan sempurna
dengan bimbingan dari Samma Sambuddha
         
        
        ~maksudnya dengan usaha sendiri tidak sama artinya dengan
"Melupakan Jasa Orang Lain". Dan sah2 saja kalau sebagai pemeluk agama
merasa bangga dan bukannya minder.
         
        Mengenai nara sumber Sis Ika yang mengatakan "Sang Buddha Meraih
Penerangan SempurnaNya Dengan Kekuatan UsahaNya Sendiri"!!!, kalau Sis
Ika memiliki pertanyaan, mungkin bisa ditanyakan langsung ke nara sumber
tsb atau didiskusikan secara jelas, apa maksud perkataan mereka,
daripada menebak2 sendiri maknanya. Kalau begitu kan Sis Ika jadi
berasumsi sendiri...??? 
        
         
        Thanks,
        Susy
        
        
________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ika Polim
        Sent: Tuesday, November 14, 2006 11:24 AM
        To: [email protected]
        Subject: [Dharmajala] Sang Buddha, Usaha Sendiri???
        
        
        Dearest Bros & Sis,
         
        Di Sepanjang "Pengumpulan Data" Yang Saya Lakukan Kepada Begitu
Banyak Warga "Buddhis", Salah Satu "Kekuatan/Kebanggaan" Yang Mereka
Sering Angkat Kepermukaan Pembicaraan Maupun Alasan Sbg Orang Buddhis
Adalah "Sang Buddha Meraih Penerangan SempurnaNya Dengan Kekuatan
UsahaNya Sendiri"!!!
         
        Kekuatan UsahaNya Sendiri??? Apakah Itu Mungkin??? Apakah Beliau
Telah Melupakan Begitu Banyak Jasa Orang Lain Di Dalam Pencapaian
Penerangan SempurnaNya??? Apakah Benar Demikian???
         
         
        Kalau Jawabannya Adalah Tidak, Pasti Kata "Usahanya Sendiri"
Mempunyai Arti "Khusus" Yang Mungkin Para Awam Buddhis Layak
Mengetahuinya!!!
         
         
        with metta, ika. 
________________________________

        Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=42297/*http://advision.webevents.yahoo.com/m
ailbeta>  


________________________________

Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. $310,000 Mortgage for $999/mo - Calculate
new house payment
<http://www.lowermybills.com/lre/index.jsp?sourceid=lmb-9133-16415&moid=
4673>   

Kirim email ke