Metropolitan                           Kamis, 11 Januari 2007                  
 
  Siswa Belajar Berdesakan 
Kerusakan Sekolah Belum Diperbaiki
  
 
  
  Serang, Kompas - Puluhan siswa kelas III, IV, dan V Sekolah Dasar Negeri Seba 
di Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, terpaksa 
belajar berdesakan di ruang kelas yang rusak parah. Konsentrasi siswa juga 
terganggu debu karena kelas tak berjendela dan berlantai tanah. 
  Berdasarkan pantauan, Rabu (10/1) pagi, siswa kelas III dan IV belajar di 
satu ruangan. Mereka terpaksa belajar berdesakan karena tiga siswa harus duduk 
di bangku yang sama. 
   
  Kondisi tiga ruang kelas dan satu ruang guru sudah tidak layak untuk 
ditempati. Bahkan, satu ruang kelas yang biasa digunakan untuk belajar siswa 
kelas I roboh terkena angin puting beliung pada saat libur sekolah pekan lalu. 
   
  Para guru dan siswa mengetahui ruang ruang kelas I roboh pada hari pertama 
masuk sekolah, Selasa lalu. "Kami tidak tahu persis kapan robohnya. Tahu-tahu 
saat pertama masuk sekolah ruangan sudah roboh," tutur Otih Supanah, guru kelas 
V. 
   
  Kondisi dua ruang kelas lain yang digunakan siswa kelas III, IV, dan V juga 
memprihatinkan. Dinding dan atap ruang kelas sudah berlubang-lubang. Siswa 
terpaksa belajar di kelas dengan jendela terbuka yang separuh ditutup anyaman 
bambu. 
   
  Lantai kelas juga sudah terkelupas sehingga lantai ruangan hanya berupa tanah 
yang berdebu pada musim kemarau dan becek pada musim hujan. 
   
  Bahkan, satu ruang kelas terpaksa digunakan untuk siswa kelas III dan IV 
sekaligus. Pihak sekolah hanya memasang pembatas dari anyaman bambu, untuk 
memisahkan dua kelas tersebut. 
  Kondisi ruang kelas semacam itu terjadi lebih dari enam tahun lalu. "Sejak 
tahun 2000 sudah begini. Jendela dan atap bolong, serta lantai tanah," kata 
Otih. 
   
  Belum dikabulkan 
  Pihak sekolah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan ruangan, tetapi 
belum dikabulkan Pemkab Serang. Pemkab baru memberikan dua ruang kelas baru 
sebagai pengganti ruang kelas I yang sudah lebih dulu roboh. Namun, siswa kelas 
I terpaksa belajar di lantai karena belum dilengkapi meja dan kursi. 
  Siswa yang menempati ruang kelas lama juga mengeluh terganggu debu. "Kalau 
belajar, kelas berdebu. Kalau hujan becek. Kami biasanya keluar ruangan, takut 
kelas roboh," tutur Aldi, seorang siswa kelas V. 
  Para guru dan siswa berharap agar pemerintah segera memperbaiki tiga ruang 
kelas yang rusak. (nta) 

 
---------------------------------
Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.

Kirim email ke