DUNIA TANPA KEDAMAIAN? DUNIA TANPA KEGEMBIRAAN? 3.6 juta ..jumlah orang yang terbunuh dalam peperangan sejak 1990 1.1 milyar. jumlah orang yang hidup dengan penghasilan kurang dari 1.5 S$ setiap hari. 91 juta. jumlah orang yang terkena akibat dari 267 bencana alam sejak 8 bulan pertama di tahun 2006 8.4 juta. jumlah anak yang bekerja sebagai pekerja seks 39.5 juta. jumlah orang yang terinfeksi HIV 1 Milyar.jumlah perempuan yang dipukul, disiksa dan dipermalukan Jauh di luar rutinitas dan kenyamanan dunia kita sehari-hari ternyata dunia di luar sana banyak memiliki realitas yang berbeda. Perang, kelaparan, bencana alam dan wabah seakan tak pernah berhenti, jauh melampui semua kebahagiaan semu di dunia yang semula kita bayangkan. Satu tahun telah melesat lagi dan di balik semua ketidaktentuan dan ketidakpastian dunia fenomena ini, kembali lagi kita diajak merenung untuk merefleksikan apa yang kita telah lakukan selama satu tahun terakhir ini. Pertanyaan pada judul di atas tertulis dengan huruf besar di harian Strait Times yang menghadirkan bahasan edisi khusus penutup tahun. Di dalamnya terdapat sebuah interview dengan seorang bhiksuni buddhis, Venerable Manko, seorang bhiksuni selama 20 tahun. Beliau membagi pemikirannya kepada kita untuk menutup tahun 2006 dan menyambut tahun 2007 dengan pikiran terbuka dan optimis. Seperti dikatakan olehnya bahwa memang ada banyak penderitaan dan kepedihan tetapi selain itu selalu juga ada harapan. Tentu ada banyak pergolakan dan tragedi di dunia ini, tetapi kita tidak boleh membiarkan hal-hal itu membawa kita terpuruk. Kita harus memahami mengapa hal-hal itu dapat terjadi. Bencana alam dan wabah seperti tsunami, gempa bumi dan topan adalah hasil kerja alam dan itu semua di luar kontrol kita. Ini juga merupakan bagian dari karma kita yang tidak mau melindungi lingkungan kita. Kita dapat menolong dengan berusaha untuk terlalu banyak membunuh dan tidak merusak lingkungan. Tanam, berikan pupuk dan biarkan sesuatu untuk tumbuh. Keegoisan kita adalah akar dari semua peperangan dan konflik. Manusia dapat serakah. Kita sering menginginkan dan mendambakan sesuatu, walaupun sesuatu itu bukan milik kita. Kita dapat juga berpusat pada diri (self-centered), kita berpikir bahwa kita lebih baik dan lebih hebat dibanding dengan yang lain. Kita tidak dapat mentoleransi perbedaan pendapat. Ini dapat membawa pada benturan-benturn. Keserakahan dan egoisme dapat menumbuhkan kebencian yang dapat membawa seseorang kepada tindakan-tindakan kekerasan. Walaupun banyak kejadian di dunia ini memberikan kita kesedihan dan kepedihan, saya pikir dunia ini indah dan penuh harapan. Saya memiliki keyakinan bahwa sifat manusia dapat berubah. Kita datang ke dunia yang penuh harapan ini dan selama di dunia ini kita juga hidup dengan harapan bahwa dunia bahkan akan menjadi lebih baik lagi. Sebagai manusia, saya terkadang merasa sedih juga karena banyak penderitaan orang yang saya temui yang justru disebabkan oleh orang itu sendiri (self-inflicted). Tetapi saya memilih untuk melihat pada sisi yang terang. Saya memilih untuk berkonsentrasi menolong orang melakukan hal yang sama. Saya ingin bekerja lebih keras untuk membimbing, memberi nasihat dan menolong orang menyelesaikan kerumitan-kerumitan. Ini memberikan saya kegembiraan sangat besar pada saat orang-orang yang datang ke biara dengan beban akhirnya dapat meninggalkan biara dengan senyum di wajah mereka. Saya mendapatkan kedamaian, menyadari bahwa apa yang saya lakukan di siang hari akan menyebabkan saya tidur nyenyak di malam hari. Saya mendapatkan kedamaian, menyadari bahwa apa yang saya lakukan sekarang tidak akan memberikan saya penyesalan di masa tua saya. Kebahagiaan saya tergantung pada [kebahagiaan] saudara-saudari sesama kita. Saya mendapatkan kegembiraan pada saat saya melihat semakin sedikit orang yang menderita. Melihat balik tahun 2006, banyak hal membuat saya bahagia juga. Ekonomi [di Singapura] makin membaik. Banyak singaporean yang pergi ke luar negri karena talenta mereka dibutuhkan. Saya juga gembira pemerintah telah menghapus rancangan EM3 untuk siswa yang lemah yang telah memberikan tekanan berat kepada anak-anak dan orang tua. Saya juga gembira mendengar pemerintah Singapura mengumumkan lebih banyak benefit kepada pasien-pasien dengan penyakit kronis. Banyak dari mereka yang memerlukan pertolongan. Melihat hilangnya hidup ribuan orang karena bencana dan kecelakaan memberikan saya sebuah kesedihan besar tetapi saya mencoba untuk tidak tinggal di dalam kesedihan. Saya harus bergerak memberi pertolongan. Bagaimana kita dapat menolong? Apa yang dibutuhkan oleh korban dan mereka yang lolos dari bencana? Kita hanya perlu terus maju ke depan. Dalam ceramahnya di pusat konferensi internasional perserikatan bangsa-bangsa di Geneva, Venerable Master Hsing Yun menekankan empat prinsip Buddhis yang diperlukan untuk mencapai keharmonisan dan kedamaian dunia. Yang pertama adalah toleransi. Jika sesama manusia saling menolong satu sama lain, memberikan ruang satu sama lain dan melatih untuk memahami dan toleransi maka akan dihasilkan sebuah kedamaian. Yang kedua kita harus menemukan 'tanpa diri' dan memecahkan kungkungan diri karena 'diri' ini sebenarnya tidaklah nyata. Ia dapat dipecahkan dan selalu berubah. Yang ketiga adalah keseimbangan. Kita semua tinggal di bumi yang sama ini. Kita harus memperlakukan semua orang dengan seimbang. Dengan begini, kedamaian akan muncul. Akhirnya, welas asih. Jika kita melakukan sesuatu dari welas asih yang murni, tanpa ekspektasi atau pengharapan maka kita akan membawa perdamaian. Saran saya kepada semua orang di tahun 2007 adalah: jangan biarkan keputusasaan atau kekecewaan melemahkan anda, jangan serakah, praktik-kan welas asih dan jaga kaki anda untuk tetap berpijak di bumi. Redaksi Dharma Mangala [Dirangkum dari harian Strait Times edisi laporan khusus, sabtu 23 December 2006] ~~~~~~~~~~~~~~ Sumber : Buletin Maya Indonesia Dharma Mangala Edisi 9 Januari 2007, tahun III, no 41 Petunjuk berlangganan : a. Dapat mengirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] b. Atau dapat langsung join melalui web : http://groups.yahoo.com/group/Dharma_mangala c. Atau di perpustakaan on line yang menyediakan banyak ebook menarik: http://www.DhammaCitta.org
