Metropolitan                           Kamis, 11 Januari 2007                  
 
  Sawah Terus Menyempit 
Di Kabupaten Tangerang Tiap Tahun Berkurang 500 Hektar
  
 
  
  Tangerang, Kompas - Luas lahan pertanian, terutama untuk tanaman padi, di 
Kabupaten Tangerang kini semakin berkurang setelah terjadi pengalihan fungsi 
lahan besar-besaran dari areal sawah menjadi tanah darat. Luas areal pertanian 
yang dialihkan fungsinya setiap tahun cukup signifikan, yaitu sekitar 500 
hektar. 
   
  Hal ini terjadi karena pesatnya pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan 
perumahan, sementara pemeliharaan saluran irigasi yang sangat dibutuhkan petani 
terabaikan. Akibatnya, banyak lahan sawah terkena imbas lalu dijadikan tanah 
darat untuk membuat rumah dan sebagainya. 
   
  Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Tangerang Didi Aswadi, Rabu 
(10/1), menyatakan, luas areal sawah di wilayahnya kini sekitar 41.000 hektar. 
Angka ini turun 10.000 hektar hingga 12.000 hektar dibandingkan dengan luas 
lahan sawah di Kabupaten Tangerang 20 tahun lalu. 
   
  "Memang sejak tahun 1980-an saat industri mulai banyak dibuat, penurunan 
lahan sawah rata- rata berkisar 500 hektar per tahun. Namun dengan lahan sawah 
yang ada sekarang, sebenarnya masih memadai karena mencapai 38 persen dari 
total luas Kabupaten Tangerang yang mencapai 111.000 hektar," ujar Didi 
menjelaskan. 
   
  Ia tidak menampik fakta yang menunjukkan banyak saluran irigasi harus 
diperbaiki guna menaikkan produktivitas lahan sawah yang tersisa. 
   
  Mulai tahun 2006, kata Didi, pemerintah pusat dan daerah mulai menganggarkan 
dana perbaikan saluran irigasi di Kabupaten Tangerang. Jumlah dana lebih dari 
Rp 1 miliar. 
   
  Untuk mengembalikan kejayaan Kabupaten Tangerang di bidang persediaan pangan, 
menurut Didi, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera memulai program lahan 
pertanian abadi (LPA). "Rabu pagi sampai siang tadi kami rapat bersama Pak 
Bupati (Ismet Iskandar) dan beliau menyetujui LPA serta berharap program itu 
bisa segera mulai diwujudkan," kata Didi. 
   
  LPA adalah program kelompok usaha ekonomi bersama yang akan memadukan unsur 
pertanian (padi dan tanaman hortikultura), peternakan, pemupukan, dan lainnya 
dengan teknologi di atas lahan seluas 300 hektar. 
  Program itu diadopsi Didi dari Jepang dan dibuat komoditas mengikuti kondisi 
lahan. 
   
  Berkaitan dengan rencana itu, saat ini para petani padi dilarang membakar 
jerami sebab jerami diminta dibiarkan di sawah agar membusuk lalu menjadi 
pupuk. Kelak pemakaian pupuk organik dari sampah jerami dan kotoran hewan akan 
menjadi prioritas daripada pupuk buatan. 
   
  Serangkaian kegiatan, seperti pemetaan lahan dan inventarisasi saluran 
irigasi, akan dimulai tahun 2007 untuk menentukan wilayah mana yang bisa 
digunakan menjadi areal LPA. Diperkirakan tahun 2008 pertanian lahan abadi 
sudah dapat diterapkan. 
   
  Produktivitas turun 
  Menurut data pada Kabupaten Tangerang Dalam Angka, tahun 1998 terdapat areal 
panen padi sawah seluas 74.742 hektar dengan produksi 478.210 ton atau 
rata-rata 6,4 ton per hektar. Empat tahun kemudian, luas areal panen turun 
tinggal 63.807 hektar dengan produksi 425.142 ton gabah kering giling. 
  Tahun 2003, areal luas panen kembali turun ke angka 57.395 hektar dengan 
hasil gabah kering giling 383.140 ton, tetapi tahun 2004 areal panen padi 
meningkat sampai 71.033 hektar dengan produksi 476.276 ton. (tri) 

 
---------------------------------
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people 
who know.

Kirim email ke