Hai kawan,
Setelah melewati setahun yang penuh bencana, mari kita tetap songsong tahun ini 
dengan penuh optimis.
Setelah sakit tenggorokan selama 3 minggu, akhirnya saya bisa menjerit kembali, 
walaupun masih dalam kebisuan...

Selamat tahun baru 2007

Peace,
JB








Kompas, Kamis, 04 Januari 2007                                                  
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                        
 
Upaya Pencarian Belum Berhasil 
Cuaca Buruk Menghambat Penyisiran
  
Makassar, Kompas - Hingga hari ketiga, Rabu (3/1), pencarian pesawat AdamAir 
yang hilang Senin lalu belum juga membuahkan hasil. Keberadaan pesawat Boeing 
737-400 nomor penerbangan KI 574 yang diduga hilang antara Majene di Sulawesi 
Barat dan Rantepao, Tanatoraja, Sulawesi Selatan, itu masih misterius. 
Rabu kemarin sejak pagi hingga sore tim pencari AdamAir menyisir sejumlah 
lokasi lewat udara, darat, dan laut. Pencarian di laut difokuskan di Selat 
Makassar, yaitu di perairan Majene dan Mamuju serta di Teluk Mandar, Sulawesi 
Barat. Pencarian juga dilakukan di darat, di wilayah pegunungan sekitar 
Polewali Mandar (Polman), yang sebelumnya disebut-sebut sebagai lokasi jatuhnya 
pesawat, hingga Rantepao di Sulawesi Selatan. 
"Pencarian masih terus dilakukan di perairan Majene, Mamuju, dan juga 
Rantepao," kata ketua tim pencarian yang juga Komandan Pangkalan Udara 
Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama Eddy Suyanto soal rencana pencarian hari 
Kamis ini. TNI Angkatan Udara menurunkan tiga pesawat Boeing 737-200 Intai dan 
sebuah helikopter jenis Puma. TNI Angkatan Laut mengerahkan 3 pesawat Cassa, 1 
pesawat Nomad, serta 1 kapal KRI Fatahillah. 
Namun, cuaca buruk yang terus mendera Makassar dan sekitarnya menyulitkan tim 
pencari menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat AdamAir. Bahkan, pesawat 
Boeing 737-200 Intai yang dipimpin pilot Letkol (Pnb) Mujiyanto dan kopilot 
Mayor (Pnb) Darsono harus mendarat di Bandara Sepinggan, Balikpapan, karena 
sulit mendarat di Bandara Hasanuddin akibat cuaca buruk. 
Penyisiran juga dilakukan di darat, yaitu di sekitar wilayah pegunungan di 
Majene, Polman, Mamasa, dan Tanatoraja. Seluruh kekuatan TNI, Polri, pemerintah 
daerah, maupun masyarakat dikerahkan untuk mencari lokasi kemungkinan jatuhnya 
pesawat AdamAir. Tim SAR juga kembali menyisir kawasan Kecamatan Matangnga, 
Polman, yang sehari sebelumnya disebut-sebut sebagai lokasi jatuhnya pesawat. 
Informasi yang diperoleh di Desa Bulo, Kecamatan Mapilli, kawasan terdekat 
dengan Matangnga, menyebutkan, sejak Rabu sekitar pukul 05.00 tim SAR dan 
aparat kepolisian kembali masuk ke pegunungan di Kecamatan Matangnga. Lewat 
tengah hari, sebagian anggota Paskhas 466 keluar dari Kecamatan Matangnga dan 
mengalihkan pencarian ke daerah lain. "Sebagian anggota akan dikerahkan untuk 
melakukan pencarian ke tempat lain," ujar seorang anggota Paskhas. 
Di Tanatoraja, pencarian tidak hanya di sekitar Kota Rantepao, tetapi juga 
meluas ke sejumlah wilayah pegunungan, antara lain Rindingallo, Sesean, Sa’dan, 
Tongdongallo, Sangalla, bahkan hingga Mappak dan Simbuang. 
Meski cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang, warga dan tim pencari 
terus menyusuri kawasan pegunungan yang umumnya hanya bisa dicapai menggunakan 
sepeda motor atau berjalan kaki. 
Kamis ini upaya pencarian rencananya diteruskan ke sejumlah kawasan, bahkan ke 
wilayah pegunungan, seperti Gunung Gandadewata (3.074 meter) di Mamuju dan di 
wilayah Mamasa. Kawasan itu merupakan daerah pegunungan dengan hutan lebat, 
lembah, dan jurang yang dalam. 
Di tengah upaya pencarian, kecemasan melanda Kesatuan Lantamal VIII Manado. 
Tiga perwira dan dua pejabat yang bertugas di Lantamal itu hilang bersama 
pesawat naas itu. Mereka adalah Wakil Komandan Lantamal VIII Manado Kolonel 
Laut (P) Bambang Suprianto, Asisten Perencanaan Letkol Laut (P) Bambang 
Mardiyanto, Letda Laut (P) Samsuri, Letda Laut Syamsul Arifin, dan Letda Laut 
Meil Pasaribu. 
Untuk mendukung upaya pencarian di laut, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa 
menyatakan sudah minta bantuan TNI AL agar mengirim kapal perang yang memiliki 
pendeteksi logam atau sonar. Untuk pencarian melalui udara, Departemen 
Perhubungan sudah minta bantuan tambahan helikopter Bell dari TNI. "Kami juga 
sudah meminta bantuan semua kepala daerah untuk ikut mencari. Kami juga meminta 
bantuan kepolisian dan tentara," katanya. 
Berkaitan dengan pencarian itu, Singapura tadi malam mengirim 27 awak Singapore 
Air Force. Tim yang dipimpin Atase Pertahanan Singapura Keith Rodriques itu 
datang menggunakan dua pesawat Fokker 50 yang dilengkapi perangkat inframerah. 
Namun, dalam pencarian hari ini, hanya satu pesawat yang digunakan. 
Berkaitan dengan informasi lokasi jatuhnya pesawat yang sebelumnya sudah 
disebut-sebut dan ternyata tidak akurat, manajemen AdamAir kemarin menyampaikan 
permohonan maaf kepada keluarga korban. 
Sementara Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta agar disinformasi tentang lokasi 
ditemukannya pesawat berikut rincian korbannya itu diusut tuntas. 
Awan petir  
Sementara itu, Stasiun Meteorologi Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin 
memantau adanya blok awan petir memayungi Makassar hingga Bali dan kepulauan 
Nusa Tenggara. "Awan ini dasarnya bisa di ketinggian 1.000 feet (kaki) dan 
puncaknya mencapai 45.000 feet. Untuk pesawat jet, kesulitannya adalah ketika 
turun dan hendak mendarat karena jarak pandang yang relatif pendek," kata 
Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Balikpapan R 
Ishak.(DOE/REN/ZAL/SSD/OTW/HAN/ YNS/OSA/DIK/NAW/tri) 

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke